Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 30


__ADS_3

Adam keluar ruang kerjanya dan berjalan menuju ke ruang meeting yang ada disisi barat rumahnya. Didepan Angela berjalan bersama Anton yang selama ini partnernya di Divisi Resolusi Konflik. Entah apa yang mereka bicarakan, terlihat Angela tertawa sambil memukul bahu Anton. Adam yang melihat hal itu sedikit cemburu.


Memasuki ruang meeting dan menduduki kursi pimpinan rapat, Adam melirik pada kursi kosong disebelahnya dan melihat Angela yang masih sibuk berbicara sambil berbisik dengan Anton.


Doni yang melihat gelagat kurang senang bosnya mengambil inisiatif.


"Angela bisa pindah duduk kedepan, rapatnya segera dimulai" perintah Doni dengan suara cukup keras.


Angela dan Anton sedikit kaget karena sedang asyik mengobrol dan tidak menyadari bosnya sudah berada dalam ruangan meeting.


"Saya duduk disini aja pak Doni" jawab Angela sambil memperbaiki posisi duduknya dan menghentikan obrolannya bersama Anton


Mendengar penolakan Angela, Adam mengalihkan pandangannya dari gadget didepannya dan memandang tajam Angela tanpa mengeluarkan suara.


Angela melirik Doni meminta pendapat karena aura si bos udah mulai mengerikan dimata Angela. Doni menganggukan kepalanya dan memberi isyarat dengan kepala dan matanya agar Angela segera pindah.


Tanpa bersuara, Angela segera berdiri dari kursinya dan pindah ke kursi kosong disamping Adam.


"Bisa kita mulai sekarang pak?" tanya Andi sebagai kepala Divisi Resolusi Konflik hati-hati. Dari wajah Adam terlihat saat ini bosnya sedang badmood.


Adam hanya menggangguk tanpa bersuara dan Ridho yang baru masuk dan melihat situasi hanya heran melihat suasana mencekam terlebih Adam terlihat sedang emosi.


"Harusnya kan dia happy setelah dengar rekaman itu tapi kok kayak orang sedang marahan ya" kata Ridho dalam hati


"Baik kita mulai saja, begini bapak ibu khususnya Angela dan pak Ridho yang baru bergabung, situasi konflik lahan kita semakin memanas dan saat ini operasional lapangan terpaksa dihentikan untuk menghindari bentrok. Kita sebenarnya bisa saja pakai aparat keamanan dari Kepolisian atau TNI untuk mengamankan jalannya operasional, tapi menurut kami itu bukan pilihan terbaik kita karena dapat memicu persoalan lebih besar bersama warga, masalah utama terkait lahan akan semakin sulit diselesaikan dan hanya akan meningkatkan biaya operasional keamanan namun tidak efisien" buka Andi menjelaskan situasi awalnya.


"Selama seminggu terakhir saya bersama Anton dan dibantu oleh staf lapangan kita mencoba menyelesaikan persoalan ini, namun dua kali pertemuan berakhir deadlock dan aksi walk out warga. Terakhir siang tadi, rencana rapat penyelesaian masalah ini bersama Pak Dirut dan warga ditolak warga untuk dilaksanakan, warga menuntut pertemuan terkait dengan masalah ini harus dihadiri sama mba Angela, karena itu kita meminta rapatnya diundur besok pagi dan malam ini kita briefing untuk teknis besok pagi" lanjut Andi.


Peserta rapat yang lain masih sedikit tegang karena wajah Adam masih menampilkan aura mematikan. Dengan semakin hati-hati bicara Andi melanjutkan.


"Maaf pak Dirut, Apakah ada arahan yang mau disampaikan untuk besok?" tanya Andi


Adam memandang sekeliling ruangan dan menatap semua karyawannya satu persatu.

__ADS_1


"Apa yang kalian kerjakan disini sebenarnya? Kenapa persoalan sepele seperti ini kalian rawat dan tidak dituntaskan hingga akhirnya mengganggu operasional? Saya sudah baca semua laporan dan dokumen kalian disini, ada sangat banyak catatan yang bisa membuat tambang ini ditutup, tidak hanya karena persoalan lahannya tapi juga dampak lingkungan yang tidak kalian urus dan juga laporan produksi serta pembayaran kewajiban keuangan yang berantakan. Kalian malah sibuk buang uang untuk entertain penjabat yang datang tapi masalah utamanya tidak dibereskan. Saya mau masalah dengan warga selesai dalam minggu ini dan masalah lainnya akan kita bereskan dalam waktu satu bulan" titah Adam dengan dingin.


Joko dan Rudi langsung memucat wajahnya, dia sangat tidak menyangka kalo dalam waktu setengah hari bosnya sudah membaca semua dokumen dan mengetahui semua persoalan lapangan.


"Baik pak" jawab mereka serempak dan tidak berani menatap Adam.


