
" Duduk dulu Angel" kata Doni begitu mereka berdua sudah berada dalam ruangan Doni. Ruangan tersebut cukup luas dan mewah untuk seorang Wakil Direktur sekaligus tangan kanan Direktur Utama sebuah Group perusahaan yang jenis usahanya meliputi pertambangan, pengadaan barang dan jasa, kontruksi dan lain-lain.
"Makasih pak" jawab Angela sambil menduduki kursi yang cukup empuk didepan meja Doni.
"Oke Angel kita mulai aja, mulai hari ini kamu dipindah tugaskan dari Divisi Resolusi Konflik ke Rumah Pak Dirut untuk menjaga dan mengasuh Chaca secara fulltime.
"Hah? Serius pak? Yang bener aja? Saya ngelamar kerja kesini di Divisi Resolusi Konflik pak bukan jadi Baby Sitter!" jawab Angela kaget luar biasa.
"Ya, keputusan ditangan kamu, kamu terima atau kamu tolak. Kalo kamu tolak terpaksa kamu terima konsekuensi kamu di PHK hari ini, mungkin Pak Dirut juga akan kirim Red Notes ke perusahaan lain soal bad attitude kamu pada atasan" terang Doni santai tanpa beban.
Angela bagai disambar petir hanya bisa melongo dengan mulut sedikit terbuka dan spechless tidak tau harus bicara apa.
"Kalo kamu terima, saya pastikan kamu akan tetap terdaftar sebagai karyawan di perusahaan ini. Selain gaji kamu juga akan dapat tunjangan yang cukup besar karena kamu bertugas jaga Chaca selama 24 jam, kalo Chaca tidur selama 8 jam dalam sehari itu artinya kamu menjaga Chaca 16 jam sehari, karena itu kamu akan dapat upah tambahan sebesar gaji yang selama ini kamu terima setiap bulannya. Selain itu karena kamu akan keluar menemani Chaca untuk main dan belanja, kamu akan diberikan satu kartu Debit Platinum yang dapat kamu gunakan untuk membayar semua keperluan Chaca. Satu lagi, karena kamu bertugas ngurus Chaca fulltime, jadi kamu ngak perlu ngontrak rumah atau ngekos lagi. Kalo kita deal kamu akan segera pindah malam ini ke rumah Pak Dirut" jelas Doni panjang lebar.
__ADS_1
"Tapi pak, saya sukanya jadi Tim Resolusi Konflik sesuai keahlian dan pengalaman saya, bukan jadi Baby sitter" jawab Angela bingung.
" Ya pilihan ada ditangan kamu, kamu nolak konsekuensinya kamu tau, kalo kamu terima, kamu juga udah tau bonus yang akan kamu dapatkan" jawab Doni yang seolah-olah membebaskan Angela untuk memilih padahal dia memberikan penawaran yang sangat tidak imbang.
" Boleh saya minta waktu berpikir pak?" tanya Angela putus asa.
"Oke" jawab Doni sambil melirik jam tangannya.
"Waktu kamu 10 menit selagi saya siapkan Surat Kontraknya" lanjut Doni.
"Ngak bisa Angela, saya sarankan kamu segera buat keputusan, sebelum duda kekurangan kasih sayang itu masuk ruangan ini dan bikin suasana jadi ngak enak" kata Doni sambil tersenyum geli.
" Akan makin ngak enak kalo terima tawaran ini dan setelahnya tinggal dirumahnya pak, gmana pandangan orang-orang kalo saya gadis baik-baik ini tinggal serumah sama duda" jawab Angela pusing.
__ADS_1
"Kamu jangan mikir kalo kalian hanya tinggal bertiga dirumah itu. Rumah pak Dirut itu luas, asisten rumah tangga, tukang kebun, security dan sopir semua disana 10 orang. Perempuan 6 orang, laki-laki 4 orang. Belum nanti kalo Mama dan Papa Pak Dirut atau adiknya pulang dari luar negeri, akan makin ramai" jelas Doni.
"Tapi pak...." upaya Angela masih belum berakhir. Angela harus memperjuangkan kebebasannya sampai titik darah penghabisan. Dia tidak bisa bayangkan kalo berubah profesi jadi pengasuh anak-anak selama 24 jam sehari, apalagi bapaknya dingin dan sadis gitu.
"Waktu mikir kamu tinggal 5 menit lagi!" kata Doni sambil tangannya sibuk diatas laptop didepannya.
Pertahanan Angela mulai lemah, dia mikirkan bagaimana hidupnya tiba-tiba jadi pengangguran. Udah nyari kerja susah saat ini, apalagi kalo sampai ada Red Notes tentang dirinya ke perusahaan lain.
"Apakah saya dapat hari libur?" Tanya Angela setelah berpikir baik buruknya menerima atau menolak.
"Tentu saja" jawab Doni
"Kamu dapat hari libur satu hari dalam seminggu, soal harinya kapan kamu bisa diskusikan dengan Boss. Kamu bisa libur kalo Bos libur, jadi Bos bisa gantikan kamu ajak Chaca main" jelas Doni lebih lanjut.
__ADS_1
"Tapi kalo hari libur kamu ngak bisa kamu ambil, nanti kita akan hitung sebagai lembur yang akan kita bayar akhir tahun" tambah Doni meyakinkan. Dalam hati dia meminta maaf karena seolah-olah menawarkan surga pada Angela padahal dia tau akan sangat sulit berurusan sama Adam apalagi orangnya jarang senyum dan suka marah-marah.
------