
"Tadi pas kamu mau berangkat, Chaca gmana?" tanya Adam saat Angela sudah mengambil posisi duduk didepannya.
"Tadi Chaca minta ikut, tapi dengan pertimbangan kita akan sibuk jadi saya minta Chaca dirumah aja, tapi Chaca minta piknik kalo nanti kita sudah balik" jawab Angela.
"Kita?" tanya Adam dengan senyum simpul.
"Maaf, maksud saya... bapak dan saya" jawab Angela gelagapan.
"Saya suka kamu pakai kata 'kita' buat kata ganti saya dan kamu" balas Adam sambil memakan Nasi Gorengnya.
Angela yakin saat ini mukanya pasti sudah merah karena dia merasa mukanya panas.
"Dimakan dunk, kok bengong gitu" ucap Adam lagi.
"ya pak, makasih" jawab Angela kikuk dan mulai menyendok makanannya dengan hati-hati ke mulut.
Setelah menikmati makan tengah malam tanpa suara dan saat ini Angela juga telah selesai merapikan meja dan membereskan wadah tempat makan mereka.
"Pak, saya boleh izin ke kamar? Mau istirahat dulu biar besok fresh pas pertemuan warga" pamit Angela.
"Satu jam lagi baru boleh tidur, nanti gendut habis makan langsung tidur" jawab Adam.
"Oke pak, tapi saya boleh nunggu satu jammya di kamar aja, sambil baca beberapa dokumen terkait kasus?" tanya Angela lagi. Dia ngak nyaman tengah malam berduaan dengan bos diruangan itu.
Adam yang sedang membaca dokumen didepannya menghentikan pekerjaannya dan memandang tajam pada Angela.
"Kamu kenapa kalo sama saya kaku dan mau cepat-cepat pergi, emang saya makan orang sehingga kamu takut. Coba kalo sama Anton, kamu bisa tertawa lepas, pegang-pegang dan lupa keadaan sekelilingnya" semburan kata-kata Adam dengan rasa jengkel luar biasa.
"Siapa yang pegang-pegang pak, jangan nuduh sembarangan. Emang semua orang kayak bapak main serobot dan cium orang sembarangan" jawab Angela tak kalah jengkel.
"Kalo ngak pegang-pegang apa namanya? kalo bicara bisik-bisik sambil senyum dan pegang-pegang bahu Anton gitu?" balas Adam makin sengit.
"Kapan???" tanya Angela ngak mau kalah
"Tadi sebelum meeting, dari jalan menuju ruang meeting dan sampai ruang meeting. kamu ngak nyadarkan kalo saya berada dibelakang kamu?" jawab Adam
"Lagian bapak apa-apaan sih? ngapain juga bapak harus ikutin saya" jawab Angela pusing sama kelakuan bosnya, bentar marah-marah, ngak lama setelahnya ramah, lalu marah lagi.
"Katanya mau kalo saya lamar, tapi sama laki-laki lain genit juga" sungut Adam
"Eh tunggu, siapa yang mau dilamar?" tanya Angela
"Ya kamu, siapa lagi?!" jawab Adam
"Kapan? Kapan saya bilang kalo saya mau dilamar?" tanya Angela bingung.
"Ngak usah ngelak, saya punya bukti" jawab Adam
"Siapa yang ngelak? apa buktinya? kalo beneran bapak pegang bukti kalo saya pernah bilang mau bapak lamar, saya terima nih lamaran bapak sekarang" tantang Angela.
__ADS_1
"Pegang kata-kata kamu ya" jawab Adam sambil meraih gadgetnya dan memutar rekaman yang ada disana.
Suara rekaman
"Sebenarnya kamu udah jadian belum sama bos" terdengar suara Ridho
"pak saya ini karyawan yang ditarik bos buat jadi pengasuh anaknya, gmana ada cerita jadian" terdengar suara Angela.
"Tapi sepertinya bos Falling in love sama kamu, soalnya dia beda beberapa waktu belakangan ini" terdengar suara Ridho lagi.
