
dan sampailah keempat sahabat itu di dua laki-laki yang sudah menunggu mereka.
"hai, mia. gimana kabarmu? lama gak ketemu ya." kak emil bertanya pada mia sambil tersenyum manis dan menatap mia begitu dalam.
"ehem.... kok cuma mia yang di tanyain? perasaan kita berdua juga udah lama gak ketemu ma kak emil." sahut rina sambil menatap emil dengan pandangan lain.
"eh... rina, gimana kabarnya? lok ma nur aku sering ketemu pas ada tugas ke daerah rumah nur. iya kan nur?"
nur hanya tersenyum.
"ya udah, aku ma nur balik duluan ya. Mia... hati-hati ya." rina dan nur berpamitan lalu pergi meninggalkan mereka.
"yank... yuk naik ntar keburu sore lagi." ajak prik ke puji dan puji menganggukkan kepalanya.
"mia, kamu boncengan ma kak emil ya." perintah puji ke mia. mia hanya terdiam dan langsung bonceng ke kak emil. mereka pun melaju motornya dan menuju ke suatu tempat.
di tengah perjalanan
"mia daritadi kok diem terus? kenapa? malu ya sama aku?" sambil tertawa kecil kak emil bertanya ke mia.
"mi.... mi... mia gak papa kok kak. cuma mia kepikiran aja soalnya tadi belum pamit ke ibu." mia sambil memegang behel motor kak emil dengan erat.
"ow.... nantik di telfon aja ibu pas udah nympek ke tempat yang kita tuju."
"emangnya, kita mau kemana sih kak? kok jalannya kanyak yang asing buat mia."
__ADS_1
"mia tenang aja. aku gak bakal bawa kabur kamu." sambil tertawa kecil
(dalam batin mia)
"Ya Allah.... mia mau di bawa kemana? mia takut. lindungi mia Ya Allah."
tak beberapa lama kemudian, mereka sudah sampai ke tempat yang mereka tuju. dan di tempat itu ada gapura yang bertuliskan "Selamat Datang di Sampean Baru"
mereka pun langsung parkir motor dan berjalan kaki masuk ke dalam. setelah sampai di dalam, Mia takjub dengan pemandangan yang mia lihat.
"Subhanallah.... indahnya ciptaanMu Ya Allah." gumam mia
"kamu suka sama pemandangannya?" tanya kak emil
"iya, mia suka. mia udah lama gak pernah lihat pemandangan sebagus ini." mia tetap menatap pemandangan yang buat dia takjub. dan seketika itu kak emil megang tangan mia. sontak, mia langsung terkejut karna tangannya sudah di pegang kak emil. mata kak emil menatap dalam ke mia dan....
jantung mia berdegup kencang.
"perasaan apa ini Ya Allah? apa ini dosa Ya Allah?" ( dalam hati mia ).
sambil menatap mia dan memegang tangannya kak emil mulai berbicara
"mia... sebenarnya aku bawa kamu kesini karna ad sesuatu yang mau aku omongin."
mia hanya terdiam dan menatap emil.
__ADS_1
"dari awal aku ketemu ma kamu. aku sudah jatuh hati ma kamu. walaupun aku tau umur kita terpaut jauh. aku sayang sama kamu, mau gak kamu jadi pacar aku?"
mia tidak bisa berkata apa-apa karna dia sudah janji pada puji kalau dia mau jadi pacar kak emil. gak mungkin kan dia gak tepatin janjinya.
"mia.... mia... mia..." kak emil membuyarkan lamunan mia.
"kamu kenapa? kamu mau kan nerima aku?"
"mi... mi..mia mau kak emil tapi mia harap kak emil lebih mengenal sifat mia dulu begitupun mia. mia masih belum mengenal sifat kak emil semuanya." mia gemetar menjawab pertanyaan emil.
"aku tau kok. kita jalanin aja dulu, aku juga ingin kamu tau sifatku lebih dalam lagi." sambil tersenyum dan mengelus pundak mia secara halus.
"makasih ya kak." mia membalas senyuman kak emil.
-------***-------
dear sahabat,
aku tidak mengerti perasaanku sendiri.
orang yang ku anggap sudah memaksa perasaanku untuk mencintainya ternyata aku juga mencintainya karna ketulusan dan kelembutannya.
NB ;
~ kak emil dan prik sudah kuliah. mereka kuliah di STAI tetkenal di kotanya. jadi usia mereka terpaut 5 tahun.
__ADS_1