Best Friend Forever

Best Friend Forever
"SUDAH WAKTUNYA"


__ADS_3

aku gak ngerti, kenapa mia menangis?? apa dia sedang ada masalah? kemana sahabat-sahabatnya? bukankah, mereka selalu bersama? aku bingung dengan semua ini, lebih baik aku ke ruang kepala sekolah karna sebentar lagi bel berbunyi.


Tet.... Tet.... Tet....


aku bersama bapak kepala sekolah, menuju kelas baruku. setelah sampai, aku terkejut karna aku harus satu kelas dengan mia dan sahabat-sahabatnya.


aku memperkenalkan diriku dan aku duduk di bangku sebelah mia tapi besebrangan. aku menoleh ke arahnya tapi dia tak melihatku sama sekali.


beberapa jam kemudian, bel berbunyi tanda istirahat. setelah guru yang mengajar di kelas keluar, para siswa pun berhamburan keluar. ku hampiri meja ke empat sahabat itu


"kalian gak ke kantin?"


"kita kenyang.... kamu gak ke kantin?" nur malah balik tanya ke aku.


"enggak, tdi aku udah sarapan di rumah. emh.... kalian lagi gak ada masalahkan?" mia menatapku tajam sambil tertawa sinis.

__ADS_1


"pintar banget kamu nutupin semua ini. se akan-akan tidak ada yang terjadi di antara kamu dan rina. kamu pantes jadi pemeran utama." aku bingung dengan apa yang mia katakan.


"maksudmu apa, mia? aku gak ngerti ma yang kamu katakan."


"ow... belagak gak tau. kemana saja kamu selama ini, gak ada kabarnya buatku? tapi kalau buat rina, kamu ngabarin bahkan kamu sampek pergi ke rumahnya. apa salahku? sampai kamu dan rina tega nyakitin aku? kamu pacaran ma rina di belakangku, yang saat itu aku masih pacarmu. apa itu bukan selingkuh namanya? kenapa kamu tidak berterus terang saja kalau kamu mau putus ma aku. setega ini kamu nyakitin aku? aku nungguin kamu, bahkan aku gak buka hatiku buat orang lain cuma karna kamu."


mia begitu marah padaku, sekarang mia sudah tau segalanya.


"ka...kamu tau dari siapa?"


"aku yang mengatakan semua ini. karna aku udh g kuat buat menutupinya lagi. tiap kali kita mau ketemu, kita harus ngumpet-ngumpet." ternyata rina yang mengatakan semuanya? aku gak percaya kalau dia sudah mengatakannya.


"cukup!!! kalian tidak perlu menyalahkan satu sama lain. nasi sudah menjadi bubur. aku cuma gak nyangka aja, kalian begitu teganya ke aku. apa salahku selama ini?" mia menangis dan petgi meninggalkan kami. nur dan puji pun ikut pergi, mereka menyusul mia. aku menatap rina yang juga menangis. ku hampiri dan aku mencoba menenangkannya.


"sudahlah, mungkin ini sudah saatnya mia tau. kamu jangan merasa bersalah ya... kita akan coba jelaskan pada mia dengan cara pelan-pelan."

__ADS_1


"iya.... aku yakin kok kalau mia pasti maafin kita. dia kan orangnya gak suka dendam ke orang lain. apa lagi aku udah sahabatan lama banget ma dia."


aku mengusap-usap punggung rina. ini bukan hanya salah rina tapi salahku juga. aku yang sudah suka sama sahabatnya sendiri. maafkan aku, mia. sudah menghancurkan persahabatanmu dan kepercayaanmu kepadaku.


-------***-------


dear sahabat,


kalau kamu pilih mana antara pacar ma sahabat???


sebenernya sama-sama penting yah...


tapi coba fikir sebelum kamu dapet pacar pasti kamu sudah lebih dulu punya sahabat kan?


susah, senang kalian lewati sama-sama. udah kanyak saudara rasanya.

__ADS_1


kalau persahabatan kamu hancur karna pacar kamu. apa yang akan kamu lakuin? meninggalkan pacar kamu demi sahabat kamu atau ninggalin sahabat kamu demi pacar kamu???


yuk....yang punya jawaban, isi di kolom komentar ya *_*


__ADS_2