
Sejak kembali dari Pantai semalam, Adam memperhatikan ada yang sedikit berubah dari sikap Angela. Angela banyak diam dan seperti sedang berpikir serta merencanakan sesuatu. Adam sedikit khawatir Angela tidak nyaman dengannya dan mungkin Angela akan kabur kalo dia terus-terusan memepet Angela kayak bus kota ngejar penumpang. Dia harus kasih ruang buat Angela berpikir tapi tetap dalam pengawasannya.
"Don, kamu siapkan beberapa orang untuk ngawasi Angela dan Chaca ya. Saya ngak mau mereka kenapa napa selama kita keluar kota" perintah Adam pada Doni semalam sebelum dia beristirahat.
Pagi ini Adam turun sambil menenteng koper kecil, sepertinya Adam akan melakukan perjalanan jauh lebih dari sehari.
"Papa mau kemana? kok bawa koper?" tanya Chaca saat Adam bergabung di meja makan untuk sarapan bersama.
Angela sedikit melirik ke koper Adam dan setelahnya diam melanjutkan sarapannya. Hal itu tidak lepas dari perhatian Adam.
"Papa mau ke Padang, ada sedikit masalah disana. Jadi Chaca di rumah sama Tante ya, jangan nakal dan jangan bikin repot, nanti Tantenya kabur..." kata Adam dengan sedikit melirik ke Angela.
"Uhuk..." Angela langsung terbatuk dan tersedak makanan yang ada dalam mulutnya.
"Kok dia tau ya, aku mau kabur? hmmm, padahal aku ngak ngomong kesiapa-siapa" pikir Angela sampai dia tidak sadar kalo makannya terhenti.
"Ehem.. hemmm.." batuk Adam sambil melirik Angela.
Angela segera tersadar dan buru-buru menyuap sarapannya kembali.
"Hati-hati Angel makannya, nanti keselek lagi" kata Adam dengan senyum mautnya.
"Knapa makin hari senyum bos makin cakep ya?! huufffttt..." rutuk Angela dalam hati.
"Kamu kenapa? kepikiran sesuatu? kayaknya dari semalam kamu aneh" berondong pertanyaan Adam pada Angela.
"Ngak bos, ngak papa kok. Aku baik-baik aja" jawab Angela gugup.
"Yakin kamu baik-baik aja?!" tanya Adam lagi.
"Yakin bos, swear..." jawab Angela sambil mengangkat jari tangan kanannya membentuk huruf V.
"Selama aku pergi, kamu jagain Chaca ya.. Kalo ada apa-apa langsung telpon aja, jangan ragu" lanjut Adam
"Siaaap bos..." jawab Angela mantap
"Berapa hari bos perginya?" tanya Angela lagi.
"Belom berangkat, udah mau nanya kapan balik. Takut kangen ya?" tanya Adam sambil senyum jahil.
__ADS_1
"Bukaaaan, kegeeran lu bos" jawab Angela dengan bibir manyun karena keki.
Melihat bibir manyun Angela, Pikiran Adam malah jadi piknik kemana-mana.
"Ngak usah dimanyun-manyunkan gitu bibirnya, aku pergi seminggu, paling lama 10 hari" jawab Adam gemes pada Angela.
"Awas aja dia manyun-manyunkan bibirnya gitu depan laki-laki lain" keki Adam dalam hati.
Saat jam tangannya menunjukan angka 7.30 pagi, Adam segera bangkit dari kursinya untuk bergegas ke bandara.
"Sayang... Papa berangkat kerja dulu ya" kata Adam sambil mencium kedua pipi dan kening Chaca, putri kecil kesayangannya.
"Oke pa, cepat pulang ya" jawab Chaca sambil balik mencium kedua pipi Adam.
Setelah itu Adam segera melangkahkan kaki keluar ruang makan, namun terhenti karena panggilan Chaca.
"Papa kok main pergi aja? Tante Angel ngak dicium juga kayak Chaca?" tanya Chaca sambil meletakkan kedua tangannya dipipinya, tempat tadi Adam mendaratkan ciumannya.
"Chaca.... ngak boleh mikir dan ngomong gitu" ucap Angela panik.
Adam terkekeh senang melihat muka Angela yang sudah merah padam.
Angela melotot melihat Adam dan sekarang Adam yang berdiri kaku ditempatnya.
"Kapan?" tanya Angela pada Chaca tapi mata Angela tidak lepas memandang pada Adam.