"Untuk besok, saya akan hadir langsung pertemuan bersama warga. Saya sangat penasaran kenapa Warga berani tolak pertemuan dengan saya hanya karena mereka ingin Angela hadir dalam pertemuan itu" lanjut Adam


Angela yang ada disampingnya sedikit merasa terintimidasi dan tidak tau harua komentar apa.


"Baik pak, pertemuan besok akan diadakan di ruang pertemuan kantor lapangan jam 8 pagi. Lokasi tersebut lebih dekat dengan pemukiman warga sehingga lebih mudah bagi masyarakat untuk hadir. Rapat besok akan dipimpin langsung oleh Angela sehingga bisa meredam protes lanjutan warga" terang Andi lagi.


"Baik pak" jawab Angela sambil melihat Andi dan wajah peserta rapat lainnya. Dia kembali mengalihkan pandangan sebelum posisi matanya tertuju pada Adam. Adam yang melihat Angela berusaha menghindari kontak mata dengannya mulai berpikir untuk menjahili Angela.


"Kamu besok harus datang satu mobil dengan saya dan harus selalu dekat saya selama kegiatan, saya ngak mau warga salah mengira kalo kamu orang yang paling bisa bereskan persoalan ini dan mengabaikan saya. Kalo sampai besok warga mengabaikan saya dan lebih mementingkan kamu, saya ngak akan bayar dan laksanakan semua point kesepakatan yang kamu buat dengan warga" kata Adam


"Kok gitu pak?" protes Angela.


"Kamu nantangin saya?" tanya Adam tersulut emosi.


"Maaf pak, bukan nantangin bapak tapi ya gmana dunk?" jawab Angela bingung dan ngak mau melanjutkan perdebatan dengan Adam.


"Saya rasa pertemuan malam ini cukup, besok pagi jangan ada kesalahan. Urusan saya dan kamu belum selesai, ikut saya ke ruang kerja" kata Adam menutup pertemuan.


"Terima kasih pak, selamat malam" jawab peserta rapat dan mereka mulai meninggalkan ruangan rapat satu persatu.


Adam masih duduk ditempatnya, begitupun Angela, Doni, Ridho, Andi dan Anton.


"Maaf pak, boleh kami berdiskusi sebentar dengan Angela buat teknis besok pagi?" tanya Andi hati-hati.


"Oke, 10 menit lagi kamu temui saya di ruang meeting" jawab Adam sambil berdiri dan berjalan menuju pintu meninggalkan ruang rapat.


Angela hanya mengangguk pasrah.

__ADS_1


Setelah Adam keluar mereka berlima memulai rapat teknisnya. Doni dan Ridho ikut rapat untuk memastikan pertemuan besok berjalan baik dan masalah selesai.


Sepuluh menit berlalu, Angela terlihat resah pada jam tangannya. Hal itu terperhatikan oleh Ridho.


"Duuuuh yang lagi resah ditunggu babang Adam" goda Ridho pada Angela.


"Hufffft, saya boleh izin duluan ngak, takut nanti pak bos ngamuk lagi. Nanti teknis acara rapinya aku dikirim ya bang Anton" pamit Angela pada mereka.


"Ya udah sana, kamu temui bos. Pastikan dia beres dulu. Kalo dia ngak beres malam ini, besok pagi kita semua bakal mati berdiri dibuatnya" jawab Doni dan diangguki oleh Andi dan Ridho.


"Kamu ada hubungan apa sama bos?" tanya Anton dengan sedikit aroma cemburu dari tatap matanya.


Belum sempat Angela menjawab, Ridho sudah terlebih dulu mengultimatum.


"Sainganmu berat bro, mending mundur teratur dari sekarang" jawab Ridho sambil menepuk pundak Anton.


Tanpa menjawab pertanyaan Anton, Angela segera meninggalkan ruang rapat untuk menemui Adam.


"Apalagi sih maunya dia?" rutuk Angela dalam hati. Masalah warga belum beres, ini bos bertingkah pula.


Tok...tok...ketuk Angela pada pintu yang ditunjuk pak Ujang saat tadi dia bertanya dimana ruang kerja bos.


"masuk" perintah Adam dari dalam.


"Maaf pak, saya telat 3 menit" kata Angela setelah masuk dan menutup kembali pintu dibelakangnya.


"Ngak papa, kamu temani saya makan dulu ya, saya lapar dan ngak selera makan dari tadi siang" jawab Adam sambil duduk dikursi depan meja yang tersedia nasi goreng dan ayam penyet yang menggugah selera. Ada teh telor dan juice mangga yang menggoda juga disana.


Tapi meski begitu, Angela tetap merasa aneh, tadi diruang meeting kayak mau makan orang. Pas disini ramah banget. Dasar bunglon rutuk Angela dalam hati.


Sementara Adam tersenyum senang dalam hati karena Angela sama sekali ngak nolak diajak makan berat tengah malam begini.


______

__ADS_1


__ADS_2