
Setelah membereskan meja makan, Angela melangkah ke ruang kerja Adam. Memperhatikan ruang kerja bosnya tersebut, Angela malah bingung mau kerjakan apa. Takut salah salah geser, salah buang kertas yang dianggap Angela ngak penting tapi nanti ternyata penting. Daripada nanti salah mending tunggu yang punya ruangan aja pikir Angela.
Angela memilih duduk di sofa disalah satu sudut ruangan sambil membaca buku yang Angela ambil dari rak perpustakaan yang ada didalam ruangan kerja Adam.
Lebih dari 30 menit menunggu tapi si bos belum datang juga. Angela yang capek seharian sejak pagi bersih-bersih kontrakan, main ke taman dan masak makan malam berpikir kalo baca buku sambil rebahan lebih enak kali ya. Namun sepuluh menit berikutnya, Angela sudah tidak sadar kalo buku ditangannya udah jatuh ke lantai dan dia sudah mengarungi dunia mimpi.
Setelah satu jam menemani Chaca mewarnai dan mengantarkan Chaca menuju dunia mimpi, Adam meninggalkan kamar Chaca menuju ruang kerjanya. Dia mau lihat hasil kerja Angela yang tadi diminta membereskan ruang kerjanya.
Begitu masuk kedalam, Adam menemukan kalo ruangan masih sama berantakannya dari sebelum dia minta Angela bereskan. Dan sekarang matanya tertuju sama Angela yang tertidur pulas di Sofa.
"Bener bener ya anak ini, ngak ada takutnya sama sekali. Aku kan udah bilang tadi di Taman kalo aku akan nambah hukuman dia karena seharian ini bikin kesel, diminta beresin ruangan malah tidur. ngak bisa didiemin ini anak, nanti malah ngelunjak" omel Adam dalam hati sambil melangkah mendekati Angela.
Angela yang sudah memasuki dunia mimpi tiba-tiba ngelindur dan berbicara ngak jelas dalam keadaan tidur.
"Cakep sih tapi nyebelin, coba kalau baik....mmmm....bos ganteng jangan marah marah..." kata Angela dalam tidurnya.
Adam yang sudah didekat Angela tersenyum dan merasa lucu melihat Angela memimpikannya.
"Rasain, sampai kebawa mimpikan? Adam dilawan" pede Adam melihat Angela masih tidur dengan nyaman.
Adam berjongkok didepan Angela yang tertidur pulas dan ngak sadar tangannya memindahkan helaian rambut Angela yang jatuh menutupi wajah Angela.
__ADS_1
"Manis" tanpa sadar Adam memuji Angela yang sedang tidur.
Adam memutuskan kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya yang tadi terganggu karena makan malam.
Lebih dari dua jam dia bekerja tapi Angela belum bangun juga. waktu sudah menunjukan pukul 11.35 malam tapi Angela belum bangun juga. Kalo dibangunkan atau ditinggal sendirian kasihan juga.
Dengan rasa kantuk Adam melangkah ke ujung Sofa panjang dimana Angela tidur. Angela yang tidur meringkuk hanya memakai setengah dari Sofa. Adam lalu duduk dibagian sofa yang kosong dan menyandarkan pungungnya untuk mencari posisi nyaman. Tak berapa lama Adam mulai tertidur pulas disofa yang empuk dan nyaman itu.
Menjelang subuh Angela terbangun dan sedikit heran melihat sekelilingnya. Tak lama Angela baru ingat kalo semalam dia tertidur di sofa yang ada dalam ruangan kerja bosnya. Saat Angela berusaha bangun, dia kaget karena merasa ada tangan yang memeluk pingangnya dari belakang dan merasakan hembusan nafas lembut di kepalanya.
