Best Friend Forever

Best Friend Forever
*PERASAAN APA INI?*


__ADS_3

setelah pembicaraan mia dan kak emil selesai, puji dan prik menghampiri mereka.


"yuk, makan. udah lapar ne daritadi." ajak prik


mereka hanya mengangguk. setelah mereka selesai makan, mereka langsung pulang. di perjalanan pulang....


"yank, kanyaknya mia bakal jatuh cinta deh ma kak emil. soalnya aku lihat dia udah agak nyaman ma kak emil." kata puji sambil memeluk erat pinggang prik.


"sepertinya sih gitu yank." sambil tersenyum


di lain sisi, mia masih canggung untuk berbicara pada kak emil. dia masih memegang erat behel motor kak emil.


"mia, boleh lihat tangan kanan kamu gak?" tanya kak emil yang mulai bicara.


"emangnya, kenapa kak?"


"sini, aku cuma mau lihat aja."


dengan malu-malu mia memberikan tangan kanannya dan kak emil memegangnya dan meletakkannya ke pinggang kak emil. artinya kak emil memberi isyarat agar mia memeluk pinggang kak emil. sontak, mia kaget dan mencoba melepaskannya tapi mia tidak bisa karna tangannya di pegang oleh kak emil.


(dalam bathin mia)


"Kak emil.... please jangan buat jantung ini berdetak kencang lagi."


puji dan prik melihat mereka berpelukan. karna mereka merasa tidak enak berada di belakang motor kak emil, prik memutuskan untuk mendahului motor kak emil.


tak lama kemudian mia sampai di depan rumahnya. ya... kak emil mengantarnya pulang. mia turun dan tak lupa mengucapkan terimakasih.


"makasih ya kak, udah nganter mia sampek rumah." sambil tersenyum kecil

__ADS_1


"iya, sama-sama. aku juga makasih karna kamu mau jalan m aku."


di balas dengan senyuman saja ma mia dan kak emil berpamitan pulang. kak emil melajukan motornya pelan sambil tersenyum pada mia. dalam hitungan menit kak emil sudah tidak terlihat lagi dan mia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya.


mia terkejut karna di dalam kamarnya, sudah ada kedua sahabatnya nur dan rina.


"kalian? apa kalian udah tadi? kok gak nelfon lok ada disini?"


mereka hanya tertawa...


"kita gak mau ganggu orang yang lagi pacaran." rina sedang menggoda mia


"apaan sih. tapi kalau boleh jujur, tiap kali aku di dekat kak emil. jantungku itu berdetak lebih cepat. aku gak tau kenapa bisa kanyak gitu." sambil menggigit jari telunjuknya


"itu tandanya kamu ada perasaan ma kak emil. sekarang sudah saatnya kamu buka hati buat orang lain. gak mungkinkan kamu harus nungguin riski terus? sedangkan riski gak ada kabarnya nyampek sekarang. lagian, dia ninggalin kamu tanpa alasan." nur mencoba menyakinkan mia.


"terserah kamu wes mia tapi kita akan dukung kamu selama itu buat kamu bahagia."


"makasih ya my best friend".


mereka berpelukan. dan tiba-tiba hp mia berbunyi.... dan terpampang di layar hpnya Riski memanggil.


"Riski?" mia terkejut dan memandang pada kedua sahabatnya.


"halo... riski?"


dan disana seorang laki-laki berbicara


"apa? kamu ada di depan rumah? ya udah ntar lagi aku keluar."

__ADS_1


sahabatnya hanya menatap mia dan mia langsung berlari menghampiri pria yang sudah ada di depan pintu rumahnya.


"ris.... riski..." mia tidak percaya apa yang udah di lihatnya.


"iya... ne aku." pria itu tersenyum dan memeluk mia.


mia hanya terdiam dan serasa ini mimpi.


"kamu kenapa? kamu gak kangen ya ma aku? udah 4 tahun lo gak ketemu."


dan mia tetap terdiam.


(dalam bathin mia).


"mimpikah ini?"


-------***-------


dear sahabat,


kenapa harus datang di saat ini?


disaat aku mencoba untuk melupakannya


dan mencoba untuk membuka hati ini untuk orang lain.


NB :


~ Riski adalah cinta pertama mia. dia berpacaran dengan mia semenjak duduk di kelas 8 SMP dan pindah sekolah sejak naik kelas 9. dia tidak pernah ngabarin mia selama ini, bahkan dia tidak mengatakan alasan dia pindah sekolah.

__ADS_1


__ADS_2