"Ngak ngerti deh, terserah bapak mau ngomong apa, saya mau tidur dulu bentar" suara Angela lagi
"Kalo bos ngelamar kamu, kamu mau ngak?" tanya Ridho lagi
"Ya mau lah, masa dilamar cowok ganteng gitu nolak" jawab Angela dalam rekaman itu.
Angela membeku ditempat setelah mendengarkan rekaman pembicaraannya siang tadi dengan Ridho di pesawat. Dia ngak sadar kalo Adam sudah bergerak ke hadapannya dengan senyum manis penuh kemenangan.
"Jadi mau langsung terima lamaran saya sekarang atau mau bikin acara lamaran resmi di jakarta" tanya Adam yang sudah berdiri dihadapan Angela.
Angela benar-benar spechless dan ngak tau harus merespon apa. yang ada dalam pikirannya sekarang adalah bagaimana cara membalas Ridho setelah ini.
"Aku senang kamu jujur, segera setelah sampau Jakarta kita menikah ya dan ajak Chaca piknik udah jadi keluarga utuh" lanjut Adam sambil memeluk Angela dan menyium kepala Angela.
Angela benar-benar syok dan ngak tau harus gmana. Jangan tanya bagaimana gemuruh dan detak jantungnya saat ini. Dia yakin Adam saat ini bisa rasakan debaran jantungnya yang seperti orang sedang lari sprint jarak jauh.
Brukk.... pintu terbuka...
Angela yang kaget dan malu langsung mendorong dada Adam dan berlari meninggalkan ruangan itu tanpa permisi.
Sekarang tinggal Ridho yang berdiri sambil garuk kepala yang tidak gatal menanti amukan Adam yang sudah memandangnya dengan tatapan tajam.
"Sorry, kupikir Angela udah ke kamar dan abang lagi kerja sendirian" Ridho masih berupaya ngeles agar tidak diamuk duda kurang kasih sayang itu. 🤣🤣🤣🤣🤣
"Mau ngapain kamu?!" tanya Adam malas
"Mau nagih hadiah, cihuuiiii.... tadi aku pikir cuma mau minta mobil, tapi lihat perkembangan terbaru, aku minta apartemen aja deh, biar jiwa jomblo ku ngak meronta ronta lihat pengantin baru bermesraan setiap saat dalam waktu dekat" jawab Ridho lagi.
"Kamu pakai apartemen yang di Pantai Indah Kapuk" jawab Adam sambil mengambil gadgetnya dan meninggalkan ruangan kerjanya.
"Asyiiikkkk, makasih bang. Smoga langgeng ya" jawab Ridho happy
Dikamar Angela tidak bisa tidur, dia sibuk menetralisir debaran didadanya dan memikirkan bagaimana dia harus bersikap besok didepan Adam dan Ridho.
Ting.... bunyi notifikasi masuk pesan ke gadget Angela. Angela meraih hp dan membuka pesan yang masuk.
"Kamu belum tidurkan? masih bisa kita bicara sebentar?" bunyi pesan dari Adam
"Belum bos, kita bicaranya besok aja ya. Udah malam dan ngak enak dilihat orang" Balas Angela dalam chatnya.
__ADS_1
"Kamar kita ada pintu penghubung, kamu kan nempati kamar yang disiapkan untuk Chaca kalo ikut kesini. Sengaja ada pintu penghubung untuk memudahkan saya atau Chaca kalo ada apa-apa" bunyi pesan lagi dari Adam.
Angela segera menebarkan pandangannya kedinding pembatas kamarnya dan kamar Adam, benar saja ada pintu dibalik tirai yang menutupi dinding tersebut.
Belum sempat Angela membalas pesan Adam, terdengar bunyi ketukan dipintu penghubung. Angela hanya menahan nafas ngak tau harus gmana.
"Boleh saya masuk? serius saya cuma mau ngomong aja, ngak ngapa-ngapain sebelum sah secara agama" tanya Adam yang kepalanya sudah nongol dicelah pintu yang sedikit terbuka.
