Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 33


__ADS_3

Setelah Sarapan pagi penuh drama, akhirnya Angela dan Adam sampai di kantor lapangan Putra Jaya Mining. Kantor lapangan ini berada tepat ditengah areal pertambangan batubara, jalan menuju kesana penuh debu karena merupakan jalan kerikil yang menanjak dan menurun mengikuti kontur lahan bekas tambang yang dijadikan areal perkantoran dan bengkel untuk perbaikan alat berat yang digunakan untuk operasional tambang.


"Selamat pagi pak" sama mereka yang sudah berada dalam ruang pertemuan lebih dulu pada Adam yang berjalan disamping Angela.


"Pagi" jawab Adam ramah. Sedikit berbeda dari aura sebelum Angela datang kemaren.


"Semua persiapan oke?" tanya Adam untuk memastikan semua timnya sudah mempersiapkan semuanya sehingga pertemuan nanti berjalan lancar.


"Semua sudah kita siapkan pak, termasuk bahan-bahan presentasi yang dibutuhkan Angela nanti" jawab Andi Kepala Divisi Resolusi Konflik


"Seep kalo begitu" timpal Adam sambil duduk di kursi yang sudah disediakan.


Angela berjalan menuju ke meja yang ada peralatan LCD atau Infocus untuk menyiapkan presentasinya.


Tepat jam 08.00 pagi, perwakilan masyarakat sudah menduduki kursi-kursi yang disediakan dan pertemuan dimulai. Pertemuan dibuka Andi dengan memberikan pengantar tentang persoalan yang terjadi dan pentingnya segera ada kesepakatan untuk menyelesaikan masalah ini.


Adam memberikan sedikit kata sambutan dan apresiasi kepada perwakilan warga yang hadir. Tidak lupa dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat sekitar tambang dan permintaan maaf karena abai dalam pengawasan operasional tambangnya dan menimbulkan masalah bagi lingkungan serta masyarakat sekitar tambang.


Selanjutnya pertemuan dipimpin oleh Angela.


"Bapak ibu yang baik, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak hadir dalam pertemuan lanjutan kita minggu lalu yang dipimpin Pak Andi dan Pak Anton. Saya tidak ada niat sama sekali menghindar dari kesepakatan kita tapi saya mendapat tugas lain dari pak Direktur sehingga tidak bisa hadir sesuai jadwal yang sudah kita sepakati" kata Angela membuka pertemuan


"Sesuai dengan kesepakatan kita minggu lalu, semua point kesepakatan kita sudah saya muat dalam dokumen seperti yang bapak ibu lihat dilayar tersebut" terang Angela sambil menunjuk pada layar putih yang menampilkan presentasi dari laptop Angela.


"Tidak ada satu point pun yang dihilangkan atau dikurangi, semua persis seperti yang sudah kita sepakati. Bapak ibu juga bisa cek pada dokumen yang sudah kita cetak, Pak Anton bisa bantu saya bagikan dokumennya pada semua bapak ibu yang hadir" minta Angela pada Anton.


Anton langsung bergerak untuk membagikan fotocopy dokumen yang sudah disiapkan sejak pertemuan sebelumnya yang ditolak oleh warga.


"Bapak ibu silahkan dibaca dan dicermati dokumennya nyambi ngopi atau ngeteh yang sudah disediakan ya" tawar Angela ramah.


Setelah 15 menit berlalu, Angela kembali membuka suara.


" Bagaimana bapak ibu? Apakah semua kesepakatan kita sudah tertuang dalam dokumen tersebut? Apakah ada yang meragukan? Kalo ada silahkan disampaikan sebelum dokumen aslinya kita tandatangani bersama sebagai pengesahan kesepakatan" lanjut Angela.


Tiga tangan perwakilan warga mengacung ke udara tanda mereka mau menyampaikan sesuatu terkait dengan topik yang sedang dibahas. Angela mempersilahkan mereka untuk berbicara satu persatu dengan urutan yang disebutkan oleh Angela.


