Bingkai Lara

Bingkai Lara
Hari Penyiksaan


__ADS_3

“Karena keluarga lo buat keluarga gue hancur.”


Apa? Kenapa lagi dengan keluarga Ferrour? Apa hubungan keluarga Ferrour dengan keluarganya Sarah?


“Ha?” kataku dengan nada pertanyaan. Aku terkejut dan juga tak percaya dengan ucapan Sarah.


“Papa gue jatuh cinta sama mama lo, tapi mama lo sama sekali ngga cinta sama papa gue. Jadi, suatu hari, papa gue ngelakuin apapun supaya bisa ngedapati mama lo. Sampai, papa dan mama gue cerai. Papa gue sekarang emang sudah sadar kalau cinta tak bisa dipaksa. Tapi, itu ngga ngerubah nasib gue yang broken home ini. Gue ngga pernah dapat kasih sayang yang lebih dari kedua orangtua gue. Semua karena ulah mama lo yang buat papa gue buta karna cinta,” kecamnya.


“Sarah, sebelumnya aku minta maaf atas nama mamaku. Tapi, cinta ngga bisa dipaksa. Orangtua kamu berpisah, itu sudah takdir dari Tuhan. Kamu harus kuat menghadapi hidup yang sul –aw.”


Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, lagi-lagi pipiku ditampar. Wajah Sarah semakin memerah, Sarah sangat marah.


“Diam lo! Ga usah nyeramahi gue.” Tangannya tergepal. Sarah benar-benar marah sekarang. Apa aku sudah membancing harimau bangun?


“Aaaaaaaaw….” Aku meringis kesakitan saat tangan Sarah menjambak-jambak rambutku. Rasanya seluruh rambutku sudah terlepas dari kulit kepala, botak. Benar-benar sakit, sampai aku tak bisa berteriak lagi. Reina dan


teman-temannya yang lain hanya memandangi kami dengan penuh tawa. Mereka seperti habis melihat pertunjukkan yang begitu seru.


Sampai suara yang berbunyi dari kantung seragam Sarah berhasil membuat Sarah melepaskan tangannya dari kepalaku. Sarah meraih ponselnya, lalu mengangkatnya.


Aku tak tahu, apa yang diomongi Sarah dengan orang di balik ponselnya, namun dari wajah yang ditunjukkan Sarah, ia begitu cemas. Tak tahu apa yang terjadi padanya.


“Gue pamit pulang dulu, lo urus ini orang. Jangan sampai dia kabur!” perintah Sarah yang dibalas anggukan dan kata ‘siap’ oleh teman-temannya. Lalu setelah itu, Sarah pergi dengan terburu-buru.


---o0o---


Tepatnya, sudah tiga hari aku terkurung di dalam gudang ini. Tanpa mandi, dan hanya mendapat makanan sisa-sisa. Seperti pemulung yang biasanya dipinggiran jalan. Malamku kadang hanya ditemani oleh tikus-tikus gudang. Aku tidak takut dengan binatang-binatang itu. Seperti sudah biasa berteman dengan mereka.


Ponsel dan juga tasku, semuanya diambil mereka. Tak tahu entah di mana mereka menyembunyikan semua barang-barangku.

__ADS_1


Sepanjang hari di sini, aku hanya mendapatkan siksaan yang bertubi-tubi. Mereka tidak pernah puas menyiksaku, tidak punya hati. Mereka sudah membuat rambutku hampir botak, tubuh lebam di mana-mana juga sudah tercetak. Kali ini apa lagi yang akan mereka perbuat?


Pintu gudang terbuka, menampakkan sekumpulan orang-orang penyiksa yang sudah datang. Aku sangat ketakutan. Apakah aku akan mati di hari ini?


“Nah!” Bella melemparkan tumpukkan kertas foto tepat di depan wajahku. Kuraih benda itu yang sudah jatuh ke lantai. Kulihat foto-foto yang ada di dalamnya. Menyakitkan! Sungguh menyakitkan. Aku melihat kumpulan foto Defa dan Sarah yang sedang bermesraan.


