
Pukul 06.00 teng Angela sudah berada di depan gerbang sebuah rumah bagus yang berada dalam komplek pemukiman elit.
"Permisi pak, saya Angela karyawati Putra Jaya Group yang baru dipindah tugaskan jadi pengasuh Nona Chaca oleh Pak Adam kemaren" sapa Angela sambil memperkenalkan diri pada security didekat gerbang masuk ke rumah bos nya itu dengan ramah.
"Oh Non Angela, silahkan masuk. Saya udah diberitahu pak Doni kemaren kalo pagi ini akan ada Pengasuh baru Nona Chaca yang akan datang" jawab security tersebut sambil membukakan pintu untuk Angela.
"Makasih pak, kalo boleh tau nama bapak siapa?" tanya Angela lagi
"Saya Maman Non, panggil aja Pak Man" jawab security itu ramah.
"Oke pak, bapak juga panggil saya Enjel (Angel) aja pak, jangan pakai Non, saya juga karyawan sama seperti bapak" kata Angela sambil berjalan menuju pintu utama rumah itu dan melambaikan tangan pada pak Man.
Begitu sampai didepan pintu utama, Angela mengetok pintu depan sambil mengucapkan salam.
Tok.. tok...tok...
"Assalamu alaikum" seru Angela didepan pintu.
"Walaikumsalam, masuk non" jawab seorang perempuan paruh baya yang membukakan pintu untuk Angela.
"Saya mbok yum, mari non saya antar ke kamar Non Chaca" lanjut Mbok Yum ramah.
__ADS_1
"Oh, makasih bik, saya Angela bik" sahut Angela tak kalah ramah.
_____
Angela masuk ke kamar Chaca yang berada di lantai 2 rumah tersebut. Kamar itu sangat luas dan nyaman dengan nuansa warna pink. Didalamnya juga terdapat karpet yang cukup lebar yang dipenuhi oleh mainan dan boneka milik Chaca.
Chaca mengeliat sambil mengucek matanya. Awalnya dia melihat Angela sekilas dan memejamkan matanya kembali, sesaat dia membuka matanya lebar dan duduk dengan cepat lalu melihat lagi ke arah Angela kaget.
"Tante Angel?" Serius ini Tante Angel?" tanya Chaca sambil berlari ke arah Angel yang duduk di sofa tidak jauh dari tempat tidur Chaca.
"Pagi sayang, kamu udah bangun?" sapa Angela ramah sambil merentangkan tangannya memeluk tubuh mungil yang langsung menubrukan tubuhnya ke Angela.
"Kok tante Angel ada dikamar Chaca? Chaca ngak mimpikan ya?" tanya gadis itu lucu sambil menepuk-nepuk pelan pipinya.
"Pengasuh sementara gantiin Tante Mesi yang lagi pergi liburan ya?" tanya Chaca cemberut.
"Apa ngak bisa selamanya?" tanya Chaca lagi dengan mata berbinar
"Kita lihat nanti ya sayang, sekarang Chaca mandi dulu dan siap-siap sarapan" jawab Angela sambil menarik Chaca ke kamar mandi yang ada disudut ruangan itu.
Tepat pukul 07.00 Chaca bersama Angela sudah menuruni tangga menuju ruang makan keluarga sambil tersenyum dan bergandengan tangan.
__ADS_1
Adam yang melihat kearah mereka cukup terkejut melihat putrinya bisa dekat dengan orang yang baru dikenalnya. Mesi saja yang sudah 1 tahun mengasuh Chaca, Adam tidak pernah melihat mereka seakrab dan sesenang itu.
Saat kedua gadis itu semakin mendekat ke meja makan, Adam kembali sibuk pada makanan didepanya dan sesekali melihat smartphone yang ada disebelah piringnya.
"Selamat pagi Papa" sapa Chaca sambil mendekati Adam.
Adam meletakkan sendoknya dan memeluk gadis kecilnya itu dan menyium dahi dan kedua pipi Chaca.
"Pagi kesayangan papa, apa tidurmu nyenyak?" tanya Adam sambil melepaskan pelukannya.
"Tidur Chaca nyenyak, Chaca juga mimpi main di taman sama Tante Angel dan begitu bangun Tante Angel sudah ada dikamar Chaca, Chaca pikir masih mimpi tapi ternyata beneran" jawab Chaca riang.
"Ayo sayang kita sarapan" kata Adam sambil menunjuk kursi agar putrinya segera duduk.
"Tante Angel duduk disini, kita sarapan sama-sama" kata Chaca sambil menunjuk kursi disebelahnya.
"Tante Angel sarapannya nanti aja ya, Chaca sarapan aja dulu sama Papa" jawab Angela bingung. Dia ngak tau harus bagaimana.
"Kamu duduklah, ikut sarapan dan sekalian bantu Chaca sarapan" kata Adam pada Angela tanpa melihat ke Angela.
"Siap bos!" jawab Angela sambil duduk disamping Chaca.
__ADS_1
Adam mengangkat mukanya dan melihat pada Angela. Tidak pernah dia disapa begitu sebelumnya oleh karyawan lain selain Doni. Itupun Doni lakukan saat sedang bercanda kalo Adam memberi tugas yang menurutnya tidak masuk akal atau berlebihan. Doni melakukan itu karena mereka adalah teman akrab dari remaja jadi biasa bercanda.