Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 26


__ADS_3

Dua jam berlalu, Angela merasa cukup puas beristirahat. Sebaiknya dia bangun dan mengajak Chaca main di pantai sebentar sebelum pulang. Angela lalu membuka matanya pelan. Dia sangat terkejut saat membuka mata, didepannya ada Adam yang tertidur pulas. Angela lalu memutar badannya segera membelakangi Adam dan menemukan Chaca juga masih tertidur pulas. Angela sedikit bingung knapa ada Adam disini dan posisinya ditengah antara ayah dan anak itu.


Angela merasa tidak tenang, dia kembali merubah posisi badannya dari membelakangi Adam menjadi menghadap ke langit langit kamar. Gerakannya diatas kasur yang empuk itu menganggu tidur Adam. Dalam pikirannya saat ini Chaca sedang bermain dan mengganggunya.


"Sayang bentar lagi ya, papa masih ngantuk" kata Adam masih dengan mata tertutup.


Angela sangat kaget karena Adam memakai kata sayang.


"Ach mungkin dia pikir Chaca yang bergerak, aku ngak boleh ge er" kata Angela dalam hati.


Dengan hati-hati Angela mencoba bangun, tapi tetap saja menimbulkan goncangan pada kasur. Adam secara tidak sadar meraih tubuh Angela dan memeluknya. Dia berpikir itu tubuh Chaca, kalo Chaca dipeluk pasti akan tidur lagi pikir Adam.


Saat Adam mencoba meraihnya, Angela mencoba membelakangi Adam. Dia khawatir kalo menghadap ke Adam, dia ngak bisa kendalikan diri.


Namun sialnya, saat Adam mencoba memeluk tubuh itu, tangannya menyentuh aset kembar Angela yang empuk dan sesaat dia tersadar dan ingat kalo dia tidur disamping Angela dan yang dipeluknya saat ini adalah Angela. Adam juga merasakan tubuh Angela membeku dan mencoba menahan nafas.


Adam memindahkan tangannya secara perlahan ke pinggang Angela karena dia tidak mau nanti Angela merasa dilecehkan.


Adam merasa Angela terus menahan nafas dan mematung dalam pelukannya.


"Jangan lupa nafas sayang" bisik Adam pelan ditelinga Angela.


Saat Angela tau kalo Adam audah bangun secepat kita Angela mencoba duduk dan berniat kabur. Namun Adam menariknya, sehingga Angela kembali jatuh kedalam pelukan Adam.


"lima menit, please" kata Adam dengan mata tertutup menikmati pelukan hangat tubuh Angela.


"Bos, jangan gini dunk. Kalo ada yang lihat gmana? kalo kena gerebek warga gmana?" ucap Angela pelan dan penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Kalo ada yang gerebek, bagus dunk... kita langsung menikah" jawab Adam tanpa melepaskan pelukannya.


"Ngak bisa gitu dunk bos" jawab Angela lagi. Dia mau menahan suaranya karena ngak mau ribut dan digerebek beneran.


Setelah dirasa cukup, Adam melepaskan tubuh Angela. Angela segera bangun dan berlari kekamar mandi. Namun karena ngak hati-hati dan ngak fokus, Angela malah terpeleset kelantai dan secara reflek dia menjerit kaget.


Adam yang mendengar suara orang terjatuh dan Angela menjerit segera bangun. Dia melihat Angela masih duduk dilantai. Adam langsung bangun dan mengangkat Angela kembali ke tempat tidur.


"Hati-hati dunk, apanya yang sakit?" tanya Adam lembut sambil memeriksa tubuh Angela.


"Aman bos, udah ngak papa" jawab Angela sambil menunduk malu. Dia yakin saat ini wajahnya sudah berwarna merah padam.


"Yakin ngak ada yang sakit?" tanya Adam lembut dan penuh perhatian.


Angela bingung akhirnya dia mengangguk dan menggeleng tidak jelas. Membuat Adam tersenyum geli sambil mengusap kepala Angela.


