Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 2


__ADS_3

Jarum jam di tangan Angela menunjukkan pukul 23.35 tengah malam, perjalanan cukup panjang dari Jakarta ke Kota Sawahlunto dimana lokasi tambang batubara mereka sedang bermasalah.


Malam ini mereka menginap di sebuah Homestay yang cukup bersih yang sudah menjadi langganan mereka ketika berkunjung ke Sawahlunto. Homestay itu berada ditengah kota kuali yang merupakan kota tua bekas tambang batubara yang sudah diekploitasi sejak zaman kolonial Belanda.


Setelah membersihkan badan dan berganti pakaian, Angela memilih tidur karena besok pagi jam 07.00 mereka sudah harus berada di kantor lapangan tambang batubara untuk bertemu dengan Direktur Operasional dan Staf Lapangan perusahaan.


Suara alarm di handphone yang sudah disetting Angela pukul 05.30 pagi berdering nyaring dan memaksa Angela untuk membuka mata, meraih handuk dan berjalan menuju kamar mandi.


Setelah ritual pagi dan berpakaian rapi, Angela membuka pintu kamarnya. Di depan kamar sudah tersedia Teh hangat dan sepiring Nasi Goreng yang selalu disediakan pengelola homestay bagi semua tamu yang menginap.

__ADS_1


"Pagi Bang Anton" sapa Angela ketika Anton muncul dari pintu kamarnya dengan sudah berpakaian rapi. Dan tak lama Pak Andi juga datang dan bergabung bersama mereka untuk sarapan.


Tepat pukul 06.30, pak Ujang sopir perusahaan yang biasa menjemput antar mereka muncul sambil tersenyum.


"Mari pak sarapan dulu" sapa Angela ramah begitu pak Ujang bergabung bersama mereka.


"Lanjut mba, saya sudah sarapan di rumah" tolak pak Ujang halus.


Agenda hari pertama mereka adalah bertemu dengan perwakilan masyarakat yang sedang melakukan protes. Masyarakat sudah berkumpul sejak pagi di depan kantor perusahaan.

__ADS_1


Setelah perdebatan panjang dan melelahkan, apalagi dilokasi tambang yang panas dan berdebu, didapat kesepakatan untuk meninjau lokasi yang menjadi persoalan. Peninjauan lapangan disepakati esok hari dengan perwakilan masyarakat, anggota kepolisian, Dinas ESDM, Dinas Lingkungan dan perwakilan perusahaan.


Masyarakat mulai membubarkan diri setelah kesepakatan diambil, namun tim belum bisa beristirahat karena mereka akan lanjut untuk melakukan rapat internal menyiapkan agenda pemeriksaan lapangan besok.


Pukul 22.30 malam Tim baru bisa kembali le Homestay dengan rasa lelah yang meremukan badan. Tidak ada pilihan lain selain mandi malam untuk membuat gerah dan rasa lengket karena keringat dan debu yang menempel ditubuh dan pakaian.


Angela langsung tidur begitu selesai mandi dan berpakaian. Kasur dan bantal yang nyaman adalah obat atas rasa lelah yang dihadapinya hari ini.


Setelah lima hari kerja bergulat dengan perdebatan panjang, adu data dan pemeriksaan lapangan tercapai beberapa kesepakatan untuk menyelesaikan masalah. Perusahaan tidak mau masalah ini terus berlanjut dan mengganggu operasional perusahaan. Masyarakat ingin keluhan mereka segera ditanggapi dan diatasi agar mereka nyaman berkegiatan sehari-hari tanpa rasa khawatir akan dampak lingkungan dan kesehatan dari aktifitas tambang didekat mereka.

__ADS_1


Sabtu siang yang cerah akhirnya Angela bisa kembali ke kamar kost nya tercinta, tempat paling nyaman yang dia miliki setelah perjalanan panjang darat dan udara dari lapangan.


Rasa capek dan lelah membuat Angela memutuskan untuk bersantai sambil tiduran di kasur dalam kamarnya. Pakaian kotor dari lapangan sudah diantar ke Loundry yang ada di depan rumah kost.


__ADS_2