Best Friend Forever

Best Friend Forever
*ENTAH*


__ADS_3

Hari yang cerah, mia sudah terbangun dari tidurnya. hari ini, mia tidak bersemangat. badannya terasa capek untuk melangkah ke kamar mandi.


"males banget yang mau ke sekolah. aku gak siap buat ketemu ma puji."


ya.... setelah mia ambil keputusan kemarin, rencananya puji akan mempertemukan mia dengan kak emil sepulang sekolah. karna hari ini sekolah pulang pagi.


Tok...Tok... Tok


"mia.... bangun nak sudah pagi. di luar ad nur m rina datang." ibu mengetuk kamar mia sambil memberitahu bahwa ada sahabatnya yang sedang menunggu dirinya.


"iya, bu. tunggu sebentar, mia mau mandi dulu."


setelah mandi dan memakai seragam, mia bergegas menemui kedua sahabatnya.


"maaf ya udah nunggu lama." mia menyapa kedua sahabatnya.


"gak papa kok, mia. lagian ini masih pagi." jawab nur sambil tersenyum kecil.


"yuk, berangkat. ibu, mia berangkat dulu ya... Assalamualaikum." ajak mia kepada kedua temannya dan tidak lupa mia berpamitan kepada ibunya sambil mencium punggung tangan ibunya.


"waalaikumsalam, hati-hati di jalan ya kalian bertiga."


mereka hanya melempar senyuman pada ibu mia.


mereka berjalan menuju ke halte bis karna jarak antara rumah mia ke sekolah agak begitu jauh. di tengah perjalanan menuju halte bis, mereka mengobrol.


"mia, apa bener lok kamu katanya mau jadi pacarnya kak emil?" tanya rina


"i...iya, rin. aku gak tau apa keputusan yang ku ambil ini bener apa salah. aku bingung." mia nampak memperlihatkan wajah khawatirnya.


"mia, kamu memang sahabat yang paling baik. kamu rela menderita demi sahabatmu. yang belum tentu sahabatmu akan berbuat seperti itu kalau kamu ada di posisi saat ini." rina memeluk erat mia.


"kita akan selalu bersamamu jika suatu saat nanti terjadi sesuatu sama kamu. kita akan lewati bareng-bareng masalah ini." tungkas nur dan mereka pun berpelukan. tak lama kemudian, mereka sampai di halte bis dan bis yang akan mereka tumpangi baru tiba. merekapun segera naik ke dalam bis tersebut.

__ADS_1


tak lama kemudian, mereka sampai di depan sekolah. mereka, masuk dan menuju kelas mereka dengan berjalan beriringan. di dalam kelas ada puji yang sedang menunggu kedatangan mia dengan muka yang berseri-seri.


"kanyaknya, ada yang lagi seneng nih." rina mulai membuka pembicaraan.


puji menatap rina sambil tersenyum kepadanya "iyalah rin, aku seneng banget hari ini. soalnya ntar pulang sekolah, prik ma kak emil mau kesini. mau jemput aku sekalian kak emil mau ngomong sesuatu ke mia."


"ooo gitu. oya, ji seandainya kamu ada di posisi mia. apa kamu juga bakal ngelakuin hal kanyak mia?" tanya rina sinis. mia langsung mengalihkan pembicaraan. "udahkah rin. oya ji, ngomong-ngomong mau ketemuan dimana?"


"prik bilang sih kita ntar di jemput di sekolah pas kita akan di ajak jalan-jalan ke suatu tempat ntar kak emil ngomongnya di tempat itu ma kamu."


"memangnya gak bisa ya kalau ngmong di depan sekolah aja? soalnya aku belum ijin k ibu."


"iya, bener katanya mia mending ngomongnya di depan sekolah aj." tungkas nur sambil meyakinkan puji tapi puji malah kekeh ma keinginannya.


"ya gak bisa lah soalnya ini kan hal spesial yang mau di omongin."


nur dan rina hanya menggelengkan kepala, mereka gak ngerti ma jalan pikirannya puji.


beberapa menit kemudian bel tanda masuk berbunyi


dan pelajaranpun di mulai.


2 jam kemudian.... bel pulang pun berbunyi, para siswa dan siswi pun berhamburan keluar dari kelas. ada yang langsung menuju parkiran dan ada yang langsung keluar dari sekolah.


deg....


deg....


deg....


denyut jantung mia tiba-tiba berdetak dengan cepat.


"apa yang terjadi? kok aku kanyak gini?" (gumam batin nia)

__ADS_1


ketiga sahabatnya membuyarkan lamunan mia...


"woy.... mikir apa kamu mia?" tanya nur.


"pasti gugup ya yang mau ketemu ma kak emil?" gurau puji.


mia hanya mengernyittkan dahinya dan tersenyum kecil ke puji.


"nur ma rina ikut kita juga kan?" tanya mia.


"iya, mereka ikut cuma sampai depan pagar sekolah." puji tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal.


merekapun berjalan menuju depan pagar sekolah dan disana ada dua cowok yang udah nungguin mereka dengan tetap duduk di atas motornya.


deg.... deg....


deg.... deg....


deg.... deh....


detak jantung mia pun tak terkontrol. dia semakin gugup dan keringat dinginpun mulai membasahi mukanya.


apa yang akan terjadi?????


-------***-------


dear sahabat,


hatiku tercambuk ketika aku harus melakukan hal yang tidak ku inginkan


tetapi aku tutupi semua ini dengan senyuman kecilku


karna aku tak mau kau tau

__ADS_1


bahwa hatiku saat ini sedang sakit


__ADS_2