Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 36


__ADS_3

Adam memasuki kamar yang ditempati Angela dan tidak menemukannya, lalu dia segera berlari ke kamar Chaca dan melihat Chaca juga sendirian.


"Tante Angel dimana?" tanya Adam pada Chaca


"Di Kamar Mandi pa, tapi udah sepuluh menit Tanta Angel disana tapi Chaca ngak denger suara air didalam" jawab Chaca


Adam segera mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil Angela, tidak ada jawaban dari dalam tapi tak lama terdengar suara air kran diwastafel dalam kamar mandi.


Adam membuka pintu pelan dan ternyata tidak dikunci. Angel terlihat mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil dan sedikit menekan-nekan sekitar matanya.


"Kamu kenapa? Nangis ya?" tanya Adam setelah melihat wajah Angela dengan mata sedikit sembab dan hidung merah begitu.


Dengan lembut Adam menarik Angela kedalam pelukannya.


"Aku janji ngak akan menikahi perempuan selain kamu, jadi kamu jangan sedih ya. Ayuuuuk kita berjuang bersama hadapi Mami dan Papi" ucap Adam lembut sambil mengusap punggung Angela yang masih dalam pelukannya.


"Pa, aku mau Tante Angel yang jadi mama aku, bukan Tante Dewi atau yang lain" rengek Chaca ikutan sedih


"Iya sayang, Papa janji tapi kamu bilang Oma dan Opa ya. Bilang kalo kita maunya Tante Angel bukan Tante Dewi" bujuk Adam pada Chaca.


"Oke, Chaca bilang Oma dan Opa dulu ya" ujar Chaca sambil berlari keluar meninggalkan keduanya.


"Ayuk ke bawah, kita ditungguin Mami sama Papi" ajak Adam sambil melepaskan pelukannya dan memandangi wajah Angela.


"Senyum dunk, masa wajahnya ditekuk jelek gitu. Gmana mau menangkan hati Camer kalo wajahnya jelek gitu?" goda Adam sambil mengelus lembut pipi Angela.


"Tapi kalo saya ditolak gmana bos? Kan aku ngak cantik, ngak kaya, ngak punya koneksi sama seperti mba Dewi pada orang tua bos?" tanya Angela sedih


"Duh yang jago Resolusi Konflik, punya dua Gold Card di tangannya masih ngak pede maju ke meja perundingan" goda Adam lagi


"Dua kartu emas apa? tanya Angela dengan dahi berkerut


"Sayang, denger ya.... Mami dan Papi itu nyari istri yang bisa bahagiakan aku dan nyari mama yang sayang sama Chaca. Kamu itu sumber kebahagiaan aku dan kesayangannya Chaca. Kita berdua pilih kamu dan mau kamu, masa Mami dan Papi nolak sih? Tapi walaupun gitu, ayolah kita temui Mami dan Papi dibawah dan bilang kalo kita saling mencintai dan saling sayang" terang Adam panjang lebar.


Adam sedikit geli, ternyata sejago apapun orang dalam Resolusi Konflik orang lain, kalo udah menyangkut hati dan perasaannya sendiri, ilmunya seperti menguap entah kemana.

__ADS_1


Angela masih berdiri ragu didepan Adam dengan kedua tangannya dalam genggaman Adam untuk menyalurkan energi positif.


"Sayang ayolah, aku tadi cuma minta waktu sama Mami dan Papi dibawah 5 menit lho buat hadirkan pilihanku pada mereka dan ini udah lebih 10 menit" desak Adam


"Tapi aku....." ucapan ragu Angela terhenti saat Adam tiba-tiba menutup bibir Angela dengan bibirnya.


Adam hanya menempelkan bibirnya lembut pada bibir Angela, melihat Angela tidak menolak, Adam mulai sedikit berani. Dia memegang pipi Angela dengan kedua tangannya dan memperdalam ciumannya.


Angela masih diam dan kaget harus gmana, karena jujur ini ciuman pertamanya.


Lebih dari 10 menit sejak Adam berlari penuh semangat ke atas, dua orang yang ditunggu Mami dan Papi Adam belum juga muncul.


"Ayolah Oma, Tante Angela aja yang jadi mama Chaca. Sekarang Tante Angel lagi nangis dikamar mandi kamar Chaca karena Oma mau jadikan Tante Dewi Mama Chaca" rayu Chaca tidak mau menyerah


"Ya udah, Papi tunggu disini ya sama Chaca. Mami mau cek dulu mereka diatas, jangan sampai mereka sibuk bikin adik Chaca dulu dikamar dan lupa sama kita disini" ucap Mami Adam


"Papa dan Tante Angel bikin adik buat Chaca? Chaca mau lihat" ucap Chaca semangat dan turun dari kursinya. Dia pikir bikin adik sama kali dengan bikin roti. 🤭🤭🤭🤭


"Chaaaa, tunggu disini sama Opa. Mau ngak nih Tante Angel jadi mamanya? kalo mau, Chaca temani Opa dulu" titah Oma dan Chaca menurut, kembali duduk dikursi samping Opa.


