Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 28


__ADS_3

Pagi ini suasana kantor lapangan Putra Jaya Minning kalang kabut karena kehadiran Direktur Utama Putra Jaya Group. Mereka ngak boleh berbuat kesalahan jika ngak mau dipecat langsung. Apalagi konflik lahan dengan pemilik ulayat tidak selesai juga padahal ini telah berlangsung lebih dari 6 bulan dan operasional lapangan kini terhenti karena protes warga.


"Coba jelaskan situasi yang sebenarnya" titah Adam begitu mendudukan pantatnya dikursi ruang rapat yang dihadiri oleh seluruh pemimpin perusahaan tambang dan tim resolusi konflik dari kantor Jakarta.


" Sebenarnya situasi sudah mulai kondusif pak setelah tim resolusi konflik bertemu dan membuat kesepakatan dengan pemilik ulayat dan masyarakat sekitar tambang, tapi situasinya berubah kemaren sebelum penandatanganan kesepakatan, karena kita coba review beberapa point dan jelaskan implikasi hukumnya kedepan bagi masyarakat. Belum selesai kita menjelaskan masyarakat sudah ribut dan W O, mereka bilang ini yang bikin lama masalah ini selesai karena kita sengaja ulur waktu untuk pembayaran hasil kesepakatanan. Kita coba jelaskan lagi tapi mereka menolak, mereka minta mba Angela yang datang dan jelaskan ke mereka kenapa hal ini jadi bertele-tele" jelas Direktur operasional Putra Jaya Minning.


Tok..tok... Pintu ruang rapat terbuka dan muncul karyawan lapangan.


"Permisi pak, saya sudah menemui beberapa tokoh adat sesuai arahan pak Doni. Saya sudah bilang kalo Direktur Utama sudah datang untuk bertemu dengan mereka menyelesaikan masalah ini. Tapi maaf pak, mereka menolak pertemuan negosiasi atau mediasi lagi dengan petinggi perusahaan yang lain tanpa mba Angela" jelas Rudi dengan hati-hati.


" Andi, sebenar Angela itu staf mu atau lawyer mereka? kenapa mereka bersikeras harus ada Angela disini? Saya ngak mau tau, kalian bikin rapatnya siang ini dan undang mereka, saya akan bayar langsung hari ini kompensasi yang mereka tuntut" jawab Adam tegas. Dia benar-benar emosi diremehkan oleh masyarakat sekitar.


"Baik pak" jawab Andi diikuti anggukan yang lain.


"Bawa semua laporan kesini selagi kalian menyiapkan meetingnya, saya akan periksa apa yang kalian kerjakan disini sampai masalah sepela begini ngak selesai juga" perintah Adam masih dengan aura mematikannya.


Semua orang bergerak mengambil laporan dan semua dokumen yang diperlukan.

__ADS_1


Tiga jam berlalu, Adam dan Doni menemukan banyak sekali persoalan yang ditemukan. Pembayaran ganti rugi warga yang diperkecil, pengendalian dampak yang tidak dikerjakan serius, instalasi IPAL yang terbengkalai dan tunggakan pembayaran kewajiban keuangan ke pemerintah yang tidak dibayarkan. Namun mereka menemukan banyak sekali pengeluaran untuk entertain pejabat pemerintah yang datang melakukan monitoring lapangan.


Adam memandang Doni tajam setelah mereka membaca semua laporan dan dokumen tersebut.


"Don, pecat dan ganti mereka semua yang ngak kompeten. Aku ngak mau kerja korup dan berantakan mereka menghancurkan perusahaanku" perintah Adam.


"Satu lagi kirim tim Auditor kesini, saya mau cek seberapa banyak mereka bermain dan merugikan perusahaan" lanjut Adam.


"Siap bos" jawab Doni sambil menghela nafas membaca semua catatan yang dia buat dari melihat laporan dan dokumen perusahaan.


"Don, hubungi Angela dan Ridho. Minta mereka datang kesini malam ini juga. Kalian bilang sama mereka kalo rapatnya besok pagi bersama Angela" putus Adam. Dia sadar banyak kesalahan yang telah dibuat oleh pengelola perusahaannya yang merugikan masyarakat dan lingkungan. Kalo dia bersikap keras pada masyarakat kali ini, bisa tutup tambangnya disini. Soal orang-orangnya yang bermain, akan dibereskan setelah audit nanti selesai.


******


"Siap pak Doni, saya akan berangkat ke Padang dan lanjut ke Sawahlunto sore ini juga" jawab Angela di telpon.


"Cha, Tante Angel harus ke Padang susul papa Chaca ya. Ada banyak masalah disana yang harus dibereskan" jelas Angela pada Chaca yang dari tadi mengamati Angela menerima telpon dari Doni.

__ADS_1


"Chaca boleh ikut?" tanya Chaca berharap.


"Jangan dulu sayang, disana sedang ada masalah. Gmana kalo sepulang Tante dari sana kita liburan lagi?" tawar Angela bernegosiasi dengan Chaca.


"Oke tapi janji ya" jawab Chaca tanpa protes lagi.


"Oke" janji Angela dan segera melangkah ke kamarnya untuk bersiap-siap menuju Padang.


"Makanya bos, kalo ada staf tugasnya ngurusin konflik lapangan jangan dibawa pulang ke rumah, kacaukan jadinya? untung ngak dibakar tu perusahaan sama warga" omel Angela dalam hati.


Sekarang dia ngak perlu mikir kabur lagi, cukup minta balik lagi ke kantor karena terbukti dia dibutuhkan tenaga dan keahliannya oleh perusahaan.


Dengan semangat 45 dan senyum simpul Angela mempacking pakaiannya. Dia percaya sepulang dari Sawahlunto nanti dia akan dikembalikan sama bosnya ke kursinya di Divisi Resolusi Konflik.


Sayangnya Angela ngak tau apa yang ada dalam pikiran dan khayalan Adam. Kira kira dia bakal dilepas atau malah diikat Adam ya?!..


🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2