
Angela merasa ada jari-jari kecil menusuk-nusuk pipinya. Dengan rasa malas dia membuka mata dan mengumpulkan kesadarannya. Satu tusukan lagi datang dan memaksa Angela melirik ke samping melihat gadis kecil tadi diam dan tak bersuara dengan wajah lesu.
"Knapa Cha?" tanya Angela setelah kesadarannya pulih.
"pulang... Chaca mau pulang" jawab gadis kecil itu dan mulai menangis.
Angela meloncat kaget melihat Chaca menangis dan dia bingung akan mengantar gadis kecil itu pulang kemana.
"Tante mau antar Chaca pulang, tapi rumah Chaca tante ngak tau" bujuk Angela bingung sambil mengelus lembut kepala Chaca.
"Telpon Papa aja, suruh jemput" jawab Chaca pelan.
"Tante ngak punya nomor telpon Papa Chaca, gmana cara nelponnya?" tanya Angela bingung.
"Mana handphone tante?" tanya Chaca sambil melihat sekelilingnya. Melihat Handphone Angela diatas meja kerja yang sekaligus meja riasnya Chaca segera berlari dan mengambil gadget tersebut lalu memberikannya pada Angela.
Dengan bingung Angela menerima hp nya dan memandang Chaca yang juga melihat kearahnya.
"Nomor hape Papa 08191133256" sebut Chaca santai
Angela kaget dan menarik nafas. "Knapa Chaca ngak bilang dari tadi kalo Chaca hapal nomor papa? " tanya Angela heran.
"Tante ngak nanya, tante cuma nanya alamat rumah dan Chaca ngak tau" jawab gadis kecil itu tanpa rasa bersalah.
Dengan rasa gemes, Angela menekan tombol hijau menghubungi nomor yang disebutkan Chaca tadi tapi dua kali nada panjang masuk ke nomor tersebut namun tidak ada jawaban disebrang sana.
"Chaca yakin itu nomor hp Papa?" tanya Angela ragu.
"Iya tapi Papa sibuk jadi jarang angkat telpon, coba tante kirim pesan aja ke Papa" usul Chaca.
__ADS_1
"Gila ya orang tua, udah hampir malam dan anaknya hilang dari pagi, ngak dicariin sama sekali" umpat Angela dalam hati sambil mengetikkan pesan di gadgetnya untuk dikirim ke Nomor telpon Papa Chaca.
"Pak, ngerasa kehilangan anak ngak? ada anak kecil ngaku putri bapak tadi pagi saya temukan di Taman nangis sendirian" tulis Angela di pesan WhatApps ke nomor yang Papa Chaca.
Ting
Sebuah pesan balasan masuk ke hape Angela dari Nomor yang tadi dia hubungi.
"Share Location, nanti biar sopir saya jemput" bunyi pesan balasan tersebut yang membuat Angela kaget sekaligus takjub.
Orang tua macam apa ini, dikasih tau anaknya ditemukan sendirian di Taman nangis dari pagi dan ini udah sore, dia sama sekali ngak kaget dan segera jemput anaknya, Keterlaluan sekali ! omel Angela dalam hati sambil mengetikan pesan balasan lagi ke nomor itu.
"Kalau bukan anda yang jemput, anaknya ngak akan saya serahkan. Bagaimana kalo yang jemput bukan sopir anda tapi orang jahat dan anak ini jadi terancam keselamatannya?" balas Angela.
"Saya lagi sibuk, kirim saja alamatnya. Nanti Chaca akan tau siapa yang jemput dia. Dia ngak akan pergi dengan orang sembarangan!!!" balasan pesan dari Papa Chaca.
"Bagaimana anda bilang Chaca ngak akan ikut sembarang orang, saya baru bertemu Chaca pagi ini dalam keadaan menangis di taman, saya dekati dan dia langsung mau ikut sama saya, padahal saya orang asing yang belum dikenalnya" balas Angela sengit.
