Bos Mah, Bebaaaas...

Bos Mah, Bebaaaas...
Episode 7


__ADS_3

"Mesi udah lu beresin Don?" tanya Adam sambil meneguk kopinya.


"Udah bos, lu tenang aja" jawab Doni sambil berjalan ke kursi depan Adam


"Begitu gw kasih tau Mesi kalo kita udah periksa CCTV ditempat dia sarapan dan taman kota tempat dia ninggalin Chaca kemaren pagi, dia ngak bisa mengelak atau membela diri, dia bilang dia melakukan itu karena kesal dengan keputusanmu yang mengganti tugasnya dari Sekretaris jadi pengasuh, awalnya dia happy karena itu kesempatannya buat dekat sama lu, ngak tau nya lu benaran jadikan dia pengasuh dan ngak kasih ruang dia buat dekat" jelas Doni.


"Jadi ngak ada pilihan lain, ku sampaikan titah lu untuk dia segera angkat kaki dari rumah lu dan ngak boleh muncul lagi dihadapan lu jika ngak mau dipenjara karena meninggalkan anak usia 5 tahun ditempat yang asing dan tanpa pengawasan" lanjut Doni.


"Bagus, gw itu keki betul begitu Chaca nanya apakah benar Mesi calon mamanya karena Mesi suka memaksa Chaca ikut aturan mainnya karena dia bakal jadi Mama Chaca. Keki betul gw lihatnya, dia pikir dia siapa? mimpi mau jadi istri gw" sambut Adam


Sementara diluar ruangan dua pria uang asyik ngobrol itu ada Angela yang duduk sambil meraba perutnya yang mulai keroncongan.


Kriing... kring...


Handphone dikantong celana kerja Angela berbunyi dan terlihat nama Anton muncul dilayar hp tersebut.


"Hallo bang" jawab Angela begitu menggeser tanda hijau dilayar androidnya itu.


"Dimana Angel? Kok ngak balik-balik keruangan? Ada apa? Blom beres urusan sama Bos?" berondong pertanyaan dari Anton.


"Blom bang, masih nunggu dipanggil Bos ke dalam ruangannya, kalo beres nanti aku balik ke ruangan" jawab Angela lemah karena lelah dan lapar.

__ADS_1


Angela melirik pada jam di layar hp yang masih dia pegang setelah menutup panggilan dari Anton. Udah pukul 16.30, gila ya itu bos gw disuruh datang dari jam 09.00 teng dan ngak boleh telat tapi dianggurin dari pagi tanpa dikasih izin makan dan istirahat.


Dengan tekad kuat Angela mendekati pintu ruangan bosnya dan melirik pada Mira yang ada dibalik mejanya. Mira hanya angkat bahu saat Angela memperagakan gerakan mengetok pintu ruangan bosnya.


tok tok tok...


Bunyi ketokan dipintu menghentikan aktifitas dua pria didalam ruangan tersebut yang sibuk pada laptopnya masing-masing.


Agam menoleh ke layar CCTV dan melihat Angela yang mengetok pintu ruangan. Terukir senyum jahil di wajahnya karena berhasil mengerjai stafnya itu dari pagi.


"Masuk" terdengar suara bos dari dalam ruangan.


Angela memutar knop pintu dan menjulurkan kepalanya.


"Masuk" perintah pria dengan tulisan Direktur Utama diatas mejanya.


"Terima kasih" jawab Angela sambil melangkah masuk, tak lupa dia kembali menutup pintu yang ada dibelakangnya.


"Duduk" kata pria yang dikenal sebagai bos besar di perusahaannya itu. Walau udah tiga tahun bekerja disana, Angela belum pernah berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan bosnya tersebut. Kalo urusan pekerjaan, semuanya melalui Pak Andi sebagai Kepala Divisi.


"Kamu siapa dan tau kenapa kamu dipanggil kesini?" tanya Adam to the point.

__ADS_1


"Saya Angela pak dari Divisi Resolusi Konflik. Dan mohon maaf sebelumnya saya tidak tau kenapa saya dipanggil kesini, tadi Pak Andi Kepala Divisi saya hanya mengatakan kalo Bos manggil saya tanpa menjelaskan lebih lanjut" jawab Angela tidak yakin.


"Kalo kamu mau mengambil tindakan untuk menyelesaikan persoalan, Apa yang kamu lakukan?" tanya Adam sang Direktur lebih lanjut.


"Saya akan mempelajari kasus yang sedang terjadi, mencoba mengenali para pihak yang terlibat sehingga kita memiliki peta aktor dalam persoalan tersebut. Setelah memiliki peta aktornya dan tau karakter orang-orang yang terlibat baru setelahnya kita merumuskan strategi dan taktik untuk menyelesaikan persoalan" jelas Angela panjang lebar. Dia merasa aneh karena tiba-tiba ditanya terkait dengan Resolusi Konflik sesuai dengan Divisi tempat dia bertugas.


"Apakah kamu menerapkan ilmu yang kamu miliki dalam tindakanmu sehari-hari? Atau cenderung bertindak tanpa berpikir?" tanya Adam namun suaranya terdengar semakin mengintimidasi.


"Maaf pak, kalo untuk urusan pekerjaan saya selalu mengikuti rule yang sudah ada dan sebelum bertindak kami selalu berdiskusi dan memutuskan bersama anggota tim yang lain" jawab Angela dengan rasa penasaran makin tinggi.


"Saya tidak bertanya soal pekerjaan tapi tindakan mu diluar pekerjaan" tekan Adam sambil berdiri dari kursinya dan duduk dipinggir meja kerjanya.


Berpindahnya posisi Direktur ke ujung meja dan semakin dekat dengan kursi yang diduduki Angela membuat Angela gugup dan menahan nafas. Doni yang hanya mengamati dari sofa disudut ruangan tidak berkomentar apapun karena tidak diminta.


"Saya tidak mengerti dengan pertanyaan bapak" jawab Angela pelan sambil meremas lututnya dengan tangannya yang mulai berkeringat dingin. Padahal tadi diluar saat dia nekat untuk masuk dan mengetok pintu ruangan bosnya, dia sudah berniat untuk menghujani bosnya dengan pertanyaan kenapa dia diabaikan diluar dan menunggu tanpa penjelasan, tapi setelah sampai dihadapan bos besar tersebut, semua menguap begitu saja.


Adam tersenyum sinis dan membalikkan badannya sambil menjangkau hp nya yang berada diatas meja. Lalu menulis sesuatu disana dan tak lama hp Angela bergetar tanda ada pesan masuk.


"Coba kamu cek hape kamu dan baca pesan yang masuk kesana" perintah Adam sambil meletakkan hp nya kembali kemeja.


Dengan patuh Angela mengambil Hp dikantong celana kerjanya dan membuka pesan yang masuk.

__ADS_1


Angela benar-benar kaget dan hampir saja Hp nya jatuh kelantai.


_____


__ADS_2