
Meli pun sampai kerumah ibu Winda bertepatan jam 7 dikarenakan waktu adzan magrib meli lebih memberhentikan mobil nya di mesjid dekat kota dan seraya membersihkan diri karna merasa tubuh nya sangat lengket, beruntung tempat toilet wanita dibuat sangat khusus sehingga lebih nuansa untuk melakukan ritual mandi dan mobil milik meli memang tempat alat perlengkapan mandi, make up bahkan baju ganti sudah siap, karena meli sudah tau pekerjaan nya terkadang harus membuat dirinya harus seba bisa,serba ada, dan tidak ada kata hal yang tidak mungkin. meli pun menurunkan tubuh nya dari mobil nya kemudian menuju ke rumah yang sangat clasic menurut nya, indah di mata karna nuansa Kalem didapat dengan warna coklat kayu dan kombinasi coklat muda lainnya. meli pun menekan bel yang disamping pintu ibu Winda. ibu Winda membuka nya dengan senyum bahagia nya karna yang di tunggu telah datang.
"assalamualaikum ibu....ucap meli sambil mencium tangan ibu winda
"waalaikumussalam meli, akhir nya meli datang juga, Ayuk nak masuk..ucap ibu Winda sambil menarik meli ke tempat ruang makan dan ibu Winda mempersilahkan duduk.
disana semua tersedia makanan, seperti ada acara pesta saja,padahal mereka hanya bertiga jika dilihat dari piring yang disediakan
"terimakasih Bu..ucap meli sungkan karena merasa tak enak
"nak sebentar ya, ibu keatas dulu, ibu memanggil anak ibu.. ucap ibu Winda
"baik lah ibu,silahkan.. ucap meli
sepertinya nyonya sangat tertarik sekali dengan Nona itu jika dilihat dari penampilan nya dia bukan orang sembarangan..ucap pelayan 1
"iya benar,, nyonya tidak akan sebaik ini jika nona tersebut tidak mempunyai kesan terhadap nya..ucap pelayan 2
"lihat lah nyonya sampai sebahagia itu saat memanggil anaknya,sebelum nya nya iya tak seperti ini,,bahkan sangat menyedihkan sekali selama suami nya meninggalkan nya,dia sering sakit sakitan, bahkan hanya den Ali lah yang di miliki nya itu pun nyonya tak akan sebahagia seperti hari ini,apa yang nyonya rencanakan ,apapun itu saya bahagia melihat nyonya bahagia .ucap pelayan 1
"iya benar, saya juga bahagia,, nyonya orang yang baik..ucap pelayan 2
namun tak sadar meli mendatangani nya untuk menanyakan toilet, dan meli hanya mendengar mereka mengatakan orang baik.
"maaf bi... toilet disini dimana ya,, ucap meli
mereka berdua pun terkejut karna kedatangan meli menuju dapur nya
"ehhh nona... sebelah sana Nona, masuk saja. ucap dua pelayan
__ADS_1
meli pun tersenyum dan menunduk sedikit kepala nya yang merupakan tanda hormat nya ke orang yang lebih tua, setelah dua menit berlalu meli pun keluar menemui dua pelayan tadi.
"maaf bibi, saya sudah mengejut kan bibi tadi. ucap meli
"tidak apa nona,,.nona silahkan kembali duduk, nyonya sudah menunggu..ucap pelayan 1
"baik lah bibi.terimakasih,, ucap meli sambil menuju meja makan dan kemudian duduk dan tak lupa mengucap kan "maaf Bu pak kalau sudah lama menunggu..
"tidak apa meli, Ayuk kita makan ..ucap Winda.
anak lelaki ibu Winda pun turun di atas tangga dengan wajah malas, karna ibu nya itu selalu saja menjodoh kan dirinya dengan anak rekan nya, ibu Winda itu sangat takut jika anak semata wayang nya tidak menikah karna terlalu sibuk bekerja sebagai dokter.
"malam sayang .. sini sayang kita makan bersama teman mama, yang mama cerita kan kemarin " ucap ibu Winda
"apa!!! cerita kemarin,, ada-ada saja,, ya tuhan baru kenal sehari saja bahagia nya sampai segitu,ma..ma .batin Ali seraya menuju tempat makan dan Ali tak mau melihat nya.
