
aku terus berlari meninggalkan kak emil yang tengah berdiri mematung melihatku. dan di jalan aku ketemu nur yang sedang mengendarai motor.
"mia.... mia..." nur menghentikan motornya dan memanggilku.
"nur..." aku memeluk nur erat dan menangis dalam pelukannya.
"ada apa, mia? kenapa kamu nangis?" menatapku penasaran.
"a...aku...aku..." aku tak kuasa untuk menceritakan semua. nur mengajakku kerumahnya dan tak berapa lama, aku dan nur sampai dirumah yang sederhana tapi terasa hangat suasananya.
"yuk masuk. ibu ma ayah lagi gak ada di rumah. mereka jenguk nenek di rambipuji dan besok sore baru pulang. gimana lok kamu nginep disini aja ntar aku yang nelfon ke ibumu." nur menatapku dan menarikku masuk ke dalam rumahnya. dia juga menyuruhku untuk berganti pakaian di kamarnya dan dia menelfon ibu untuk minta ijin aku nginep disini. aku merasa lelah dan aku merebahkan tubuhku di tempat tidur nur, aku menatap ke langit-langit kamar. aku mencoba melupakan hal yang terjadi tadi siang. dan tiba-tiba nur masuk ke dalam kamar, merebahkan tubuhnya juga di sampingku.
"mia, sebenarnya ada apa? bukannya tadi kamu jalan ma kak emil? apa dia udah berbuat hal yang gak sopan ke kamu?" nur menatapku dalam. dan seketika itu air mataku menetes lagi. nur memelukku....
"maafkan aku kalau pertanyaanku buat kamu nangis. aku bener-bener minta maaf."
"nur... kak emil udah nyakitin aku, dia udah bohongin aku. apa salahku nur? sebenci itukah dia denganku?"
__ADS_1
nur melepaskan pelukannya, dia memegang tanganku.
"apa yang sebenarnya telah terjadi mia? sampai kamu menangis seperti ini? ceritakan semua padaku."
"kak emil sudah punya tunangan nur."
"ap...apa?? kenapa puji tidak bilang dari awal kalau kak emil punya tunangan? sampai hati puji jodohkan kamu dengan orang seperti itu!"
"ini semua bukan salah puji dan puji tidak tau kalau kak emil sudah bertunangan." aku mencoba menyakinkan nur.
"kak emil lakukan ini ke aku karna aku lama membalas cintanya." aku terus menangis sampai suaraku parau.
"pria macam apa itu? dia gak pantas di panggil kakak, dia itu b******k. sampai setega itu nyakitin kamu." nur semakin marah kepada kak emil
"dia juga bilang kalau dia tidak cinta dengan nada, dia di jodohkan sama mamanya." nur kaget ketika aku menyebut nama nada.
"nada?"
__ADS_1
"iya, nama tunangan kak emil nada."
"nada saudaranya rina? yang baru datang dari l*****ng itu?"
"aku gak tau nada itu orang mana. yang aku tau sekarang dia tunangan kak emil." aku gak tau banyak soal si nada tapi nur bilang dia saudaranya rina, entahlah yang bisa aku lakukan sekarang hanya menangis.
"sudahlah mia, jangan menangis terus ntar air matamu habis. jangan pikirin dia lagi. soal si nada ntar aku tanya ke rina." aku hanya mengangguk dan nur mengusap air mataku pelan.
aku gak tau lagi mesti gimana. aku harus belajar lupakan dia. Dia yang sudah mengisi hati dan hari-hariku sebulan ini. aku merasa lelah dengan apa yang terjadi selama ini. aku takut mencintai dan aku juga takut di cintai.
-------***-------
dear sahabat,
seseorang akan bertemu dengan orang yang salah lebih dulu baru setelah itu akan bertemu dengan orang yang tepat.
orang yang benar-benar mencintaimu karna dia adalah imammu kelak.
__ADS_1