"Bisa, bisa sendiri" jawab Angela bingung. Dia benar-benar pusing memikirkan perubahan sikap bosnya yang hampir 180° tersebut.


Angela lalu berdiri dan berjalan secara hati-hati, dia tidak mau ceroboh lagi seperti tadi. Adam memperhatikan sampai Angela masuk ke kamar mandi.


Setelah Angela menghilang dalam kamar mandi, Adam memegang dadanya. Dia merasakan gemuruh disana. Rasa bahagia yang sama seperti saat bersama mama Chaca dulu. Walaupun mereka adalah dua perempuan dengan dua karakter yang sangat berbeda.


Didalam kamar mandi, Angela berpikir keras tentang apa yang harus dia lakukan. Dia ngak bisa terus berada disekitar bosnya itu. Bisa-bisa nanti dia jatuh cinta dan patah hati. Angela yakin saat ini bosnya pasti sengaja menggodanya sebagai bagian dari cara Adam membalasnya.


"Gw harus menghilang dulu, tabungan 3 tahun ini cukuplah buat dia pindah. Biar aman dia harus bertahan dulu dan ngak cari kerja ke perusahaan yang bisa saja terhubung dengan perusahaan Putra Jaya Group atau relasinya Adam. Besok Angela harus cari cara buat kabur dulu" pikir Angela panjang dengan mempertimbangkan semuanya.


Setelah yakin dengan rencananya, Angela segera keluar kamar mandi. Dilihatnya Adam kembali tertidur disana. Dengan Pelan dia membangunkan Chaca untuk kembali bermain di pantai. Pantai disore hari mulai terasa sejuk dan indah.

__ADS_1


Saat turun ke bawah, Angela melihat pak Man yang tertidur di sofa. Mendengar ada suara orang menuruni tangga, pak man segera bangun.


"Eh pak man, kapan datang?" tanya Angela ramah.


"Sudah dari tadi non, bawain mobilnya non dewi kesini" jawab pak man.


"Oooo gitu, okelah pak man, kami ke Pantai dulu ya" pamit Angela.


Setelag Angela dan Chaca pergi ke pantai, Dewi segera keluar kamar dan naik ke lantai dua mencari Adam. Dia yakin Adam disana karena Dewi sudah memeriksa kamar sebelah, hanya Ridho yang tidur disana.


"Mau apa lagi?" tanya Adam yang kebetulan juga sudah keluar kamar dan mau turun.


"Mas, kita bisa obrolkan baik-baik apa yang mas ngak suka dari aku yang perlu aku perbaiki" kata Dewi dengan lembut dan masih belum menyerah.


"Aku mencintaimu sejak pertama bertemu denganmu mas, bahkan saat itu kamu masih menjadi suami kakak sepupuku. Aku menyimpan perasaanku karena tidak mau merusak kebahagiaannya" lanjut Dewi terus terang.


"Sudahlah, hari dan dulu tetap sama. Aku ngak ada rasa sedikitpun sama kamu. sudahlah, jangan dipaksakan" jawab Adam tanpa melihat kearah Dewi.


"Aku akan bicara pada gadis itu, supaya dia tau diri dan ngak gangguin hubungan kita" kata Dewi lagi sambil berlari keluar menuju pantai.


"Berhenti, jangan macam-macam kalo kamu ngak mau hancur lebih parah lagi kedepan" teriak Adam emosi.


"Pak man, antar dia pulang ke rumahnya" perintah Adam tegas.


Dewi benar-benar emosi dan merasa harga dirinya diinjak - injak, segera berlari kembali ke kamar dan mengambil tas serta menyambar kunci mobilnya. Dia meninggalkan villa itu dengan penuh emosi dan bertekad akan merusak kebahagiaan Adam.


"Kalo aku ngak bisa mendapatkanmu, orang lain juga ngak boleh" pekik Dewi sambil melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


_____


__ADS_2