
Prov Emil...
Hari ini aku ikut tes CPNS yang bertempat di sekolah mia. berarti hari ini mia libur sekolah. jam menunjuk pukul 06.30 berarti ada waktu buat ketemu mia dulu. ku lajukan motorku, tak berapa lama aku sampai di taman deket rumah mia. ku lihat dari jauh seperti mia, puji dan nur. ku lajukan motorku agak cepat. ternyata bener mereka, ku lihat mia sedang mengusap air matanya karna melihatku.
"kak emil? bukannya kakak ikut tes ya hari ini?" tanya mia. aku turun dari motorku dan menghampirinya.
"adek kenapa? kanyaknya habis nangis?"
"enggak kak cuma kelilipan."
"gak bohong kan?" lirihku dengan tatapan tajam.
"mia kita duluan aja ya... kak emil, titip mia ya ntar anterkan nyampek rumahnya." puji dan nur berpamitan, mereka pergi meninggalkan kita.
"adek cuma sedih aja kak." ungkap mia
"sedih kenapa? kan udah ketemu ma kakak." godaku padanya
"apaan sih kak. adek serius ne. adek udah tau kenapa tiap kali ketemu rina, dia menangis."
"emangnya kenapa? dia tengkar ya ma riski?" tanyaku penasaran
"bukan, kak. dia.... sebenarnya..." aku makin penasaran dengan ucapan mia
"hamil kak." aku kaget mendengarnya
"apa??? hamil?? sama siapa?? sama riski tah???"
__ADS_1
mia hanya mengangguk.
"b***ngan anak itu!!! tega sekali dia."
"adek juga gak nyangka kak. tapi alasan mereka lakukan hal itu karna sama-sama cinta kak."
"cinta itu gak harus kanyak gitu. kan bisa halalin dia dulu, jadikan dia istrinya dulu. ya paling tidak tunggu sampai lulus sekolah. bersabarlah dulu, jangan sampai nafsu yang bertindak dulu." mia tersenyum mendengar kata-kataku. aku sampai salah tingkah takut kata-kataku ada yang salah.
"kok, adek malah senyum-senyum sih? apa ada yang salah dari ucapan kakak?"
"gak salah kok kak. kak emil lok dah ngmong kanyak gitu seperti ustad hehehe...."
"kan calon ustad." ku katakan dengan begitu PD nya
"Amin.... mudah-mudahan terwujud. terus bisa lamar aku dengan bismillah terus mas kawinnya sholawat." mia tersenyum begitu manis
"kakak gak jadi ikut tes?"
"jadi... kakak anterin adek pulang dulu, habis itu kakak langsung berangkat tes."
"oooo.... ya udah lok gitu." aku anterkan mia sampai depan rumahnya.
"kakak berangkat dulu ya... Assalamualaikum...."
"Waalaikum salam... hati-hati ya kak. semoga lancar tesnya dan dapat hasil yang memuaskan. Amin...."
"Amin...." ku tinggalkan mia dan bergegas menuju tempat tes.
__ADS_1
25 menit kemudian. aku sudah sampai di tempat tes. saat ku menuju ruangan tes, aku bertemu dengan teman MA ku ya bisa di bilang sebenarnya mantan pacar.
"kamu.... ikut tes juga ya?" sapaku padanya.
"iya.... kamu juga baru ikut tes? wah.... gak nyangka kita ketemu lagi disini." tetap dengan senyumnya yang dulu.
"iya, tahun lalu aku masih baru lulus kuliah jadi aku baru ikut sekarang. gimana kabar suami kamu?"
"he..he...he... aku ma suamiku cerai pas kita nikah dapet 3 bulan." sifatnya gak berubah, dia malah tertawa bukannya sedih udah cerai.
"jadi pernikahanmu hanya seumur jagung? gak nyangka aku. padahal kalian tunangan udah lama ya."
"ah... tunangan lama mah gak menjamin pernikahan awet. ngomong-ngomong, kamu sendiri udah nikah?"
"aku masih belum nikah. masih mengejar cita-cita." ucapku
"emm.... gitu. berarti ada kemungkinan dong kita bisa kanyak dulu?" sambil tertawa. ne cewek gak tau malu. apa dia gak inget ya kalau dia yang mutusin aku dulu dan dia udah selingkuhin aku.
"maaf... aku udah punya calon istri. aku mang belum nikah tapi akan segera menikah. aku duluan ya.... udah mau di mulai tesnya." ku pergi ninggalin dia dan cepet-cepet masuk ke ruangan tes.
-------***-------
dear sahabat,
pernikahan itu bukan hanya menyatukan dua hati tapi menyatukan dua keluarga.
menikah itu beralaskan cinta, kejujuran, dan kepercayaan.
__ADS_1
jadi carilah orang yang bener-bener ingin hidup bersamamu dikala kamu susah maupun senang.