Best Friend Forever

Best Friend Forever
"MUNGKIN"


__ADS_3

Pagiku di rumah nur.....


setelah kejadian kemarin, aku tak ingin bertemu dengan kak emil. aku sangat kecewa padanya, aku masih tidak mengerti. begitu marahnya dia terhadapku? sampai hati dia menyakitiku seperti ini. andaikan waktu bisa berputar, aku tak ingin mengenalnya. mataku masih terasa perih akibat menangis kemarin.


tiba-tiba nur masuk ke dalam kamar


"pagi.... mia." dia menyapaku sambil tersenyum.


"pagi, juga nur. hari ini kita sekolahkan?" tanyaku tapi nur tertawa mendengar perkataanku


"hari ini kan tanggal merah. kamu lupa ya?" aku hanya tersenyum dan menggaruk kepalaku yang tak terasa gatal.


"oh... iya. bentar lagi rina ma puji mau kesini, mending kamu mandi terus kita sarapan jadi mereka datang kita udah seger."


"ehm... ya udah. aku mandi dulu."


"ok... aku tunggu di meja makan ya."


aku hanya mengangguk dan nur berlalu pergi meninggalkanku. aku segera menuju kamar mandi.


dan 10 menit kemudian aku sudah selesai dan aku segera kemeja makan. nur sudah menungguku daritadi. kami menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh bi ina pembantu nur. pas setelah selesai makan, ada suara orang yang sedang mengetuk pintu.


Tok.... Tok.... Tok....

__ADS_1


kami saling bertatapan dan segera membuka pintu. ternyata puji dan rina.


"ayo, masuk. kalian udah sarapan?" tanya nur


"udah, kita udah sarapan. mia, kamu gak papakan? maafkan aku udah maksa kamu buat jadian ma kak emil." puji menatap mia dengan perasaan bersalah.


"aku, gak papa kok. mending ngomongnya sambil duduk." jawabku.


aku tidak akan menyalahkan puji atas apa yang sudah terjadi karna dia gak tau apa-apa. tapi puji merasa bersalah kepadaku.


"tunangan emil itu beneran nada namanya?" tanya rina


"iya namanya nada. dia cantik gak sebanding denganku yang biasa-biasa aja." aku mengerutkan dahi


"i...iya. ini orangnya. kok kamu kenal, rin?"


rina menghembuskan nafasnya pelan dan dia mulai menjelaskan siapa nada.


"dia itu kakak sepupuku. dia baru pindah dari lumajang kesini, semenjak om di pindah tugaskan kesini. pas saat dia di lumajang, dia memang sudah bertunangan tapi aku gak tau kalau tunangannya itu emil karna pas acaranya aku gak ikut hanya ayah dan ibu yang kesana."


"tapi apa bener mereka di jodohkan?" aku semakin penasaran tentang nada.


"iya... mereka di jodohkan. awalnya nada menolak karna tidak tau ke orangnya pas tante kasih tau foto cowok itu, dia langsung meng-iyakan."

__ADS_1


"berarti mereka bertunangan sudah lama?"


"tidak.... baru berjalan dua minggu terakhir ini."


aku sekarang tau siapa nada. aku hanya bisa mendo'akan agar mereka selalu bahagia walaupun hati ini sakit.


"mia, aku beneran minta maaf lo." ujar puji


"udah gak papa kok, lagian ini bukan salahmu. ini terjadi karna aku....


karna aku yang terlalu lama tak membalas cintanya."


aku mencoba tegar di depan sahabat-sahabatku karna aku tidak ingin mereka melihat betapa sakitnya hatiku dan betapa rapuhnya aku.


-------***-------


dear sahabat,


balas dendam itu gak baik


jikalau kita sakit hati pada orang yang sudah nyakitin hati kita maka do'akanlah orang itu yang baik-baik.


semoga kita yang tersakiti ini, selalu di berikan kesabaran dan ketabahan oleh Allah. selalu istiqomah di jalanNya.

__ADS_1


__ADS_2