Kesempatan pertama diberikan pada bu ida dan bu Ida langsung berdiri dan memulai berbicara.


"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, terima kasih mba Angel atas kesempatan yang diberikan pada saya untuk bicara dalam pertemuan ini. Saya secara pribadi senang melihat mba Angel hadir dalam pertemuan ini, karena pengalaman sebelumnya setiap masalah ini mau ada penyelesaian, timnya selalu diganti. Kami khawatir mba Angel dipecat atau dipindah tugaskan karena membuat kesepakatan sesuai tuntutan warga dan bisa aja dipandang merugikan perusahaan" kata bu Ida.

__ADS_1


"Terima kasih bu Ida sudah mengkhawatirkan saya, tapi seperti yang bapak ibu lihat, saya hadir disini dan perusahaan berkomitmen untuk menjalankan hasil kesepakatan yang sudah kita buat. Bersama kita juga hadir Direktur Utama Putra Jaya Group yang akan menjamin semua tuntutan warga akan dipenuhi sesuai kesepakatan" jawab Angela sambil melirik Adam. Dan Adam menganggukan kepalanya sambil tersenyum menjawab pernyataan Angela.


Selanjutnya Pak Edi yang tadi juga mengacungkan tangan, silahkan pak jika ada yang mau disampaikan


"Terima kasih mba Angela, saya juga senang mba Angela hadir dalam pertemuan ini. Dan saya berharap hasil kesepakatan yang sudah kita tanda tangani nanti juga disahkan oleh Notaris sehingga punya kekuatan hukum dokumen kesepakatan kita" pinta pak Edi


"Oke pak Edi, setelah kita tanda tangani, kita akan daftar dan catatkan pada Notaris yang nanti kita sepakati" jawab Angela.


"Selanjutnya pak Rahman dipersilahkan jika ada pertanyaan" lanjut Angela.


"Terima kasih mba Angel dan terima kasih juga pada pak Adam yang mau menghadiri pertemuan ini. Kami berharap kehadiran bapak sebagai bentuk keseriusan perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kami berharap tidak ada lagi upaya menghindar dari tanggung jawab terhadap kami masyarakat terdampak dan lingkungan yang rusak disekitar tambang ini" kata pak Rahman to the point.


"Terima kasih pak Rahman, Pak Adam ada yang mau disampaikan terkait dengan statemen Pak Rahman?" ucap Angela.


"Yups, terima kasih pak Rahman dan bapak ibu semua. Kami sangat serius untuk menyelesaikan masalah ini, sebagai wujud komitmen kami terhadap pemenuhan kewajiban terhadap negara, lingkungan dan masyarakat. Bapak ibu jangan khawatir karena terkait dengan implementasi kesepakatan ini nanti akan dikoordinir langsung oleh Angela. Bapak ibu jangan khawatir saya akan memecat Angela karena berhasil membuat kesepakatan penyelesaian masalah ini karena masalah jika tidak segera beres tidak hanya akan merugikan perusahaan tapi juga akan merugikan negara dan bapak ibu semua" jawab Adam.


"Terkait dengan dokumen yang ada ditangan bapak ibu, apakah ada koreksi? atau sudah bisa kita cetak untuk kita tanda tangani? tanya Angela lagi.


"Sepakat mba, tinggal implementasinya jangan sampai kacau lagi" jawab beberapa warga serempak.


Setelah semua warga sepakat, Anton segera mencetak dokumen kesepakatan tersebut dua rangkap dan mulai meminta warga menanda tangani dokumen tersebut.


Pertemuan berjalan lancar dan berakhir tanpa masalah. Berbeda jauh dengan dua pertemuan sebelumnya yang diwarnai protes dan aksi walk out warga meninggalkan ruang pertemuan.