"Saat tidur siang, Tante Angela udah tidur, Papa masuk dan cium Chaca lalu cium Tante Angel juga, kan Chaca terbangun sebentar lalu tidur lagi saat papa ikut tidur disamping Tante" jelas Chaca ngak mau kalah.
Angela menatap Adam dengan pandangan tajam menuntut penjelasan.
"Kita bisa bicarakan besok pas aku udah balik ngak? soalnya aku udah telat dan takut ketinggalan pesawat" elak Adam.
"Ayuk kita antar Papa ke bandara, nanti Papq bisa jelasin saat dimobil" usul Chaca.
Angela yang malah gelagapan, bagaimana mungkin dia membahas hal itu didepan Chaca dan pak man yang akan antarkan Adam ke Bandara.
"Besok aja kalo udah pulang" jawab Angela akhirnya.
"Sorryyyyy, aku usahakan cepat beres urusannya dan kita bicara ya" kata Adam ngak nyaman karena harus pergi saat masalah mereka belum selesai.
__ADS_1
"Ya udah Papa berangkat dulu ya Cha" Pamit Adam kembali.
"Cium Tante Angelnya ngak jadi?" tanya Chaca heran karena Papa langsung pergi.
"Chacaaaa" sahut Angela lelah melihat anak kecil yang sangat pintar dan bijak itu.
Adam memilih kabur tanpa menjawab, sebelum dia diamuk singa betina yang udah kebakaran jenggot dari tadi.
"Buruan pak, jalan.... udah telat nih" perintah Adam begitu masuk dan menutup pintu mobil.
Sepanjang perjalanan dia tidak berhenti mengingat semua yang terjadi kemaren dan pagi ini sambil senyum-senyum membayangkan wajah Angela yang saat ini pasti keki abis padanya.
Pak Man yang menyetir didepan sangat heran pada perubahan bosnya itu. Biasanya kalo dalam perjalanan ke bandara gini saat ada masalah di cabang perusahaan atau dilokasi tambang, Adam akan sibuk menghubungi banyak orang atau mengerjakan sesuatu di gadget yang tidak pernah lepas dari tangannya.
Selama 5 tahun terakhir Adam begitu sibuk dan dingin, sangat jarang tersenyum begitu. Adam seperti kembali ke hari-hari dimasa dia masih lajang atau saat pernikahannya berjalan baik sebelum maut memisahkannya dengan istri tercintanya dulu.
"Tumben telat bos" kata Doni begitu Adam bertemu dengannya didepan gate ke bandara.
"Pamit sama satu gadis aja repot, apalagi mesti pamit sama dua gadis, pusing" jawab Adam ambigu.
Doni hanya mengernyitkan dahinya sambil menggeleng ngak jelas.
"Semua dokumen yang dibutuhkan sudah disiapkan? Andi dan teamnya dilapangan gmana? mereka bisa kondisikan situasi disana sampai kita datang?" tanya Adam kembali fokus ke pekerjaannya sambil berjalan cepat ke gate 26 menuju Padang.
"Laporan Andi pagi ini, mereka sedikit repot bos. Soalnya perwakilan warga udah biasa berdialog dan bernegosiasi dengan Angela, jadi saat dalam dua kali pertemuan mediasi kemaren ngak ada Angela, mereka curiga kalo perusahaan mencoba menipu mereka karena beberapa kesepakatan yang sudah dibuat dengan Angela dibahas ulang" jelas Doni
"Knapa dibahas ulang?" tanya Adam heran
"Maksud Tim Resolusi Konflik, buat review aja dan membuka ruang kalo ada yang mau ditambah atau dikurangi. Tapi perwakilan warga malah menganggap kalo mereka dipermainkan karena sesuatu yang menurut mereka sudah final ngak perlu dibahas lagi" lanjut Doni.
"Tapi ya gitu, belom sempat Andi dan Anton menjelaskan, perwakilan warga sudah Walk Out ninggalin ruangan pertemuan. Mereka bilang ngak akan lanjut negosiasi kalo Angela ngak dihadirkan" lanjut Doni lebih lanjut.
"Besar juga pengaruh gadis itu ternyata ya" jawab Adam sambil membayangkan wajah keki Angela saat tadi terbongkar kalo kemaren dia mencuri kesempatan menyium kening Angela.
"Aman bos?!" tanya Doni heran, dilaporin situasi lapangan genting. operasional terhenti karena aksi warga, si bos bukannya panik tapi malah senyum-senyum ngak jelas. Bingungkan lu?!
huffttt...
_______
__ADS_1