Best Friend Forever

Best Friend Forever
"RINDU"


__ADS_3

sebulan sudah aku deket dengan kak emil tapi aku masih belum mengatakan kalau aku sayang dia. hari-hariku penuh warna bersamanya, aku juga gak canggung lagi deket ma dia. orangnya dewasa banget dalam hadapin masalah. pulang sekolah, dia mau jemput aku katanya buat ngeranyain 1 bulan jadiannya kita.


Tet... Tet... Tet... bel tanda pulang sekolah berbunyi. para siswa berhamburan keluar. aku dan ketiga sahabatku jalan beriringan


"kamu mau jalan ma kak emil ya?" tanya rina


"iya, rin. soalnya sekarang pas sebulan kita jadian. yah... walaupun dulu jadiannya tanpa dasar cinta sih." sahutku sambil mengangkat bahu sedikit.


"tapi lok sekarang cinta kan?" nyinyir puji


aku hanya bisa tersenyum.


"eh, kita duluan ya mia. tu udah di tungguin ma kak emil." ucap nur sembari mengarahkan tangannya ke kak emil.


"ya udah, hati-hati ya kalian." aku melambaikan tangan pada mereka dan segera menghampiri kak emil.


"Assalamualaikum...." kak emil terkejut ketika melihat aku sudah ada di dekatnya.


"Waalaikum salam. kamu ni ngagetin aja."


"lagian kak emil konsen banget lihatin handphone. mangnya lagi chat ma siapa sih?" tanyaku penasaran


"em... kepo ya???" ledek kak emil sambil mencubit pipi kiriku


"gak kepo kok... gak di kasih tau juga gak papa." ketus aku kesel


kak emil malah ketawa lihat aku kesel.


"udah jangan marah ntar hidungnya tambah mundur loh."


ih... kak emil beneran ngeselin deh, aku tambah kesel ma kak emil

__ADS_1


"udah jangan marah. yuk, jalan tapi mampir kesekolah tempat aku ngajar dulu ya. soalnya barusan pak kepsek chat minta datanya murid yang terbaru."


ow... ternyata kak emil chat ma pak kepsek kirain ma cewek lain. eish... kenapa aku cemburu ya? apa aku bener-bener sudah jatuh cinta ma pak guru ngeselin yang satu ne?


lamunanku di buyarkan ma kak emil.


"masih mau berdiri disitu aja ne?"


"hehehe maaf kak. helmnya mana?"


kak emil tarik tanganku dan memasangkan helm di kepalaku. deg... jantung ne berdetak cepet.


"udah... yuk naik ntar keburu sore."


aku menganggukkan kepala dan segere bonceng ke kak emil.


"pegangan ntar jatuh!"


di perjalanan menuju kesekolah kak emil


"gimana tadi sekolahnya." tanya kak emil


"ya seperti biasa kak. tapi pelajaran akuntansinya lumayan susah."


"belajar yang rajin biar cepet lulus ntar lok dah lulus ku pinang kau dengan bismillah." sambil tersenyum kak emil.


aku juga tersenyum dalam hatiku "insyallah kalau kita berjodoh."


tak berapa lama sampai di tempat kak emil ngajar.


"yuk, masuk." ajak kak emil sambil menggandeng tanganku. semua mata tertuju pada kita, apa lagi pas masuk di ruang guru. mereka semua menatapku dan seorang pria bertanya ke kak emil.

__ADS_1


"siapa tu, mil? tunanganmu ya?" sambil melempar senyum kepadaku.


"insyallah... do'akan aja sob." sahut kak emil.


ih... kak emil ngapain masih pegang tangan aku padahal aku udah risih dengan tatapan semua orang di ruangan ini.


"kak... bisa lepasin tanganku gak? aku malu ni di lihatin banyak orang." bisik aku


"jangan ntar kamu hilang di culik orang." kak emil masih aja bercanda


"serius kak. aku beneran gak enak ne."


"udah, jangan dilihat mereka. anggap aja gak ada orang disini cuma kita berdua." sambil sibuk mengetik di laptop pakek tangan satu soalnya tangan satunya tetep gandeng tanganku.


aku hanya bisa terdiam duduk di dekat kak emil yang sambil terus memegang tanganku.


"dah... selesai. yuk, ikut keruangan pak kepsek."


"enggak ah kak. aku tunggu disini aja." pintaku sambil mencoba melepas genggaman tangan kak emil.


"ya udah. kamu tunggu disini dulu, jangan kemana-kemana aku cuma bentar."


aku hanya mengangguk dan menuruti kata kak emil.


-------***-------


dear sahabat,


teringat kata-katanya "ku pinang kau dengan bismillah"


Ya Allah hati ini meleleh mendengar yang dia ucapkan.

__ADS_1


Semoga kelah ucapan itu terjadi karena ucapan itu sama dengan do'a


__ADS_2