Angela hanya mengangguk pasrah.
"Serius, kalo aku lamar kamu ngak nolak?" tanya Adam. Dia masih penasaran karena sejak rekaman itu diputar, Angela belum kasih klarifikasi apapun.
"Knapa bapak tiba-tiba mau lamar saya? Kan saya ditarik dari kantor ke rumah buat jadi pengasuh Chaca sebagai hukuman karena kesalahan yang saya lakukan" tanya Angela balik tanpa menjawab pertanyaan Adam.
"Emang menurut kamu cuma itu alasan aku bawa kamu ke rumah?" tanya Adam
"Emang ada alasan lain?" tanya Angela lagi
"Adalah, emang menurut kamu, aku main bawa-bawa orang aja ke rumah tanpa cek ini itu. Kamu aku bawa pulang karena aku memeriksa rekaman cctv taman tempat kamu nemukan Chaca, memeriksa biodata dan latar belakang kamu. Selain melihat bagaimana kamu tulus menjaga dan menyayangi Chaca, kamu juga menarik sebagai perempuan dimata saya seorang laki-laki normal. Tapi ngak mudah buat saya mengambil keputusan tentang perempuan mana yang baik untuk saya nikahi, perempuan itu mesti sayang sama anak saya dan tentu saja sayang sama saya" terang Adam
"Sebelumnya bapak juga bawa mba Messi kerumah buat jadi pengasuh Chaca, apa artinya bapak suka mba Messi juga?" selidik Angela.
"Ciiiieeee, ada yang mulai cemburu dan mulai posesif nih" jawab Adam jahil
"Siapa yang cemburu dan posesif, saya harus pastikan dulu, biar ngak salah ambil keputusan" jawab Angela keki.
"Messi saya bawa ke rumah dengan dua tujuan, Pertama untuk ngetes dia apakah bisa dekat dengan Chaca karena dia selalu bersikap suka anak kecil didepan saya, tentu saja karena dia ngejar-ngejar saya selama ini dan saya mau kasih dia kesempatan, Kedua untuk jadi tameng menghalangi Dewi dan cewek genit lainnya yang coba dekati saya. Dan seperti yang kamu tau, Messi gagal total dan saya minta Doni pindahkan dia ke Kalimantan" terang Adam.
"Patah hati donk bapak?" selidik Angela lagi
"Ya ngaklah, kamu bisa tanya yang lain. Saya ngak pernah sedekat ini dengan perempuan selain kamu setelah mama Chaca" tegas Adam
"Bapak suka saya? Apa yang bapak suka?" tanya Angela lagi buat meyakinkan diri menerima atau menolak Adam.
"Suka dan apa yang saya suka agak sulit dijelaskan secara verbal. Nanti aja aku tunjukin kalo udah sah ya" jawab Adam dengan senyum genit.
"iiiih bapak mesum" jawab Angela
"Siapa yang mesum? Kamu kali bayangin yang enak-enak sama saya?" balas Adam makin genit
"iiiih nuduh sembarangan, sudah bapak ke kamarnya sana, aku mau tidur. Udah jam 2 pagi nih" kata Angela mengelak
"Jadi aku diterima nih?" tanya Adam memastikan lagi jawaban Angela.
Angela bukannya menjawab malah bersembunyi dibawah selimut yang menutupi seluruh tubuhnya sampai ke kepala.
"Aku ngak akan keluar sampai kamu jawab ya, kalo perlu saya tidur disini sampai kamu kasih jawaban" kata Adam.
Namun sama sekali ngak ada reaksi dari Angela. Sepuluh menit menunggu, terdengar nafas Angela yang teratur karena sudah tertidur nyenyak akibat kelelahan karena perjalanan panjang hari ini.
__ADS_1
Adam membuka sedikit selimut Angela yang menutupi kepalanya, agar Angela bisa tidur nyaman dan tidak kesulitan bernafas.
Dengan satu kecupan manis dipipi Angela dan belaian lembut di rambutnya, Adam beranjak ke Kamarnya.