Best Friend Forever

Best Friend Forever
"CINTA???"


__ADS_3

mia tersenyum pada ibunya


"iya, bu. mia udah gak papa kok. tapi kok ibu tau lok mia lagi kenapa-kenapa? kan kemaren ibu gak ada terus mia masih belum cerita ke ibu?"


mia penasaran darimana ibunya tau.


"sahabat-sahabat kamu yang cerita ke ibu. Mia, ibu kasih saran aja ke mia. lebih baik mia melangkah ke depan jangan menoleh ke belakang dan masa lalu jadikan pelajaran bukan di lupakan." sambil mengelus pipi anaknya.


tiba-tiba hp mia bunyi


tuing....


mia melihat hpnya ternyata ada whatsapp masuk. mia membuka dan membacanya


kak emil...


Assalamualaikum calon makmumku ^_^.... kangen


mia tersenyum membaca chat dari kak emil dan dia segera membalasnya


#waalaikumsalam... kemaren kan udah ketemu. masak masih kangen :p


*iyalah... karna satu hari gak ketemu kamu, rasanya gak ada matahari yang menyinari hariku :)


#gombal.... ne masih pagi kok udah gombal aja.


*jalan yuk.... *_*


#daripada jalan mending kak emil kerumah aja. biar kak emil kenal m ibuku.


*emang boleh kesana? ntar di marahi pas ma calon mertua wkwkwk


#bolehlah.... mumpung ibu juga libur kerja

__ADS_1


*ok.... langsung otw


#ok aq tunggu


mia meletakkan ponselnya di meja dan menatap ibunya.


"bu... kak emil mau kesini. bolehkan? ya sekedar maen-maen aja bu."


"bolehlah, nak. kan dia sekarang calon mantu ibu." ibu tertawa kecil


"emangnya ibu mau mantu kanyak kak emil?" mia menatap tajam pada ibunya


"ya... selama dia menuntun anak ibu ke jalan yang benar dan gak macem-macem kenapa enggak. kan sebentar lagi kamu dah lulus sekolah jadi langsung nikah pas." ibu menggoda mia dengan kata-katanya.


"apaan sih, bu. mia itu masih mau kerja sambil kuliah. udah ah mia mau mandi dulu, masak iya kak emil kesini mia masih gak mandi." sambil berjalan meninggalkan ibu yang sedang sibuk di dapur. ibu hanya tersenyum melihat anaknya.


setelah selesai mandi, mia memilih pakaian yang cocok.


"kenapa aku seneng banget ya kak emil mau kesini? apa aku jatuh cinta ma kak emil? ah.... mana mungkin aq kan baru ketemu ma kak emil." sambil sibuk memakai kerudung.


ibu bergegas membuka pintu dan ternyata di balik pintu ada seorang pria yang berpenampilan rapi. pria itu mencium punggung tangan ibu dan tersenyum manis.


"Assalamualaikum, bu. mianya ada?" sapa pria itu.


"Waalaikum salam... ada di dalam. mari masuk nak. kamu yang namanya kak emi ya?" tanya ibu mia penasaran


"iya tante. apa mia sudah bercerita tentang saya?"


"iya, dia sudah cerita. bentar ya, tante panggilkan mia dulu. nak emil silahkan duduk."


ibu mia meninggalkan kak emil dan memanggil mia. tak berapa lama kemudian mia datang sambil tersenyum pada kak emil.


"maaf ya kak udah nunggu lama."

__ADS_1


"enggak kok, aku baru aja datang. itu tadi ibu kamu ya?"


"iya, itu ibu mia kak. kenapa? kak emil gugup ya ketemu ibu....". mia menggoda emil


"enggak kok. malahan aku seneng bisa ketemu ibu soalnya orangnya friendly."


"ibu itu orangnya mang kanyak gitu kak. dia lebih suka lok temen aku tu maen kerumah daripada janjian di luar gitu kak."


"jadi, boleh dong aku tiap hari kesini." tanya emil sambil memegang tangan mia.


"emmm.... bolehlah tapi gak tiap hari cuma malam minggu ma hari minggu aja." jawab mia sambil tertawa.


"mia, aku mau tanya sesuatu ma kamu. boleh?"


"boleh, mang mau tanya apa kak?" mia penasaran apa yang mau di tanyakan emil ke dia.


"kamu kan udah jadi pacar aku jadi kamu gak boleh bohong ma aku tentang masa lalu kamu." emil menarik nafas panjang dan melanjutkan bicaranya. " sebenarnya Riski itu siapa?"


mia menelan ludah, dia gak nyangka lok emil bakal tanyak soal riski.


(dalam hati mia)


"darimana kak emil tau soal riski?"


-------***-------


dear sahabat,


Terimakasih Ya Allah....


Engkau telah menghadirkan dia untukku


dia yang selalu mengerti aku dan

__ADS_1


dia yang begitu sangat mencintaiku


__ADS_2