Best Friend Forever

Best Friend Forever
"KEJUTAN"


__ADS_3

Pagi yang indah, ku awali pagiku dengan senyuman walaupun hati ini tidak tersenyum. Yah.... karena masalah yang ku hadapi kemaren, membuatku sangat trauma. hari ini, aku sangat bersemangat untuk sekolah karena penasaran dengsn siswa baru. aku keluar dari kamar, dengan menggunakan seragam lengkap dan rapi. ku hampiri, ibu yang tengah sibuk melihat laptopnya.


"Assalamualaikum, ibu."


"waalaikum salam." jawab ibu, yang tetap sibuk dengan laptopnya.


"bu, mia berangkat sekolah dulu ya." sambil menyalami ibu.


"gak sarapan dulu, nak? ibu udah siapin loh. o... ya, maaf kan ibu. hari ini ibu sangat sibuk karna ada klien yang datang dari jepang dan ibu harus menata ulang berkas-berkas ini."


"aku sarapan di sekolah aj bu. iya, mia ngerti kok, bu. ya udah aku berangkat dulu dan ingat jaga kesehatan ibu, jangan sampek kecapek an." ibu tersenyum padaku dan mencium keningku


"hati-hati dijalan nak".


aku hanya mengangguk dan pergi meninggalkan ibu.


15 menit kemudian....


aku sudah tiba di sekolah dan ku lihat ketiga sahabatku sedang duduk di taman sekolah. ku hampiri mereka...


"lagi ngomongin apa?" mereka terkejut dengan kedatanganku

__ADS_1


"eng.... em.... enggak, gak lagi ngomong apa-apa." puji gugup.


ada apa dengan puji, kok gugup gitu.


"ow.... kalian udah lama yang datang?"


"baru aja kok, mia." jawab nur


"kalian semua kenapa? kok kanyak ada yang aneh?" aku duduk di samping nur dan menatap wajah mereka satu per satu.


"gak ada apa-apa kok, ya kan rina?" tambah nur. rina menatapku dan menghela nafas panjang


"mia, sebelumnya aku minta maaf. aku udah gak kuat buat berpura-pura di depanmu, rasanya hidupku ini gak tenang." ucap rina


"sebenarnya.... aku ma riski sudah berpacaran." aku terkejut dan gak nyangka saat rina mengatakan semua ini. aku hanya bisa terdiam


"aku tau, aku salah. aku gak bilang semua ini dari awal dan maafkan aku yang sudah nyakitin hatimu, mia." rina menggenggam tanganku sambil menangis.


"sejak kapan kamu jadian ma riski?" tanyaku


"sejak kelas sepuluh. aku ma riski LDR an tapi dia ke rumah pas lburan skolah. maafkan aku, mia...."

__ADS_1


"aku gak marah, aku cuma gak nyangka aja. kenapa kamu baru bilang sekarang? kenapa kamu gak bilang kalau kamu sudah tau kabar dia dan kamu buat aku udah menunggu orang yang salah." aku mencoba buat bersabar hadapi masalah ini.


"maafkan aku... aku gak mau hatimu terluka."


"dan sekarang? apa hatiku tidak terluka? hatiku lebih terluka karna aku baru tau. aku gak nyangka, setega inikah dirimu? apa selama ini, kamu hanya berpura-pura baik padaku? ku ceritakan semua yang terjadi padaku ke kalian. tapi ini balasannya? menyembunyikan segalanya padaku." aku berdiri dan pergi meninggalkan mereka. aku masih gak nyangka aja, sahabatku tega menghianatiku. tak sengaja, aku menabrak siswa yang berjalan lain arah denganku.


"maaf...maaf aku gak sengaja." kataku


"mia? kenapa kamu?" ku lihat siswa itu, ternyata riski


"riski? ngapain kamu disini?"


"sekolah lah, kan aku udah pakek seragam sekolah disini." jawab riski santai.


"ow...... ya udah aku duluan ya ke kelas."


"ada apa dengan mia?"


-------***-------


dear sahabat,

__ADS_1


aku terpaku melihat semua yang terjadi. akankah ada kebahagian untukku?


aku yakin Allah menyiapkanku lebih indah dari semua ini.


__ADS_2