Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 32


__ADS_3

Jam 6 pagi Angela sudah rapi, pertemuan warga jam 8 pagi dan dia harus berada dilokasi minimal 30 menit sebelum pertemuan.


Kenapa datang 30 menit lebih awal ke medan pertarungan atau meja perundingan? Ini learning by doing berdasarkan pengalaman yang Angela lalui. Jika kita datang lebih awal, kita punya kesempatan untuk mengenali tempat pertemuan, menetralisir rasa gugup dan menanti lawan didalam sambil memperhatikan mimik wajah setiap orang. Jika kita yang datang kemudian dengan semua mata memperhatikan setiap gerak gerik kita, kita akan dihadang rasa gugup dan 50 % dari strategi yang kita susun akan sulit kita terapkan, mungkin sebagian menguap ke udara bersama rasa gugup yang menyergap.


Oleh karenanya Angela bangun dan bersiap lebih pagi, walaupun dia kurang tidur karena kelakuan si bos semalam.


Tok..tok... bunyi pintu penghubung ke Kamar Adam diketuk dari sebelah. Angela yakin itu pasti Adam.


Tak lama kepala Adam muncul dengan senyuman.


"Udah bangun ternyata, kirain belom" sapa Adam


"Selamat pagi pak" sapa Angela


"Waahhh, selamat pagi cantik" balas Adam sambil melangkah masuk. Adam juga sudah ready dan terlihat fresh pagi ini.


"Mau sarapan dulu atau mau jawab pertanyaanku yang semalam lebih dulu?" tanya Adam


"Pertanyaan yang mana pak?" Tanya Angela balik


"Jangan pura-pura lupa deh, mau diingatkan lagi? hhhhmmm??" tantang Adam dengan senyum smirknya yang menakutkan dimata Angela.


"Pak, pagi ini kita fokus kerjaan dulu yuuk, urusan kita setelah ini kita tuntaskan" tawar Angela


"Apa susahnya sih dijawab dulu, kamu bakal terima atau tolak kalo dilamar?!" tanya Adam ngak habis pikir


"Kalo aku jawab, setelah ini kita langsung fokus kerja ya, ngak ada lagi pertanyaan lanjutan setelah ini" tantang Angela

__ADS_1


"ya tergantung jawaban kamu, bakal bisa fokus kerja atau ngak setelahnya. Lagi pula yang bos disinikan aku, kok malah kamu yang ngatur- ngatur?! tanya Adam ngebossy


"Ini nih yang bikin males urusan sama bos besar, bossy abizzz. capeeek deh" rajuk Angela sambil melangkah pergi.


"Hei, jangan ngambek nanti cantiknya ilang" ucap Adam sambil menahan Angela yang mau keluar.


"Sayang, bisa kita bicara nanti setelah urusan sama warga selesai?" tanya Angela dengan sangat manis sambil tangan kanannya mengelus pipi Adam lembut.


"Oke sayang, yuuuk kerja" jawab Adam semangat sambil membuka pintu dan menggandeng Angela keluar kamar. Mereka lupa kalo mereka akan keluar dari pintu yang sama.


Begitu pintu dibuka, mereka dikagetkan dengan Anton yang sudah berdiri didepan pintu kamar Angela. Anton berencana memanggil Angela untuk sarapan dan setelahnya ke kantor lapang bersama.


Sementara didepan pintu kamar Adam, Doni menghentikan upayanya mengetok pintu kamar Adam saat dia melihat Adam dan Angela keluar dari kamar yang sama.


Keduanya kini seperti pasangan illegal yang sedang tertangkap basah. Mau membela diri percuma, karena nyatanya mereka keluar dari kamar yang sama dan sedang bergandengan tangan.


"Ehmmmm..." batuk Adam mencairkan suasana tanpa berniat melepas tangan Angela.


"Kamu tunggu aja di kantor lapangan, Angela alan sarapan dan berangkat ke lokasi bersama saya" kata Adam tanpa celah untuk dibantah pada Anton.


"Baik pak" jawab Anton. Sebelum memutar badannya dia masih sempat memandang Angela tapi Angela masih menunduk malu.


"Don, kamu ambil dokumen-dokumen yang diperlukan diruang kerja ya, saya tunggu diruang makan" perintah Adam pada Doni sambil menarik tangan Angela.


Angela berusaha melepaskan tangannya dari Adam, dia yakin dibawah makin banyak orang yang memandanginya aneh.


"Pak, ngak usah gandengan ya. Aku bisa kok jalan sendiri" ucap Angela pelan saat mereka sudah didekat tangga ke lantai 1.

__ADS_1


" Coba panggilnya jangan pakai pak tapi pakai kata seperti di kamar" jawab Adam tanpa melepas pegangannya.


Doni yang ada dibelakang mereka hanya dianggap pantung oleh Adam.


"Pak Doni, duluan aja ya" minta Angela memandang Doni malu.


Tanpa suara Doni melewati mereka menuruni tangga lebih dulu. Dia gerah juga lihat bosnya yang tiba-tiba kayak abg kasmaran gitu.


"Gmana? mau gandengan sampai ruang makan atau ganti panggilan pak dengan kata-kata dalam kamar tadi?" tanya Adam lagi.


"Huuufftttt.... ini bos knapa jadi gini sih" jerit hati Angela sambil membuang nafas dengan keras.


"Sayang, jangan gandengan kayak truk ya. Aku bisa kok jalan sendiri" mohon Angela konyol.


Cuppp... satu ciuman kilat mendarat dipipi Angela.


"Oke, ditunggu diruang makan" lanjut Adam tanpa rasa bersalah dan segera berlari menuruni tangga.


Angela berdiri mematung sambil memegang pipi kanannya yang tadi dikecup Adam. Lalu melirik kebawah dimana Adam tadi menghilang.


Angela tidak lagi melihat Adam, yang ada Ridho yang sedang memandanginya dari depan pintu kamarnya sambil senyum dan angkat jempol pada Angela.


Bagi Ridho, sebuah prestasi bagi Angela bisa membuat Adam mengekspresikan perasaannya begitu karena lebih dari 5 tahun Adam terkesan menghindari perempuan dan cenderung bersikap dingin.


Tapi bagi Angela, ini seperti kiamat. Semua orang melihat dan berpikir yang tidak-tidak tentang dia dan Adam.


"Tuhan, aku meski gmana?????" jerit Angela frustasi

__ADS_1


______


__ADS_2