Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 29


__ADS_3

"Ada bagasi yang perlu didroping atau cukup bawa ke kabin pesawat aja?" tanya seseorang yang mencoba mengimbangi langkah Angela setelah melewati Xray Bagage dipintu masuk bandara.


"Eh pak Ridho, mau kmana pak?" tanya Angela setelah melihat wajah orang yang berjalan disisinya.


"Ke Padang, ngawal calon nyonya bos. Perintah bos langsung dan ngak boleh nawar" jawab Ridho santai.


"Ngawal siapa? tapi kok malah jalan dekat saya? Calon nyonya bosnya mana?" tanya Angela bingung.


"Ini yang disebelah saya, yang saya wajib kawal" jawab Ridho lagi


"Jangan becanda deh pak, ngak lucu tau" jawab Angela bete, dia memang selalu memanggil pak pada Ridho dan Doni walau mereka berdua masih muda dan lajang tapi sebagai asisten dan tangan kanan bos, Angela merasa wajib menghormati mereka demi etika kesopanan.


"Siapa yang becanda? ngak percaya??? coba kamu telpon babang Adam" jawab Ridho sambil membuka kacamata hitamnya dan memainkan alisnya menantang Angela.


"Handeeeeh, ngak ngerti deh.... terserah pak Ridho aja" jawab Angela malas. Ngak mungkin banget kan dia nelpon Adam buat tanyakan hal ngak penting gini sementara disana situasinya lagi ngak kondusif.


"Btw jangan panggil pak dong kalo diluar kantor, masa orang ganteng, muda dan single gini dipanggil pak?" protes Ridho.


"Auu Ach, gelap" jawab Angela malas sambil menyerahkan boarding pas dan ktpnya pada petugas pemeriksa penumpang sebelum memasuki ruang tunggu bandara.


Begitu nyampe diruang tunggu dekat gate pesawat menuju Padang, terdengar suara petugas untuk meminta penumpang boarding ke Pesawat sehingga Angela dan Ridho langsung masuk pesawat tanpa duduk dulu diruang tunggu.


Setelah semua penumpang naik, pesawat mulai bergerak menuju landasan pacu dan beberapa orang pramugari mulai memeragakan cara pemakaian sabuk pengaman dan cara menghadapi situasi darurat selama penerbangan.


Angela yang duduk dekat jendela memilih tidur. lumayan 2 jam perjalanan menuju padang cukup buat istirahat, karena kalo sudah sampau di Padang dan lanjut perjalanan darat selama 3 jam, dia ngak yakin akan bisa beristirahat dengan tenang.


Baru saja pesawat mengudara 5 menit dan lampu tanda penggunaan sabuk pengaman dipadamkan, Ridho mulai mengganggu Angela supaya tidak tidur dan dia punya teman ngobrol.


"Angel sebenarnya kamu dan bos udah jadian apa gimana? Baru kali ini lho bos tugaskan aku ngawal cewek karena takut ceweknya kenapa-napa dijalan" tanya Ridho sedikit berbisik pada Angela.


Tanpa membuka mata, Angela menjawab asal pertanyaan Ridho.


"Udah deh pak, jangan aneh-aneh nanyanya. Bapak tau aku ditarik bos jadi pengasuh anaknya. ngak mungkin ada cerita jadianlah"

__ADS_1


"Tapi kayaknya bos falling in love deh sama kamu, beda soalnya gaya bos akhir-akhir ini" desak Ridho belum menyerah.


"Terserah bapak aja mau mikir apa, aku mau tidur bentar" jawab Angela sambil sedikit memunggungi Ridho.


"Kalo tiba-tiba bos ngelamar dan ajak nikah mau ngak?" tanya Ridho lagi sambil menowel bahu Angela.


"Mau lah, ganteng gitu masa ditolak" jawab Angela sekenanya biar ngak diganggu Ridho lagi.


"Sep, mantap" jawab Ridho puas sambil mematikan recording di gadgetnya. Angela karena tiduran dan matanya tertutup tidak menyadari kalo wawancara singkat Ridho tadi direkam sama Ridho.


Dua jam penerbangan berjalan cukup lancar dan akhirnya pesawat mendarat mulus di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) yang terletak di Kabupaten Padang Pariaman.


Begitu keluar dari pintu bandara, seseorang melambaikan tangan pada mereka. ya Pak Ujang yang sering bertugas sebagai sopir buat Angela sudah menunggunya di pintu keluar.


"Mba Angel dan pak Ridho, kita menuju ke Sawahlunto melewati Padang Panjang ya, soalnya Pak Adam minta Mba Angel dan Pak Ridho sudah berada di rumah peristirahatan Pak Adam sebelum jam 9 malam, buat meeting sebelum pertemuan dengan warga besok pagi" terang pak Ujang.