"Mba Angela, bener nih ngak dapat masalah di kantor karena bikin kesepakatan sesuai tuntutan warga?" tanya bu ira mendekati Angela


"Iya bu, saya ngak dapat masalah apapun dikantor terkait kesepakatan kita" jawab Angela tersenyum


"Trus kenapa mba Angela ngak hadir dari kemaren-kemaren?" kejar bu ira lagi.


"Oh itu, saya dapat tugas tambahan dari bos, ngak bisa ditinggalkan. Maaf ya bu saya ngak ngabari bapak ibu disini kalo saya ngak bisa dateng" jawab Angela ramah


"Tugas apa mba?" tanya bu Ida nimbrung


"Bukan tugas sih buk, sebenarnya Angela itu lagi latihan jadi ibu rumah tangga yang baik sekalian proses pingit sebelum lamaran" jawab Adam


"Waaah, mba Angela mau lamaran? sama siapa mba? sama Pak Anton ya?" berondong pertanyaan ibu-ibu semangat.


"Lho kok Anton?!" tanya Adam ngak terima.

__ADS_1


"Iya pak, selama mba Angela disini kan selalu ditemani pak Anton. Sama-sama single dan Pak Anton perhatian dan baik banget sama mba Angela. Mereka juga terlihat cocok.dan serasi" jawab bu Ira.


Adam diam sambil memandang Angela dengan tatapan tajam mematikan. Menuntut penjelasan dari Angela.


"Bu ibu, saya ngak ada hubungan apa-apa sama pak Anton. Saya juga belom ada rencana lamaran atau menikah dalam waktu dekat. Tadi Pak Adam becanda kalo saya latihan dan sedang prosea pingit mau lamaran" jelas Angela tanpa melirik Adam.


"Hmmmm...." gumam Adam dan terlihat tidak senang.


"Emang pacarnya mba Angela siapa?" tanya bu Ida sambil melirik heran pada Adam.


"Lagi dekat aja sih buk, belum jadian" jawab Angela kurang nyaman.


"Apa pak Adam suka mba Angela? kayaknya kurang suka kalo mba Angela dikaitkan dengan pak Anton? tanya bu ira


"Hmmmm" Adam hanya mendengus kesal karena merasa Angela ngak mengakui keberadaan dia.


"Saya duluan kembali ke rumah, kamu kalo udah selesai segera balik" kata Adam pada Angela.


"Bu ibu saya duluan ya" pamit Adam sambil berlalu. Dia sedikit kesal karena Angela masih bimbang soal hubungan mereka.


"Kita balik sekarang pak?" tanya pak Ujang saat Adam masuk ke mobil.


"Ya" jawab Adam malas


"Mba Angel balik sama pak Anton ya pak? bukan bersama kita? tanya pak Ujang lagi sambil melirik keluar jendela melihat Anton dan Angela yang berjalan beriringan keluar dari ruang pertemuan.


Adam diam tanpa bereaksi tapi matanya mengawasi Angela yang berjalan mendekati mobil operasional lapangan yang tadi digunakan oleh Tim Resolusi Konflik.


Melihat Adam diam, pak Ujang berinisiatif membunyikan klakson mobil saat Angela mendekati mobil operasional.


Angela berhenti dan melirik pada mobil Adam yang ternyata masih belum berangkat.


"Bang Anton, aku balik bareng Pak Adam ya. Takut nanti ada perang dunia kalo saya ngak balik bareng bos" pamit Angela.


Anton hanya bisa mengangguk, seperti kata Ridho kemaren kalo saingannya berat untuk dapatkan Angela kalo Bos besar juga menginginkan Angela.


Dengan langkah gontai Angela mendekati mobil Adam. Adam memasang wajah cuek walau hatinya bersorak riang saat Angela membuka pintu mobil dan duduk disamping Adam.


"Jangan sok cuek bos, gw cuekin balik ntar kapok lu" kata Angela dalam hati sambil tersenyum.

__ADS_1


Adam yang melihat Angela masuk sambil tersenyum, merasa kalo kegersangan yang ada disekitarnya langsung adem bagai tersiram hujan.


_______


__ADS_2