
Pagi yang cerah... secerah hatiku *_*
hari ini sekolah di liburkan karena sekolah di buat tempat tes CPNS. ku buka korden dan jendela kamar, di halaman terlihat kedua sahabatku puji dan nur yang sedang menungguku. Ya... pagi ini kita akan joging di sekitar komplek aja. aku langsung keluar kamar dan menghampiri mereka.
"Wah... nampak wajah yang sumringah ne hehehe...." celetuh puji.
"yups.... pagi ini secerah hatiku." ungkapku pada mereka.
mereka tertawa sambil berlari-lari kecil. sampai di taman kita melihat rina dan riski sedang duduk berhadapan dan rina menangis. apa yang sedang terjadi? kita menghampiri mereka dan mereka pun terkejut melihat kita.
"kalian? sejak kapan ada disini?" ujar rina gugup
"barusan kok. kamu kenapa, rin? dari kemaren kita lihat kamu nangis terus. ada apa sih sebenarnya? kalian gak lagi sembunyikan sesuatu kan?" tanya nur sambil menatap rina.
"enggak kok, gak ada apa-apa."
"rin, kamu bohongin kita kan? gak mungkin kalau kamu baik-baik aja sekarang. sebenarnya ada apa?" ucapku padanya.
__ADS_1
"a...aku.... " rina seperti orang bingung.
"rina sebenarnya hamil." ucap riski. kami terkejut mendengarnya.
"a...apa? beneran rin? kamu hamil ma siapa?" puji menggoyang-goyangkan badan rina.
"a...aku..." rina memeluk kita dan menangis.
"aku mohon sama kalian, jangan bilang-bilang ke ortuku. aku takut mereka marah dan ngusir aku dari rumah. kalian janji ya?"
kita melepaskan pelukannya dan aku menatap rina sambil memegang tangannya.
"aku... aku yang sudah ngelakuin semua ini. aku...." plassss tak sempat riski menyelesaikan ucapannya, tanganku sudah mendarat di pipi kanannya.
"tega kamu ya...! sampai hati kamu ngelakuin ini ke rina. pria macam apa kamu? aku gak nyangka sejahat ini kamu ke dia." puji dan nur menarikku.
"cukup!!! jangan salahkan riski. aku juga salah. kita melakukan ini karna saling cinta." aku gak nyangka rina bakal ngelakuin hal ini.
__ADS_1
"apa??? karna cinta. ini bukan cinta, rin. tapi nafsu. kalian gak bisa ngontrol nafsu kalian." tungkas nur
"kalau sudah kanyak gini, siapa yang nyesel? kalian kan? kita gak mau bantu kalian. silahkan kalian tanggung sendiri akibatnya." tambah puji
"aku mohon kalian jangan kanyak gini ke aku. aku butuh kalian, aku tau perbuatanku ini sudah keterlaluan." rina menangis sejadi-jadinya. aku hanya menggelengkan kepala dan tetap gak percaya dengan semua ini.
"mia... kamu mau kan bantu aku?" rina memegang tanganku erat. ku coba lepaskan tangan rina dan ku tatap tajam kedua matanya.
"rin, aku gak nyangka ya kamu sampek lakukan hal ini. hal yang paling Allah benci. kamu tu udah berbuat zina dan yang akan menanggung dosamu kelak ayahmu. Ayah yang selalu banggain kamu, ayah yang selalu kerja keras buat kamu. dan kamu riski, kenapa gak mikir dulu sebelum lakukan hal ini? aku kecewa ma kalian." aku nangis dan pergi meninggalkan mereka, yang di ikuti puji dan nur yang juga pergi ninggalin mereka.
hatiku merasa kasian pada rina tapi di lain sisi, aku benci dengan yang mereka lakukan. ada apa dengan mereka? kenapa tidak berfikir panjang sebelum lakukan hal ini???
-------***-------
dear sahabat,
cinta memang membutakan segalanya.
__ADS_1
tapi jangan sampai nafsu berada di antara cinta kalian.
so... jangan lakukan hal aneh dengan beralaskan CINTA