Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 19


__ADS_3

Setelah mandi sore, Angela ke dapur untuk ikut membantu menyiapkan makan malam. Sedang asyik mengaduk masakan dalam wajan tiba tiba seseorang berdiri disebalah Angela.


"Masakan hancur gitu bentuknya, yakin rasanya ngak ikutan hancur?" tanya Adam. Padahal air liurnya sudah hampir menetes melihat dan mencium aroma masakan yang sedang dibuat Angela.


"Kalo bos ngak suka, mau saya pesankan gofood?" jawab Angela yang juga disertai pertanyaan. Dia malas berdebat dengan bosnya yang makin hari makin menyebalkan.


Para ART yang lain sedikit heran melihat Adam masuk dapur, biasanya si tuan hanya duduk manis di meja makan atau pesan sesuatu untuk diantar ke ruang kerja atau ke teras samping saat Adam memeriksa pekerjaannya digadget yang tak pernah lepas dari tangannya walaupun hari libur.


"Bikinin saya hot cappucino dan antar ke teras samping" jawab Adam tanpa menanggapi pertanyaan Angela dan melangkah pergi keluar dapur.


"Mari non saya lanjutkan ngaduk masakannya, non bikinkan tuan minuman aja" tawar bik Ina sambil mengambil alih sendok pengaduk dari tangan Angela.


"makasih bik" jawab Angela dan beralih ke mesin pembuat kopi disalah satu sudut dapur.


"Nih bos Capucinonya" kata Angela sambil meletakan secangkir Capucino dimeja samping Adam.


"hmm" jawab Adam tanpa mengalihkan pandangannya dari layar gadget yang menampilkan laporan keuangan perusahaan yang sedang dia periksa.


Tak ingin mengganggu, Angela melangkah pergi kembali menuju dapur.


"Tante Angel, masak apa?" tanya Chaca yang baru saja berlari memasuki dapur.


"Tentu saja masak kesukaan Chaca sayang, ayoook apa coba? tanya Angela.


"Hmmmm, dari aroma dan tampilannya sepertinya Cumi tepung saos asam manis" jawab Chaca semangat.

__ADS_1


"Pinteeeeeer kesayangan Tante Angel" jawab Angela sambil menowel hidung chaca.


Adam yang melihat interaksi Angela dan Chaca dari kejauhan, merasakan sesuatu yang hangat dalam hatinya. Tanpa sadar dia Adam tersenyum dan mulai berpikir sesuatu.


"Non Angela makanannya udah siap dimeja makan" lapor bik Ina.


"Makasih bik" jawab Angela disertai senyum manis.


"Chaca panggil Papa gih, ajakin makan malam dulu" minta Angela lembut.


"Papa makaaaaan yuuuuk" teriak Chaca dari tempatnya. Angela tersenyum sambil mendorong lembut tubuh Chaca keluar dapur.


"Dipanggil yang sopan sayang, jangan teriak teriak kayak tarzan dunk" kata Angela.


"Pa makan yuuuk, Chaca udah ngak sabar nih mau nyoba Cumi tepung saos asam manis bikinan Tante Angel" rayu Chaca sambil menarik Adam dari kursinya.


"Ayooook" jawab Adam sambil menggandeng Chaca keruang makan.


Semua makan dengan tenang, sesekali Angela membantu Chaca mengambilkan cumi atau minuman. Chaca memang sudah dilatih mandiri sejak kecil mengingat Mamanya udah ngak ada dan Adam sangat sibuk dengan pekerjaan.


Walaupun mereka makan tanpa bicara, tapi Angel sudah paham apa yang Chaca mau setelah seminggu lamanya mereka terus bersama. Dan semua itu tidak lepas dari pengawasan Adam. Angela sangat berbeda dengan pengasuh Chaca sebelumnya, dia lebih sibuk menarik perhatian Adam dan melayani Adam dibanding Chaca. Hal itu membuat Adam malas dan sering melewatkan makan malam bersama. Berbeda saat ini, dia selalu menyempatkan sarapan dan makan malam dirumah untuk memperhatikan interaksi putrinya dengan karyawannya tersebut.


Adam tidak sadar keasyikannya memperhatikan interaksi dua gadis didepannya membuat aktifitas makannya terhenti. Angela sedikit heran melihat bosnya hanya raga disini tapi pikirannya entah piknik kemana.


"bos knapa? benaran ngak enak? mau saya orderin go food?" tanya Angela yang melihat makanan dipiring Adam yang tercuekin sementara Adam bengong ngak jelas.

__ADS_1


"Hah?" jawab Adam kaget dan tersadar


"Beneran ngak enak?" tanya Angela lagi


"Enak kok, lanjutin aja makan kamu, ngak usah sok urusin saya" jawab Adam terdengar judes, padahal dia sangat gugup karena tertangkap basah memperhatikan Angela dan putrinya.


"Ya ampun, sewot amat sih, siapa juga yang mau perhatiin dia" keki Angela dalam hati sambil meneruskan makannya.


Mending urusin anaknya, lebih anteng dan menyenangkan, daripada bapaknya, kayak beruang kutub gitu. Mending nyari aman dah pikirnya Angela sambil menyelesaikan makannya.


Chaca sudah menyelesaikan makannya dan masih duduk manis menunggu Angela selesai. Begitu melihat Angela selesai, Chaca langsung berdiri.


"Tante Angel temani Chaca dikamar ya, Chaca mau selesaikan mewarnai gambar Chaca yang ngak bisa kita kerjakan dari pagi" ajak Chaca.


"Oke sayang, Chaca ke kamar dulu siapin peralatannya ya, ntar lagi tante susul, tante Angel beresin meja makan dulu ya " jawab Angela.


"Sama papa aja Cha, yuuuk" ajak Adam sambil berdiri.


Chaca langsung berjalan sambil mengandeng tangan papanya menuju kamar.


"Kamu setelah ini rapikan ruang kerja saya" titah Adam pada Angela.


"Huffft berat banget sih idup gw, capek2 sekolah tinggi malah jadi upik abu gini" keluh Angela dalam hati. Heran sama si bos, ART sebanyak gini, tapi lebih suka nyiksa gw kayaknya.


______

__ADS_1


__ADS_2