
Angela meninggalkan raungan Doni dengan lemas karena selain dia melewatkan makan siangnya hari ini, dia juga terpaksa menandatangani surat kontrak baru atas perpindahan tugas dan kewajibannya dari Divisi Resolusi Konflik menjadi Pengasuh anak Big Boss.
"Gmana Angel? udah selesai urusan sama bos? Tanya Anton begitu Angel mendudukan badannya dikursi kerja yang biasa dia tempati di Divisi Resolusi Konflik.
Angel hanya mengangguk, seakan tidak punya tenaga untuk menceritakan semua yang telah dia lewati. Ternyata lebih sulit menyelesaikan masalah saat kita bagian dari masalah dibanding masalah orang lain dan kita hanya mediator.
Tak lama Pak Andi masuk ke ruangan karena sebelumnya dipanggil Doni untuk menghadap ke ruangannya.
"Oke Angel, karena Pak Doni dan Big Bos ngasih kamu tugas yang baru, jadi untuk saat ini semua kasus yang sedang kita tangani akan kami ambil alih berdua. Semua dokumen dan berkas-berkas yang berkaitan dengan kasus yang sedang kita tangani kamu serahkan pada Anton" ucap pak Doni begitu berdiri disamping meja Angela.
"Ini ada apa ya? tanya Anton bingung. Ngak ada angin dan ngak ada hujan tiba-tiba Angela ditarik keluar dari Divisi Resolusi Konflik. Peran Angela sangat besar dalam divisi ini sejak bergabung tiga tahun lalu. Semua dokumen, catatan rapat, analisis kasus, laporan dan nota-nota kesepakatan semua Angela yang handle selama ini. Kalo Angela keluar, pasti Anton akan ketiban pekerjaan yang berat itu, kalo nyari orang baru belum tentu seteliti, setegar dan serajin Angela.
__ADS_1
"Angela diminta Bos untuk sementara menjaga Nona Chaca putri tunggal Bos yang kemaren sempat hilang di taman bermain saat dibawah pengawasan pengasuh sebelumnya, beruntungnya Angela menemukan Chaca dan mengasuhnya seharian sampai akhirnya kembali kerumah Pak Bos dengan selamat" terang Pak Andi
"Pak Bos kesulitan untuk mencari orang yang pas apalagi saat ini pekerjaan sedang banyak-banyaknya, dia ngak mau teledor untuk urusan putrinya karena itu Bos tugaskan Angela untuk sementara waktu" lanjut Pak Andi
Wah luar biasa Pak Doni ya membangun cerita sehingga seolah-olah ini tugas mulia bukan hukuman karena aku berani memaki Bos lewat pesan pendek dengan menuduhnya Bego atau Iblis karena terlalu santai menyikapi setelah anaknya hilang seharian.
"Semua dokumen dalam bentuk Softfile sudah saya simpan di google drive, Pak Andi atau bang Anton bisa ambil setiap dibutuhkan. Aku juga bersedia jikq dibutuhkan kalo ada dokumen atau berkas kasus yang ngak ditemukan. Semua dokumen kasus yang sedang kita tangani ada di lemari ini, kasus yang udah selesai ada di lemari yang itu. Semua folder saya tulisin Judul Kasus, lokasi dan tahunnya" terang Angel sambil menunjuk pada lemari dan rak penyimpanan dokumen.
"Berdasarkan kontrak dan Job Description saya yang baru, mulai besok pagi saya sudah harus berada dirumah Pak Bos, saya sudah harus ada disana sebelumnya Putrinya bangun" jawab Angela.
"Hmmmmm, tapi kok aku ngerasa anehnya?!" tanya Anton sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Apanya yang aneh?" tanya Pak Andi
" Kok bisa gitu lho Pak, staf di kantor ditarik jadi pengasuh anak sama Pak Bos? Harusnya Bos kan nyari orang yang keibuan, ngerti parenting sehingga anaknya terasuh dan terjaga secara baik, bukan bawa preman pasar macam Angel ini lho?" tanya Anton ngak habis pikir
"Maksud bang Anton, aku ngak pantes gitu? Aku ngak bisa ngasuh karena aku tomboy dan kayak preman gitu? Aku berpenambilan tomboy gini karena tuntutan pekerjaan, harus kelapangan yang panas dan ketemu orang-orang ditempat yang ngak nyaman" Jawab Angela ngak terima. Dia juga nolak ditugaskan pekerjaan ini tapi kalo orang meragukannya dan dianggap ngak mampu dia tersinggung juga.
"Ya lucu aja aku bayanginnya Angel, tiba-tiba kamu pakai gaun atau masuk salon demi nemani Putri bos gitu" jawab Anton sambil cekikikan.
"Udah deh, ngak usah bayangin macem-macem" sungut Angel sambil sibuk beresin barang-barang miliknya dalam dus kecil untuk dia bawa pulang.
"Dia pikir, dia aja yang mikir aneh ada Bos narik karyawannya jadi Pembokat hanya karena satu sms" rutuk Angela dalam hati sambil menutup laci mejanya setelah mengeluarkan beberapa barang yang akan dia bawa pulang.
__ADS_1