"Jangan nambah pusing kepala saya, Mesi tadi pulang dalam keadaan menangis karena Chaca kabur dari pengawasannya saat Mesi ke toilet setelah sarapan di cafe sekitar taman dekat mereka biasa bermain" Balas Papa Chaca lagi.
"Yakin Chaca kabur saat Mesi ke Toilet atau dia sengaja ninggalin Chaca di Taman dan pulang penuh drama seolah Chaca yang kabur?" tanya Angel sengit.
"Jangan asal nuduh kamu, Mesi ngak akan lakukan itu" Jawab Papa Chaca yang terlihat emosi.
Tak lama, kembali masuk pesan dari nomor yang sama.
"MANA ALAMATNYA? CEPAT! SAYA NGAK PUNYA BANYAK WAKTU!" bunyi pesan yang masuk dengan huruf kapital menandakan pengirim pesan dalam keadaan emosi.
Angela memilih mengirim alamat dan peta Lokasinya saat ini untuk memudahkan menjemput Chaca.
__ADS_1
Tak lama sebuah mobil sedan hitam yang cukup mewah berhenti didepan pagar rumah kos Angela. Melihat mobil datang, Chaca segera berlari menuju mobil tersebut dan berteriak melihat orang yang keluar dari pintu sopir mobil tersebut.
"Makasih mba udah jagain Nona Chaca hari ini, saya akan antar Nona Chaca pulang kerumah" sapa orang itu ramah.
"Eh tunggu" tahan Angela
"Kamu bukan Papanya Chaca?" tanya Angela lagi.
"Bukan mba, saya sopirnya nona Chaca. Tuan ngak bisa jemput karena harus menemani Nona Mesi yang sedih dari pagi karena kehilangan Nona Chaca" Jawab sopir itu lagi
"Apa ngak aneh? kalau dia sedih Chaca hilang, harusnya begitu dia dengar chaca ketemu, logikanya dia kesini untuk memeriksa apakah Chaca baik-baik aja, tapi kenapa dia malah ajak Papa Chaca keluar buat menghiburnya?" tanya Angela menyelidik
"Kalau itu saya No Comment mba, makasih ya udah bantu temani Non Chaca, kami permisi dulu" pamit sopir itu dan masuk kedalam mobil, karena banyak keanehan menurut Angela, dia sampai lupa bertanya siapa nama Sopir Chaca.
Dari dalam mobil Chaca menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangan "makasih tante Angel udah temani Chaca main, besok kita main lagi ya" ucap Chaca seiring mobilnya bergerak menjauhi Angela.
Dengan emosi memuncak ke ubun-ubun, Angela segera meraih hp nya dan menulis pesan ke Papa Chaca.
"ANDA BEGO APA IBLIS? ANAK SEKECIL ITU HILANG NGAK DICARIIN TAPI MALAH SIBUK URUS PEREMPUAN JAHAT ITU! KETERLALUAN TAU NGAK???" tulis Angela dengan huruf kapital untuk menunjukan seberapa emosi dia melihat situasi yang menurutnya aneh.
Sementara ditempat lain, penerima pesan itu terlihat sangat emosi dan berteriak memanggil orang kepercayaannya.
"Doni, coba kamu periksa rekaman CCTV di Kafe tempat Mesi mengajak Chaca sarapan tadi pagi dan juga CCTV sekitar taman yang disebutkan perempuan aneh yang dengan beraninya memakiku tanpa mengenal siapa aku!"perintah pria itu sambil mengepalkan tangannya.
"Siap boss!" jawab Doni dan segera berlari keluar ruang kerja bosnya untuk menjalankan perintah dari Bos yang sedang emosi itu.
"Ridho, coba selidiki nomor perempuan ini dan cari tau tentang dia, aku mau profil perempuan ini sudah bisa kuterima dalam waktu tidak lebih dari satu jam" perintah pria itu pada anak buahnya yang lain.
"Oke Bos!" jawab Ridho dan segera berlalu untuk mengumpulkan data yang diminta bosnya itu.
__ADS_1