
aku gak tau harus menjelaskan darimana ke kak emil. aku menatap kak emil dan mulai menjelaskan siapa riski.
"kak, sebelumnya aku minta maaf karna gak cerita soal riski. sebenarnya, riski itu masa lalu aku. dia cinta pertamaku pas masih duduk di bangku SMP dan dia temen masa kecilku. aku dulu pernah berpacaran dengan dia tapi dia ninggalin aku tanpa alasan dan semenjak itu aku takut untuk jatuh cinta lagi."
kak emil menatapku begitu dalam dan dia memegang tanganku erat.
"aku berharap cintamu ke riski sudah gak ada lagi. yang ada di hatimu sekarang hanya namaku. biarlah masa lalumu menjadi sebuah pelajaran hidup bagimu. dan sekarang ukirlah kenangan dan masa depanmu bersamaku."
deg.... hatiku gak nyangka kalau kak emil gak marah dan dia bersikap dewasa. dia tidak mempermasalahkan masa laluku yang sekarang datang kembali di hidupku. aku tersenyum ke kak emil sambil menatap penuh kagum
"makasih ya kak.... kak emil udah gak marah ma aku. aku fikir kak emil bakalan marah ma aku dan gak mau ketemu ma aku lagi."
kak emil malah ketewa mendengar ucapanku
"ngapain harus marah? toh, sekarang kamu udah jadi pacar aku." sambil menarik hidungku pelan
"apaan sih kak." aku mengelus-ngelus hidungku yang ditarik kak emil.
aku gak nyangka lok ternyata kak emil orangnya suka bercanda juga. dulu waktu baru kenal, aku kira orangnya judes banget ternyata enggak.
__ADS_1
"mia... yuk cari angin di luar sambil cari makan. gak usah jauh-jauh yang deket sini aja."
"emmm... ok. tunggu ya bentar, aku pamitan dulu ke ibu. takutnya ntar ibu nyari pas."
kak emil hanya membalas perkataanku dengan senyuman. aku melangkah ke kamar ibu dan berpamitan untuk keluar sebentar. setelah itu, aku segera menghampiri kak emil yang sudah nunggu di luar rumah.
"yuk... kak." ajak aku
kita jalan kaki sekedar mencari tempat makan dan kak emil tiba-tiba menggandeng tanganku. sontak aku kaget dan jantungku mulai berdetak kencang......
"kamu harus di gandeng ntar lok gak di gandeng ada yang culik kamu." kak emil tertawa sambil menatapku.
pas di jalan kita ketemu puji ma prik.
"mau kemana kalian?" tanya prik ke kita.
"gak ada, ne cuma pengen jalan-jalan aja cari suasana baru." sahut kak emil
"kalian sendiri mau kemana?" tanyaku ke mereka.
__ADS_1
"lagi mau ke pantai ne soalnya dah lama gak mantai." jawab puji sambil menutup dahinya menggunakan tangannya soalnya matahari pas mengenai muka puji.
"kalian mau ikut?" tambah prik bertanya
"enggak, kita lagi gak pengen ke pantai." jawab kak emil
"ya udah, kita berangkat dulu ya..." pamit puji. aku dan kak emil hanya tersenyum dan mengangguk kecil. mereka pun berlalu, aku dan kak emil melanjutkan perjalanan kita. tak berapa lama ada warung bakso dan disanalah kita berhenti buat makan.
"kamu suka bakso kan?" kak emil menatapku. aku hanya mengangguk dan dia langsung memesan dua mangkuk bakso. sambil menunggu baksonya datang, aku berbincang-bincang ma kak emil..
"emangnya kak emil cuma kuliah aja? atau kuliah sambil kerja?" tanyaku penasaran.
-------***-------
dear sahabat,
masa lalu itu bukan di lupakan
tapi jadikan masa lalu itu pembelajaran di masa depanmu....
__ADS_1