Best Friend Forever

Best Friend Forever
"TETAP yang DULU"


__ADS_3

ups.... hampir aja, aku ke ceplosan. kalau sebenarnya, aku masih sayang ma kak emil. aku gak ngerti, kenapa perasaan ini masih sama meskipun dia udah nyakitin aku. tapi aku takut untuk berpacaran lagi. aku takut kehilanganmu, takut dia bosan dan yang paling aku takutkan adalah takut di tinggalkan. aku gak mau di tinggalkan untuk kedua kalinya. rasanya gak sanggup.


"mia....." kak emil membuyarkan lamunanku.


"ehm.... maaf kak."


"lagi ngelamunin apa? pasti aku ya??" dengan nada begitu PD nya.


"apaan sih, kak. wong, aku gak lagi ngelamun kok."


"ow.... gak ngelamun tapi di ajak ngomong gak jawab-jawab."


"emangnya kak emil ngomong apa?" kak emil gak ngejawab, malah minum jusnya..


"o iya, kak emil ngapain mau ketemu aku? sampek nyamperin ke sekolah?"


kak emil tersedak, ketika aku menanyakannya


"eng.... em.... " garuk-garuk kepala serasa sangat gatal.


"eng... apa kak? kok kanyak yang salah tingkah?" godaku padanya


"ya.... aku, cuma pengen ketemu kamu dan pengen tau kabarnya aja."


"bukan karna kangen aku kan?" aku tersenyum sambil menatapnya tajam.


"kenapa kalau kangen? kamu kan gak ada yang memiliki jadi gak ada yang marah. iya kan?"


"kata siapa aku gak ada yang memiliki?"

__ADS_1


"jadi kamu udah punya pacar baru?" aku tertawa melihat wajah kak emil.


"loh.... malah tertawa ini."


"habisnya, muka kak emil lucu lok lagi penasaran." kak emil, memalingkan mukanya dariku.


"iyalah, kak. aku ini udah milik Allah & ibuku." aku terkekeh


"ow.... kalau itu sih, aku udah tau dari dulu. oh iya, gimana kabar hubungannya puji ma prik? soalnya prik udah jarang ke rumah."


"hubungan mereka baik-baik aja kok. katanya sih pas lulus sekolah, puji ma prik mau tunangan."


"syukurlah kalau baik-baik saja. kamu kapan tunangannya?"


aku tertawa kecil "boro-boro mau tunangan, calonnya aja gak ada."


"mia.... aku tau kalau selama ini, aku udah nyakitin kamu. tapi aku berharap, kamu mau balikkan ma aku lagi. aku janji gak akan buat kamu meneteskan air mata lagi."


"kak, janji itu gampang di ucapkan ma semua orang. aku gak butuh janji tapi bukti."


"aku bakal buktikan itu. jadi kamu mau kan jadi pacar aku lagi?"


aku menghela nafas panjang dan menghembuskannya pelan.


"aku minta waktu untuk berfikir, kak. karna aku gak bisa langsung jawab. aku trauma dengan semua kejadian yang udah aku alami."


"aku tunggu jawabanmu besok."


kak emil ngelepas tanganku pelan. aku gak tau harus jawab apa. rasanya aku takut untuk tersakiti lagi.

__ADS_1


setelah obrolan tadi, kami pulang dan aku di antar sampai rumah.


"makasih, ya kak." kak emil hanya tersenyum.


"dan makasih juga, kakak udah buat aku tersenyum dan tertawa hari ini."


"iya sama-sama. aku juga, makasih. karna kamu udah mau ketemu aku lagi. ya udah, aku langsung pulang. kamu istirahat, jangan lupa jawabannya besok." aku hanya mengangguk dan kak emil tersenyum sambil pergi meninggalkanku. aku masuk ke dalam rumah dan di ruang tamu sudah ada ibu.


"ibu?" aku memcium punggung tangannya. ibu menyuruhku duduk di sampingnya.


"nak, kamu balikan lagi sama emil?" aku kaget ketika ibu bertanya soal itu


"enggak kok buk. tadi kak emil ke sekolah terus kita ngobrol di cafe."


"kalau seandainya, kamu balikan ma dia. ya, ibuk gak masalah. hanya ibuk mengingatkan saja. jangan sampai air mata anak ibuk, menetes lagi."


"udah, ibuk tenang aja. kalau mia mang balikan, ya mia pasti cerita ke ibu."


"ya udah kalau gitu. masuk kamar dan cepet ganti baju. ibu, tunggu di meja makan." aku hanya mengangguk, ternyata ibuk khawatir memikirkan aku.


aku harus bagaimana sekarang?? menerima kak emil lagi atau tidak???


-------***-------


dear sahabat,


ketika orang tua memberikan kepercayaan kepada kita.


janganlah, sekali-sekali kau menghianatinya.

__ADS_1


__ADS_2