Apa hatinya beranjak pergi setelah aku tak ada di sisinya lagi?


“Gue sama Defa udah pacaran. Jadi, lo ikhlas ya.” Senyum sinis tersungging di bibir tipis Bella.


Aku menangis, menumpahkan semua kesedihan dari keadaan yang begitu tragis.


“Dasar cengeng. Udah lebih baik lo mati aja. Lo ngga ada gunanya juga,” kata Sarah membentak.


Mungkin ucapan Sarah ada benarnya juga. Lebih baik aku mati saja. Aku juga sudah tak bisa menangis lagi, seakan air mataku sudah habis.


Aku berteriak histeris, kemudian kujambak rambutku hingga kulit kepalaku mengeluarkan warna merah yang kental. Mungkin saat ini kepalaku sudah benar-benar botak. Kulirik ke kanan dan ke kiri, mencari benda yang mungkin bisa membuatku tenang. Akhirnya aku menemukan potongan beling kaca. Kusayat tanganku, hingga mengeluarkan darah yang begitu banyak.


Aaah… Aku lelah. Seluruh tubuhku melemah, dan akhirnya aku tak sadarkan diri. Mungkin, karena darah yang keluar dari seluruh tubuhku sangatlah banyak.


---o0o---


Saat ini aku sudah sadar, tapi aku tak tahu ini berada di mana. Rasanya aku tak mampu untuk membuka mataku, namun pendengaranku masih jelas. Aku mendengar ada suara isak tangis yang tak jauh dari tempatku berada. Suara itu seperti tak asing lagi bagiku. Seperti suara tangis mama dan ibu.


“Kayla, bangun, Sayang.”


“Samatha, bangun.”


Mama dan Ibu mengguncang-guncang tanganku. Menyuruhku untuk segera bangun. Aku ingin bilang ke mereka kalau aku baik-baik saja, tapi apa daya, aku tak sanggup. Jangankan buat ngomong dan membuka mata, buat menggerakkan tangan saja sangat sulit.

__ADS_1


“Maaf, Bu, sepertinya melihat kondisi Kayla saat ini tak memungkinkan untuk ibu di sini terlalu lama,” ucap salah satu dokter atau perawat. Aku tak tahu. Tapi intinya, itu suara laki-laki yang menyuruh ibu dan mama pergi meninggalkankanku.


Air mataku mengalir. Rasanya aku tak ingin ditinggal sendiri lagi. Aku takut, sangat takut. Aku butuh ke empat orangtua saat ini.


Jangan pergi! Jangan tinggali aku lagi! Jangaaan!


“Jangan.” Tanpa sadar, ucapan yang dari tadi tak bisa keluar akhirnya keluar juga.


Ibu dan mama yang tadinya sudah berjalan meninggalkan ruangan ini, kembali lagi mendekatiku.


“Kamu sudah bangun?” kata mereka secara bersamaan.


Aku berusaha keras membuka mataku, untungnya perjuanganku tak sia-sia. Mataku bisa terbuka.


Mereka langsung memelukku secara bersamaan, lalu melepaskannya.


“Kami senang kamu sudah sadar lagi.”


“Kenapa kalian bisa ada di sini?”


Ya, aku sebenarnya bingung. Seingatku, tadi aku berada di dalam gudang bersama dengan Sarah, Bella dan anggota R Girl lainnya. Lalu apa kaitannya dengan ibu dan mama?


“Defa dan Nacha yang membawa kamu ke sini,” kata mama membuka suara.


“Ha?”


“Mereka tahu kalau selama ini kamu menghilang, pasti ada kaitannya dengan Bella. Makanya mereka menyelidiki, dan tadi mereka mengikuti Bella dan teman-temannya ke tempat kamu di kunci.”


“Tapi, kenapa mereka bisa curiga sama Bella, Ma?”

__ADS_1


---o0o---


Minta like dan komen serta rate 5 aja udah cukup kok. Kalau di tambah vote, itu sudah bonus hehe....


__ADS_2