Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 8


__ADS_3

"Coba bilang saya bodoh didepan saya secara langsung" bunyi pesan di hp tersebut. Pesan itu berasal dari nomor papa Chaca yang kemaren dia marahi setelah Chaca hanya dijemput oleh sopir walaupun sudah menghilang seharian.


"Apa bunyi pesan yang masuk kedalam handphone jelekmu itu?" tanya Adam sambil melipat kedua tangannya di dada dan berdiri dengan posisi kaki disilangkan bersandar pada meja kerjanya di depan Angela.


"Maaf pak" jawab Angela menunduk tanpa berani menatap wajah bos besar didepannya.


"Ku pikir nyalimu gede, berani memaki-maki ku di sms tanpa mencoba mencari tahu dengan siapa kau sedang berurusan.


"Maaf pak" jawab Angela pelan dan makin menundukkan kepalanya. Dalam hati dia memaki dirinya sendiri kenapa bersikap sebodoh itu kemaren.


"Maaf? Apa cuma maaf yang ada diotakmu itu? Ku dengar dari rekan se Divisimu katanya kamu cukup pintar, tapi kenyataannya hanya berlagak pintar" jawab Adam dengan nada sinis.


Angela benar-benar tidak terima dihina separah itu dan ditelantarkan dari pagi diluar ruangan hanya gara-gara satu sms yang ngak pernah dibalas oleh penerimanya sejak kemaren.

__ADS_1


Angela mengangkat wajahnya sambil berkata "Mau bapak apa? Saya sudah minta maaf atas kesalahan saya kemaren, Saya kemaren menyelamatkan dan mengurus anak bapak seharian dan sedikitpun tidak ada rasa terima kasih dari bapak, kalo bapak lupa akar masalahnya" jawab Angela berani sambil menatap Adam.


"Ooooo, jadi kamu menuntut terima kasih dariku? Apa kamu juga sudah memikirkan apa yang kamu ingin minta sebagai tanda terima kasihku? " tantang Adam sambil tersenyum sinis dan memasukan kedua tangannya ke dalam kantong celananya.


"Saya tidak menuntut terima kasih dari bapak, saya juga tidak meminta apapun sebagai imbalan. Saya hanya minta maaf atas ketidak sopanan saya di sms kemaren. Satu lagi saya minta Bapak lebih perhatikan Chaca, kasihan dia diumur segitu kurang perhatian dari orang tua" jawab Angela.


"Kamu mau ngajarin saya? Kamu merasa lebih hebat ngurus anak daripada saya? Luar biasa! Baru ngurus anak satu hari saja berani ceramahi saya yang udah 5 tahun jadi ayah" jawab Adam semakin emosi.


Doni yang berada disudut ruangan mulai menghentikan pekerjaannya dan meletakkan laptop yang sedang digunakan diatas meja didepannya. Doni sebenarnya agak surprise melihat Adam mau berdialog cukup panjang dengan orang lain menyangkut anak dan keluarganya. Selama ini kalo Mesi ingin cerita atau diskusi membahas tentang Chaca, Adam segera mengangkat sebelah tangan dan mengibaskannya sebagai tanda untuk meminta lawan bicaranya pergi.


"Oke! Kalau kamu merasa lebih hebat dalam mengasuh anak-anak dibanding saya yang papa nya, mulai sekarang tugas kamu adalah Pengasuh Chaca fulltime" Tegas Adam sambil berdiri dan berjalan menuju mejanya.


Doni dan Angela yang mendengar perintah itu sangat kaget dan mengelengkan kepala saking tidak percayanya mendengarkan perintah tersebut.

__ADS_1


Belum sempat Angela melancarkan protes, Adam kembali berucap menyampaikan titahnya.


"Doni, kamu semuanya dan sekarang kalian silahkan keluar dari ruanganku. Buang-buang waktu saja" Kata Adam dengan sedikit mengomel.


"Tapi pak?!" sahut Angela


"Don, beresin!" jawab Agam tanpa menoleh pada Angela.


"Baik bos! Jawab Doni tanpa bantahan sedikitpun.


"Mari Angela, keruangan saya kita bicarakan detailnya" kata Doni sambil berjalan menuju pintu ruangan meninggalkan si Bos yang sedang tersenyum puas karena semua berjalan sesuai prediksinya.


Dengan langkah berat Angela mengekor dibelakang Doni, saking kesalnya dia tidak mengucapkan salam atau pamitan dengan bos besarnya tersebut.

__ADS_1


_____


__ADS_2