"oke pak" jawab mereka kompak.


"Penginapan tempat saya biasa nginap udah dibooking kan pak? biar habis meeting bisa langsung ke penginapan dan ngak perlu nyari-nyari penginapan yang kosong lagi" tanya Angela.


"oooo gitu? baiklah.... tapi nanti kita masih sempat mampir buat makan malam di Ikan Bakar Kiambang Raya pak? udah lama ngak makan disana" tanya Angela lagi. Dia cukup lapar karena tadi belum makan siang karena buru-buru ke Bandara.


"Bisa mba" jawab pak Ujang yang juga lapar. Dia pasti ngak nolak kalo diajak makan ikan bakar yang dilumuri saos pedas manis itu.


"Seppp pak, ayuuuk jalan" ucap Ridho akhirnya mengeluarkan suara.


Setelah 3.5 jam perjalanan dan tadi sempat singgah sekitar 30 menit makan di Kiambang Raya, akhirnya mereka sampai ke rumah peristirahatan yang dibangun Adam di Talawi. Rumah dengan arsitektur minimalis tersebut sebenar cukup mewah dan sangat nyaman dibandingkan penginapan tempat Angela dan Timnya biasa nginap.


Rumah tersebut memang diperuntukan buat Adam dan keluarganya kalo datang berkunjung ke Sawahlunto. Kalo staf perusahaan yang datang mereka dibekali dengan uang operasional include biaya untuk penginapan. Jadi ini sebenarnya pertama kali Angela memasuki rumah tersebut, berbeda dengan Ridho yang sering mendampingi Adam, dia sudah beberapa kali menginap disana.


Begitu datang, salah seorang ART dirumah tersebut mengarahkan Angela ke kamar di lantai dua untuk meletakan barang bawaannya atau buat bersih-bersih kalo dia mau mandi sebelum meeting dimulai jam 9 nanti. Cukuplah 30 menit buat bersih-bersih biar fresh nanti mengikuti rapat.


Begitu Angela membuka pintu kamar mau masuk, pintu kamar disebelahnya terbuka. Adam keluar dengan pakaian santai sambil tersenyum padanya.

__ADS_1


"Udah nyampe? buruan mandi biar ngak bau. ditunggu diruang meeting ya" sapa Adam sambil berjalan menuju tangga.


"Oke bos" jawab Angela segera masuk ke kamar.


"Ya ampyuuun, baru semalam ngak lihat dia, kok makin cakep ya" keluh Angela dalam hati. Namun dia segera menepis pikiran itu dan mengingatkan dirinya untuk jangan jatuh cinta pada Adam.


"Patah hati itu sakit angel, jadi jangan menaruh hati ketinggian" kata hati Angela untuk mengingatkan dirinya agar kembali sadar akan realita dunia.


Begitu sampai dibawah Adam melihat Ridho baru saja keluar dari salah satu kamar dilantai satu rumah itu.


"Gmana dho? Berhasil ngak?!" tanya Adam pada Ridho


"Berhasil dunk, masa ngak?! Ridhoooo" jawab Ridho sambil menepuk dadanya dan melambaikan gadgetnya pada Adam.


"Kirim coba kesini" jawab Adam


"Ups tunggu dulu, aku dapat apa?!" tanya Ridho lagi.


"Sebutin aja, aman" jawab Adam tidak sabaran.


"Oke, Send!" jawab Ridho yang sedang mengotak-atik gadgetnya.


"Thanks" jawab Adam sambil melangkah keruang kerjanya.


Adam duduk dimeja kerjanya sambil mendengarkan rekaman yang tadi dikirim Ridho. Dia meraih gelas kopi yang ada didepannya.


"Bruuurrr" Adam menyemburkan kopi yang hampir mencapai tenggorokannya saat dia mendengar suara Angela bagian yang membuatnya tersedak.


"Kalo bos tiba-tiba ngelamar dan ngajak nikah mau ngak?" terdengar suara Ridho mengajukan pertanyaan.


"Mau lah, ganteng gitu masa ditolak" jawab Angela dengan suara santai.


"yessss" teriak Adam bahagia. Dia melupakan semua masalah yang saat ini terjadi.

__ADS_1


Hmmmmmm.... kira-kira kalo Angela tau pembicaraannya dengan Ridho di pesawat direkam dan saat ini rekamannya sudah didengar Adam, gmana ya reaksi Angela?!


šŸ¤”šŸ¤”šŸ¤”šŸ¤”šŸ¤”


__ADS_2