
aku tidak mengerti jalan fikiran kak emil, yang begitu mudah bicara seperti itu. air mataku..... semakin menjadi-jadi.
tiba-tiba terdengar suara wanita di belakang kak emil.
"mas emil, jangan kau paksakan kehendakmu. wanita ini sudah tidak mencintaimu bahkan dia membencimu. lihatlah aku yang sekarang jadi tunanganmu ini. belajarlah, membuka hatimu untukku dan aku akan sabar menunggumu. lupakan wanita yang tidak berguna ini."
aku hanya menatap nada tajam dan terdiam mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya. kak emil mencoba membelaku
"apa yang kau katakan? kamu gak tau apa-apa tentang mia! jangan ngomong se enaknya dan asal kamu tau, aku gak akan pernah buka hatiku buat kamu karna di hatiku hanya terukir nama mia. jadi jangan berharap aku mau sama kamu."
"tapi ini kenyataan, mas. wanita ini sudah gak mau sama kamu lagi. buka mata hati kamu, mas."
kepalaku rasanya mau pecah mendengar kata-kata nada
"cukup!!! kalian gak perlu berdebat disini. lebih baik kalian pergi dari sini. aku benar-benar muak dengan semua ini. dan aku mohon sama kak emil, jangan pernah temui aku lagi. cukup aku yang tersakiti disini, jangan pernah kak emil nyakitin hati wanita lagi."
"tapi mia."
"aku mohon kak. masalah ini sudah selesai. lupakan aku, kak. demi masa depanmu."
__ADS_1
aku berlari masuk ke dalam dan menutup pintu. ketiga sahabatku menghampiriku dan memelukku erat.
"bantu aku.... bantu aku untuk melupakan semua ini. aku lelah dengan semua ini." aku semakin menangis.
"kita akan bantu kamu dan kita akan selalu bersamamu, di saat kau bersedih dan senang." kata nur.
kami melepas pelukan dan nur, menyeka air mataku pelan.
"mia, aku tau kalau kamu mencintai kak emil sangat dalam. kenapa kamu gak lanjutin hubungan ini? lagian kan kak emil sudah bilang kalau dia bertunangan karna terpaksa dan dia juga gak cinta ke nada." ucap puji kepadaku
"ngomong apa kamu, ji? mia itu gak akan lakuin hal itu, karna aku tau dia gak mau ada orang yang tersakiti hatinya hanya karna ini." ucap rina.
"aku lebih bahagia seperti ini. ketawa bareng ma kalian, itu lebih indah. mungkin, aku dan kak emil tidak berjodoh. jika suatu saat nanti, aku di pertemukan kembali sama Allah berarti dia jodohku. aku serahkan sama Allah dan hari kemaren ataupun hari ini, hanya ujian kecil yang Allah berikan padaku. makasih ya ji, kamu udah kasih saran." aku mencoba untuk menutupi hati yang terluka ini. aku tidak tau kenapa cinta bisa membuat hidupku serumit ini? bahkan aku butuh waktu lama buat melupakan orang yang ku cintai.
"mia... besok ada siswa bru lo di kelas kita." ucap rina yang memboyarkan lamunanku
"oh... iya. tau darimana kamu?" aku mencoba melupakan masalahku yang baru saja ku hadapi.
"iyalah.... pasti kamu terkejut ma siswa barunya. soalnya kamu kenal ma orangnya dan kamu juga pernah deket ma dia." tambah rina
__ADS_1
"siapa?? kok aku penasaran."
"ini kejutan buat kamu, ya mudah-mudahan kamu gak akan benci lagi ma dia." tambah puji
"loh.. kok kalian bisa tau semua? sedangkan aku gak tau ma sekali."
mereka hanya tersenyum dan saling bertatapan. siapa sebenarnya siswa baru itu.
-------***-------
dear sahabat,
terkadang kita harus memilih
antara yang baik untuk diri sendiri tapi menyakiti hati orang lain dengan
hati kita yang tersakiti tapi baik untuk orang lain
kalau kalian pilih yang mana???
__ADS_1