Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 1


__ADS_3

Pagi ini Angela yang merupakan seorang perempuan single usia 25 tahun harus bergegas menuju kantor setelah menerima telpon dari Kepala Divisinya Pak Andi terkait demo masyarakat disekitar lokasi Tambang Batubara milik Putra Jaya Group, tempat Angela bekerja selama 3 tahun sebagai staf di Divisi Resolusi Konflik.


Tidak ada pilihan lain selain memacu sepeda motor matic warna merah yang dia gunakan sebagai alat transportasi andalannya untuk bekerja. Dengan memakai sepeda motor Angel dapat sedikit menghindari kemacetan dan bisa sampai di Kantor sesuai dengan perkiraannya.


Begitu sampai di kantor, Angela segera memarkir kendaraannya ditempat biasa dan sedikit berlari menuju ruangannya. Walau jam masih menunjuk angka tujuh lewat lima menit dan kantor masih terasa sepi, Angela tetap berlari agar bisa segera sampai di meja kerjanya.


"Selamat pagi semua, maaf sedikit telat" sapa Angela ramah ketika melihat Pak Andi dan Anton teman satu Divisinya sudah berkutat dengan dokumen tebal didepan matanya.


"Ada yang mau kopi?" tawar Angela ke teman-temannya saat dia akan melangkahkan kaki ke sudut ruangan dimana disana tersedia dispenser dan aneka kopi instan, creamer dan gula untuk persediaan bagi karyawan yang membutuhkan. Apalagi mereka sering bekerja tidak tentu waktu jika ada masalah dilapangan yang harus jadi perhatian Divisi Resolusi Konflik.

__ADS_1


"Aku udah bikin sendiri tapi mungkin Pak Andi butuh kopi seperti biasa" sahut Anton tanpa matanya beralih dari dokumen yang sedang dibacanya. Dokumen laporan Situasi dan Kondisi Lapangan tempat konflik yang sedang berlangsung di salah satu anak perusahaan dibawah Putra Jaya Group.


"Wokeh" jawab Angela santai sambil menyiapkan gelas dan serbuk kopi yang akan diseduh dengan air panas.


"Kalian siapkan strategi dan taktik buat atasi masalah ini ya, jam 08.00 ini kita harus meeting dengan bos untuk membahas langkah resolusi konfliknya dan jam 12.00 siang kita sudah harus terbang ke lokasi untuk menangani masalah ini" sambut Pak Andi sambil berdiri dari kursinya dan berjalan ke teras yang sering berfungsi sebagai ruang kerja outdoor jika ingin kerja sambil ngopi dan merokok.


"Siap komandan" jawab Angela dan Anton serempak.


Setelah Tim Resolusi Konflik selesai menyiapkan perangkat dan dokumen yang dibutuhkan untuk rapat, pintu ruang terbuka dan masuklah seorang pria tampan dan kalem menuju ke Kursi paling depan yang disiapkan untuk Boss mereka. Siapa lagi kalau bukan Adam Putra Jaya sang Direktur Utama Putra Jaya Group. Pria yang terkenal dingin dan jarang senyum yang merupakan seorang Papa muda dari seorang anak perempuan usia 5 tahun. Adam berstatus duda karena istrinya meninggal saat melahirkan putri tercinta mereka. Sejak istrinya meninggal tak pernah sekalipun dia terlihat berjalan atau dekat dengan seorang perempuan.

__ADS_1


"Bisa kita mulai sekarang pak?" tanya Pak Andi pelan ketika bosnya sudah duduk dengan manis dikursi kebesarannya.


"Silahkan!" Sahut Adam sambil membuka dokumen terkait masalah yang sedang dihadapi perusahaannya di Gadget yang ada didepannya.


Anton langsung berdiri menyampaikan presentasi terkait analisis kasus yang sedang mereka hadapi dan rencana resolusi konflik yang akan mereka jalankan.


Setelah diskusi alot selama hampir satu jam, mereka menyepakati strategi resolusi konflik yang akan mereka terapkan dilapangan.


Begitu bos mereka melangkah meninggalkan ruangan meeting, semua anggota tim menarik nafas panjang dan melepaskannya dengan pelan. Lalu mereka serentak berdiri menuju ruangan Divisi mereka dan menyiapkan dokumen yang mereka butuhkan untuk turun ke lapangan.

__ADS_1


"Oke semua, kita ketemu jam 11.30 nanti di Bandara, Tiket sudah dikirim ke email kalian masing- masing dan sudah di Check in online kan oleh Fitri sehingga nanti kita tinggal masuk aja seperti biasa, ingat jangan telat. Kalau telat ditinggal dan uang tiket yang hangus akan dipotong dari gaji kalian" Jelas Pak Andi sambil menenteng tasnya keluar dari ruangan.


____


__ADS_2