
aku tersenyum ketika mia menanyakan kehidupanku.
"aku kuliah sambil kerja. kenapa emangnya?"
"em... gak papa. aku salut aja ma orang yang kuliah sambil kerja. dia, bisa bayar sendiri uang kuliahnya. emang kak emil kerja dimana?"
"aku ngajar di sekolah dasar deket rumahku. kapan-kapan maen kerumah ya ntar aku kasih tau tempat ngajarku."
mia hanya mengangguk pelan dan bakso yang kami pesan datang. kami langsung memakannya dan tiba-tiba di dagu mia ada mie yang tersangkut. aku langsung ambil tisu dan membersihkannya. mataku dan mata mia saling bertatapan. deg.... deg.... deg.... ada apa dengan jantungku gak biasanya berdegup kencang. tatapanku semakin tajam pada mia, aku baru menyadari bahwa mia gadis yang manis. tatapanku terhenti saat mia memegang tanganku dan .....
"kak.... kak emil... kakak kenapa?" mia melambai-lambaikan tangannya di depan mukaku.
"em.. gak papa kok cuma tadi ada mie yang nyangkut di dagumu. ya... aku bersihkan ntar lok gak di bersihkan, kamu di tertawain ma orang-orang di luar sana." aku tertawa mencoba menggoda mia.
"mulai dah kak emil. yuk, kak pulang mia udah kenyang ne." mia menarik tanganku sambil berdiri.
"ya udah... aku bayar dulu ya."
aku dan mia langsung pergi meninggalkan warung itu. di dekat rumah mia ada taman, aku mengajak mia kesana. rasanya aku gak mau cepet-cepet nyampek rumah mia, aku masih pengen lihat wajah dia. mia duduk di sebelahku dan aku mencoba memegang tangan mia lagi, menatapnya....
__ADS_1
"mia.... aku tau kamu nerima aku bukan karna cinta tapi demi sahabatmu. aku pengen kamu mulai mencoba buat buka hati kamu dan belajar mencintaiku. aku akan sabar menunggu sampek hati kamu bener-bener buat aku."
"maafkan mia, ya kak. tapi mia akan mencoba belajar buat isi hati mia hanya buat kak emil. sebenarnya kak emil udah ada di hati mia tapi cuma sedikit." mia tersenyum mengatakan hal itu kepadaku
"gak papa kok walaupun cuma sedikit. ntar kan sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit." aku tertawa kecil, aku seneng bisa habisin hari ini bareng orang yang selama ini aku idamkan.
"semoga kamu cepet buka hati buat aku ntar nama panggilan sayang buat kamu itu..... dedek gemes." aku tertawa sambil mencubit pipi mia yang embem.
"aw.... sakit kak emil." mia meringis sakit.
"beneran sakit?" aku kaget. apa aku nyubitnya terlalu kenceng ya? mia malah tertawa...
"ha...ha...ha.... kak emil kenak tipu."
"aduh... perut aku sakit." sontak mia terkejut dan terlihat mimik khawatir di wajahnya.
"kak emil, kenapa? pasti kebanyakan makan sambel tadi."
"aduh... sakit mia, sakit banget." manja aku ke mia
__ADS_1
"kita ke dokter deket rumah aja yuk, kak. aku takut kak emil kenapa-kenapa."
mia sangat khawatir kepadaku. aku lansung tertawa sampek perutku sakit. jelas, mia langsung marah ke aku
"aku gak suka kak emik bercandanya kebangetan. aku beneran khawatir, eh kak emil ternyata pura-pura." mulutnya yang kecil langsung manyun dan melempar tatapannya ke arah lain.
aku memeluk mia dari belakang, mia kaget dan melepas pelukanku.
"kak emil, malu. disini banyak orang ntar dikira kita ngapa-ngapain lagi."
"mangkanya jangan marah. maafkan aku ya.... kan kamu tadi yang mulai duluan jadi aku bales deh. maaf ya.... sayang."
mia langsung menatapku dan tersenyum sangat manis. deg.... senyumanmu mengalihkan duniaku mia.
-------***-------
dear sahabat,
semoga dia yang dikirim Allah untuk menjadi imamku kelak.
__ADS_1
laki-laki yang ku cari selama ini.
sosok pria yang pengertian setelah ayahku.... *_*