
Prov Emil :
sudah lama, aku tidak mendemgar kabar mia. apa dia, masih marah padaku? aku harus menemuinya, pasti dia masih ada di sekolah.
beberapa menit kemudian.....
aku melihat mia baru keluar dari gerbang sekolah. ku hampiri dia...
"Assalamualaikum mia...." sapaku
"Walaikumsalam..... kak emil?" mia terkejut melihatku.
"apa kabar?" aku melihat mata mia yang sembab habis menangis.
"alhamdulilah baik. bagaimana kabar kakak ma nada? baik-baik aja kan?"
"aku ma nada, udah batal tunangan."
"kenapa? bukan karna mia kan, kak?"
aku tersenyum mendengar pertanyaan mia.
"gimana kalau kita ngobrolnya di cafe deket sini? kanyaknya lebih enak deh, kalau kita ngobrolnya sambil minum yang dingin-dingin."
"ehm.... gimana ya kak? a...aku....."
"cuma sebentar aja kok." mia menerima ajakanku dan kami berjalan beriringan ke cafe deket sekolah mia. tak berapa lama kita nyampek di cafe dan memilih meja yang berada di dekat jendela.
__ADS_1
"mau pesen apa?"
"terserah kak emil aja."
"ehm.... ya udah, kakak pesenkan dulu ya." aku pergi meninggalkan mia menuju tempat pemesanan. dan kembali dengan nampan yang ada di tangan, berisi 2 gelas jus durian dan sepiring potato. mia, melihat ke arahku dengan tersenyum manis.
"ayo diminum dulu."
"kak emil masih tau jus kesukaanku?"
"iyalah.... karna kamu gak pantas buat di lupakan. hahaha. " aku tertawa kecil
"apaan sih, kak. o iya, kakak kan belum bilang ke aku. kenapa kakak batal tunangan?"
"karna aku gak cinta ma nada. dan nada nerima itu semua. awalnya dia gak mau kalau aku batalin pertunangannya tapi setelah aku cerita ke orang tuanya. ya.... akhirnya ortunya yang ngebatalin semuanya."
"oooo..... gitu. kasian nada, dia pasti kecewa banget."
"aku mau tanya sama kamu."
"mau tanya apa, kak?"
"kamu pasti tadi habis nangis. emangnya ada masalah apa?"
"a...aku... gak ada masalah apa-apa kok." mia mencoba menyembunyikannya dariku.
"kamu itu, gak pinter bohong."
__ADS_1
"aku cuma..... aku gak nyangka aja kalau rina ternyata pacaran ma riski. seharusnya, aku gak berhak marah ke mereka karna aku udah gak cinta ma riski. aku kesel aja, kenapa mereka baru katakan sekarang. mereka selingkuh di belakangku."
"loh... kok bisa di bilang selingkuh? bukannya kamu ma riski udah gak ada hubungan apa-apa ya?" aku gak ngerti ma penjelasan mia.
"mereka itu jadian sejak aku ma riski masih pacaran, kak. dan rina itu tau kabarnya riski dari dulu tapi dia sembunyikan dari aku. nyampek aku nungguin riski dan berharap riski akan kembali."
"ehm... gitu ceritanya. terus sekarang, kamu cinta ma siapa?"
"aku sayang kak......." mia langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
"kak?? kak siapa?" godaku padanya
"kak.... ehm.... ya, kak...." mia tersipu malu. aku seneng kalau kak yang dia maksud pasti aku.
-------***-------
dear sahabat,
rasa sayang ini mungkin sudah terlalu dalam untuknya....
sampai aku tidak bisa untuk membohongi hatiku sendiri.
oh.... Ya Allah,
jika Engkau kirimkan dia untukku.
janganlah Kau berikan lagi ujian kepadaku dan dia.
__ADS_1
aku ingin cinta dalam istikharoh.
aku tak ingin berpacaran lagi karna aku takut akan dosa....