Didalam kamar mandi, Angela yang sedang diajari Adam cara berciuman sedang menikmati setiap sesi materi praktek yang diajarkan Adam langsung kaget dan mendorong tubuh Adam saat melihat Mami sudah ada didepan pintu kamar mandi. Angela langsung menunduk malu dan tidak berani melihat pada Mami.


"Mami bikin kaget aja, kalo anaknya jantungan gmana? kilah Adam.


"Mami yang jantungan lihat kamu ngacak-ngacak anak gadis orang sebelum sah secara agama begitu" teriak Mami ngak mau kalah.


"Cuma latihan kok mi, belum juga ke pelajaran utamanya" jawab Adam lagi mencoba mencairkan suasana. Dia melirik Angela yang masih menunduk dengan muka pucat seperti orang habis digerebek satpol PP, tapi ini lebih parah, yang gerebek Camer euy....


"Kamu kebawah bicara sama Papi, bilang Papi besok Akad Nikah kalian dilakukan. Ngak perlu tunangan-tunangan segala, terlanjur rusak anak gadis orang nanti" perintah Mami pada Adam.


"Oke Mi" jawab Adam sambil menarik tangan Angela keluar kamar mandi.


"Angela tetap disini, Mami mau bicara" ucap Mami lagi.


Angela langsung mengangkat wajahnya yang makin pucat kearah mami, lalu menatap Adam memohon perlindungan.

__ADS_1


"Kamu jangan takut gitu dunk, Mami ngak makan orang kok" jawab Adam sambil ngacak-ngacak rambut Angela.


"Udah sana, mau nikah besok ngak?!" ucap Mami lagi mengusir Adam. Akhirnya Adam melangkah meninggalkan Mami yang masih berwajah sangar dan Angela yang mukanya makin pucat.


Setelah Adam keluar dari kamar dan tinggal mereka berdua, Mami Adam merubah mimik wajahnya. Dia melangkah mendekati Angela dan memeluknya.


"Makasih ya sayang, kamu udah hadir dalam keluarga kami dan mengembalikan Adam kami seperti dulu lagi dan terima kasih juga sudah menyayangi Chaca dengan tulus" ucap Mami sambil memeluk Angela. Suara Mami terdengar sedikit parau dan mulai terisak sedih


Angela yang tadi mematung sangat kaget melihat Mami menangis memeluknya.


"Mami kenapa? Angela minta maaf ya kalau Angela dan Pak Adam melewati batas dan bikin Mami sedih" jawab Angela bingung.


"Mami ini nangis bahagia Angela, Mami senang akhirnya mami mendapatkan menantu yang benar-benar tulus. Mami dan Papi udah tau hubungan kalian, bahkan foto-foto kalian di Sawahlunto juga sudah sampai pada kami dari orang kepercayaan Mami, karena itu kami pulang untuk menikahkan kalian" ucap Mami lagi sambil mengelus wajah Angela yang sudah merah seperti kepiting rebus.


"Tapi tadi...." tanya Angela ragu.


"Oh itu karena mami kesal, kamu ngak langsung dikenalkan Adam ke kami sebagai menantu, jadi sengaja mami dan papi bikin drama begitu, supaya Adam segera bertindak cepat. Maaf ya, jadi malah bikin kamu sedih" ucap Mami kembali memeluk Angela.


"Ya udah, sekarang kamu siap-siap ya, bentar lagi kita ke butik langganan mami buat nyari kebaya yang pas buat kalian Akad Nikah besok" Ucap Mami sambil melepaskan pelukannya.


"Akad nikahnya serius besok mi?" tanya Angela lagi


"Ya serius, kamu ngak ngerasakan gimana tadi Adam nyium kamu? dia itu udah kayak lihat juice jeruk dingin satu teko setelah puasa selama 5 tahun ditengah cuaca panas dimusim kemarau. Habis kamu nanti sama dia, dosanya juga besar. Jadi lebih aman kalo kalian segera menikah, resepsinya nanti aja kalau kalian mau, bisa rencanakan matang-matang konsep dan pilihan waktunya" jawab mami panjang lebar tanpa bisa dibantah Angela.


Melihat Angela masih bingung dan berdiri bimbang gitu, Mami berpikir jahil.


"Ya udah kalau kamu ngak mau nikah sama anak Mami, biar Adam mami nikahkan sama Dewi aja. Pasti Dewi akan langsung peluk-peluk Mami kegirangan kalo Mami kasih Adam ke dia" ucap Mami sambil memasang wajah cemberut pada Angela.


"Mami, jangaaannnnn" ucap Angela kaget.


"Angela mandi dan siap-siap dulu ya mi, 30 menit lagi Angela nyusul mami ke bawah buat nyari kebaya ke butik langganan mami" ucap Angela dengan senyum manis.


Gila aja kali, udah dapat restu camer gini malah lepasin babang Adam buat perempuan lain.


ohhhhh nooooo......

__ADS_1


_______


__ADS_2