Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 5


__ADS_3

Senin pagi yang cerah Angela melangkah memasuki ruangannya di Divisi Resolusi Konflik dengan ceria. Dia sudah melupakan kejadian aneh yang kemaren dia alami.


"Pagi Angel" sapa Anton begitu muncul di pintu dan melangkahkan kaki ke meja kerjanya yang ada di depan Angela.


"Pagi bang Anton, aku udah kirim semua catatan temuan lapangan dan rekomendasi pertemuan dengan perwakilan masyarakat dan pimpinan lapangan perusahaan ke email ya" jawab Angela panjang.


Tak lama setelahnya Pak Andi muncul dan melangkahkan kakinya menuju meja Angel. dia mengambil satu pena dalam tempat pena diatas meja Angela dan mengetuk-ngetuk meja Angela dengan ujung pena itu.


Angela yang sedang sibuk dengan laptopnya mengangkat kepala dan memandang heran pada Pak Andi si Kepala Divisi yang terkenal ramah selama ini.


"Ada apa pak Andi?" tanya Angela heran


" Kamu ada masalah apa sama Bos? saya dihubungi sama asisten pribadi Bos dan memintamu menghadap Bos nanti jam 09.00 teng diruangannya, ngak boleh telat" jawab Pak Andi dengan pandangan menyelidik.


"Bos manggil saya pak? " tanya Angela balik sambil menunjuk wajahnya. Dia selama ini belum pernah bicara langsung sama si Bos walaupun sudah 3 tahun bekerja di kantor tersebut. Dalam rapat- rapat bersama Bos dan pimpinan perusahaan lainnya, Angela selalu bertugas mencatat setiap point pembicaraan rapat dan selama ini Pak Andi atau Anton yang bicara dan menjelaskan situasi dan strategi. Kalopun Angela ada ide atau analisis itu akan dia sampaikan dalam rapat tim di ruang Divisi mereka.


"Iya dan jangan telat, jadi apa masalahmu dengan bos?" ulang Pak Andi

__ADS_1


"Ngak tau pak, ngomong sama bos aja aku ngak pernah" jawab Angela bingung.


saat waktu menunjukkan pukul 8.45 Angela berdiri dari kursinya dan berjalan ragu ke pintu, lalu membalikkan badan dan bertanya sama Kepala Divisinya.


"Yakin pak? Bos manggil saya, Pak Andi salah dengar kali? " tanya Angela ragu.


"Yakinlah, orang Pak Doni yang tadi langsung nelpon saya" jawab Pak Andi yakin.


Walaupun dengan perasaan heran, akhirnya Angela berjalan keluar ruangannya dan berjalan menuju Lift untuk bisa sampai ke ruangan Bos perusahaannya.


"Pagi mba, Saya Angela dari Divisi Resolusi Konflik. Saya diberitahu pak Andi kalo bos memanggil saya untuk menghadap jam 09.00 pagi ini" kata Angela pada sekretaris Bos yang ada didepan ruangan yang bertuliskan Direktur Utama.


Hampir satu jam Angela duduk disana dan ngak ada tanda-tanda dia akan dipanggil. Mulai bosan Angela berjalan kembali menuju meja Mira.


"Mba bos masih ada tamu ya? aku udah nunggu satu jam nih. Bisa tolong tanya Bos atau asistennya apakah benar bos manggil saya atau ngak? Kalo ngak saya mau balik ke ruangan saya untuk selesaikan laporan kasus dan menyiapkan bahan rapat hasil kunjungan lapangan saya dari Sawahlunto" Kata Angela lembut.


"Bentar ya mba, aku masuk dulu ke dalam dan tanya Bos" jawab Mira sambil berdiri menuju pintu ruangan Bosnya.

__ADS_1


Tok tok tok...


"Masuk" perintah dari dalam.


"Permisi pak, Angela sudah nunggu hampir satu jam di depan, apa saya sudah bisa suruh dia masuk nemui bapak? tanya Mira hati-hati.


" Ntar lagi, suruh dia nunggu disana dan jangan ajak ngobrol atau kasih minuman. biarkan aja dia" jawab bos tanpa melihat ke Sekretarisnya.


"Tapi pak, Angela butuh menyelesaikan laporannya sepulang dari Sawahlunto dan menyiapkan presentasi rapat katanya, kalo bapak belum bisa temui dia, dia mau balik dulu ke ruangannya dan kalo bapak udah ada waktu dia akan segera datang" jelas Mira lebih lanjut.


"Kalo saya bilang untuk dia nunggu di depan ya tunggu, bos disini saya atau dia?" jawab pria tampan dia sambil melototkan matanya ke Sekretarisnya.


"Baik pak, akan saya sampaikan, saya permisi " Jawab Mira gugup dan segera berlari menuju pintu keluar ruangan.


Melihat Mira keluar ruangan, Angela langsung berdiri dan bertanya.


"gmana mba? saya boleh masuk atau boleh balik dulu ke ruangan saya?

__ADS_1


"tunggu disini dan jangan kemana-mana kata bos" jawab Mira sambil berjalan lesu menuju kursinya.


"Baiklah" jawab Angela dan melangkahkan kakinya kembali ke Sofa ruang tunggu itu.


__ADS_2