Dengan hati-hati Angela mengangkat tangan itu dan memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang memeluknya saat tidur. Angela benar-benar kaget ternyata Adam tidur dibelakangnya. Angela benar-benar malu tapi tidak berani membangunkan bosnya itu. pelan-pelan dia mengeser tubuhnya untuk turun dari sofa. Sedikit lagi dia berhasil lepas, tangan Adam kembali merangkuhnya dan menariknya lebih dekat. Alhasil sekarang dia dipeluk Adam dengan posisi berhadapan dan wajahnya pas menempel didada bidang Adam yang nyaman.
Angela benar-benar bingung harus melakukan apa, dia takut gerakannya membangunkan Adam. Dia malu kalo sampai Adam melihatnya dengan muka merah begini, jantungnya juga sudah bergemuruh dan susah dikondisikan dari tadi. Gmana ngak bergemuruh jantungnya, tiba-tiba terbangun dalam pelukan pria ganteng yang jadi idola ratusan wanita diluar sana.
"Astaga, enak aja main dorong-dorong, tadi orang mau pergi sendiri malah ditarik lagi. Ini mah habis manis, sepah dibuang" ngerutu Angela pelan.
Adam mendengar ocehan Angela berusaha menahan senyumnya dan tetap pura-pura tidur.
"Tapi tunggu, kenapa bos jadi ikutan tidur di Sofa ya? Aku kan semalam tidur sendirian disini, Hmmmm jangan-jangan bos ambil kesempatan dalam kesempitan ini? Awas aja nanti pas bangun ya" omel Angela pelan sambil melangkah pergi meninggalkan ruang kerja Adam.
Begitu Adam mendengar suara pintu ditutup kembali, dia langsung duduk dan memegang dadanya yang bergemuruh. Lalu mulai berpikir kapan dia pindah posisi jadi memeluk Angela gitu. Seingatnya semalam, dia tidur bersandar diujung sofa sebelah kiri dan Angela meringkuk disebelah kanan. Apa karena tengah malam makin dingin ya dia secara ngak sadar nyari kehangatan dan memeluk Angela.
__ADS_1
"Hadduh, kenapa sampai ngak sadar sih aku udah pindah posisi dan peluk-peluk anak gadis orang, kalo dia salah sangka gmana? atau jangan-jangan dia berpikir aku telah melecehkannya? Gmana kalo dia minta berhenti? Gmana kalo dia ngadu sama Doni atau sama Andi?" Semua pertanyaan yang berputar dalam pikirannya membuat rasa kantuknya menguap entah kemana.
Akhirnya Adam berdiri dan berniat kembali ke kamarnya. Saat dia membuka pintu dia kaget ternyata Angela berdiri disana sepertinya menunggu dia bangun.
"Ngapain kamu disini? tanya Adam dingin
"hmmmm..." Angela kehilangan kata-kata melihat wajah suntuk bangun tidur dan kata-kata dingin bosnya.
"Balik sana ke kamar kamu, aku mau tidur dikamar" kata Adam yang sepertinya ngak bisa dibantah.
Angela kembali menelan ludahnya dengan paksa, semua kata-kata protes yang tadi dia rangkai untuk disampaikan ke Adam, menguap entah kmana.
Melihat Angela masih diam ditempat, muncul niat Adam menjahilinya kembali.
"Atau kamu belum puas? mau lanjut dikamar saya? tapi ngak usah, tubuh tipis gini bukan seleraku" kata Adam sambil melangkah pergi meninggalkan Angela dengan tawa yang dia sembunyikan melihat wajah merah Angela tadi.
Angela benar-benar kehabisan kata-kata untuk membalas Adam. Kok jadi kesannya Angela yang kegatelan ya, mau goda bosnya itu. Padahal kan aku korban disini.
"pusssiiinggg" keluh Angela melihat Bosnya yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa sebelumnya diantara mereka.
Tidak ada pilihan lain, akhirnya Angela kembali ke kamarnya. Untuk hadapi bosnya ini dia sepertinya harus banyak belajar dan menyusun strategi perang yang lebih baik. Biar ngak kalah telak terus.
__ADS_1
______