"nak meli ini anak ibu,,, Ali Syah Diandra Saputra anak ibu satu-satu nya kami dari keluarga Saputra... dan Ali ini meli Ayunda Mahira.. ucap ibu dengan bahagia nya
"me...Li... yaa..ucap aku
"dr. Ali ya... ucap meli
"ya Allah..jadi ini meli, maaf kan aku,aku tak sadar bahwa yang didepan mu adalah kamu.. ucap Ali
"iya dr.ali, meli juga minta maaf karna sedikit cuek dengan anda.. ucap meli
"jadi kalian berdua sudah mengenal nya, bagus dong jadi mama tidak repot buat ngenalin kamu Ali.. ucap ibu Winda dengan senyum bahagia..
meli hanya senyum, karna ia tak berani mengatakan sepatah apapun karna ia merasa tak perlu banyak komentar agar tidak terjadi hal yang berlebihan.
__ADS_1
"iya ma.. meli lah yang membantu Ali untuk tinggal di UGD, sewaktu mama sakit.. terimakasih ya meli, maaf baru sekarang bilang nya..ucap Ali
"sama-sama dokter Ali, dan tidak masalah dengan hal sepele itu .ucap meli
akhir nya setelah melanjutkan makan tanpa sepatah kata apapun, mereka pun duduk di ruang tamu,bertiga membahas hal pekerjaan dan membahas kabar selama beberapa tahun ini. ibu Winda hanya melihat nya dengan bahagia kemudian duduk disamping mereka anatara meli dan dr Ali. ibu Winda membayangi bahwa dr Ali akan lebih serasi dengan meli, karna dilihat dari cara mereka membahas pekerjaan, dari faktor umur, mereka saling menghargai, sehingga membuat ibu Winda tertarik menjadikan meli untuk menantu nya.
"eh ibu, disini Bu duduk.. oh iya Bu dr Ali..dari tadi sampai sekarang paman tidak kelihatan, emang nya kemana Bu..dokter.. ucap meli sambil melihat di sekitar nya
dokter Ali tidak bisa menjawab apapun,dia menunggu mama nya menjawabnya,karna itu hal sensitif untuk mama Ali. Ali pun dari terus melilik mamanya. namun kali ini mama terlihat tenang dan tidak sedikit pun tanda-tanda nya akan menangis mungkin mama sudah menerimanya
"emm.. Paman sudah tidak ada sayang, meli ingin ketemu sama paman ya, meli bisa lihat foto nya sebelah sana yang sedang itu dan kami sedang berfoto bertiga .ucap ibu Winda sambil menunjukkan nya
meli pun melihat dan menatap papa dokter Ali dengan seksama, namun sedikit pun meli tak mengenalinya. begitu pun Ali terkejut sejak kapan foto itu sudah ada disitu lagi dan Ali pun melirik ke arah mamanya dan tersenyum untuk meli.
"maaf kan meli ya Bu, meli tidak enak jadi nya..ucap meli
"tidak apa-apa sayang,, kamu tidak salah, kan kamu bertanya ibu menjawab,,, lagian manusia tidak bisa memilih, hanya tuhan saja yang memutus kan apa yang menjadi khendaknya, tugas kita hanya ikuti, jalani, syukuri dan ikhlasin apa yang terjadi untuk kita karna Allah tahu Mana yang terbaik untuk kita semua,,karna menurut Allah, mama merupakan orang terkuat yang bisa jalani ini.. ucap ibu Winda dengan senyum
"masyaallah ibu,, ibu luar biasa semoga allah beri yang terbaik untuk ibu .. ucap meli
begitu pun dokter Ali Mendengar kata-kata itu, dia merasa mama sudah lebih baik semenjak adanya meli.
"terimakasih nak meli, nak meli jika ibu boleh tau..nak meli masih sendiri atau sudah menikah.. ucap ibu Winda
meli Yang sedang meminum air nya,membuat nya tersedak dengan pertanyaan yang di ajukan,membuat nya terbatuk-batuk .sehingga membuat dokter Ali pun respek begitupun mama Winda merasa bersalah.
"ehmm..ehmm.. masih sendiri ibu, saya masih lajang apa saya sudah kelihatan sudah tua Bu..ucap meli merasa insecure
Ali pun hanya melirik mama nya saja
__ADS_1
"tidak nak, bukan seperti itu, meli sangat cantik sekali, sampai ibu ingin menjadikan nak meli menantu satu-satunya. ucap ibu Winda, karna dia tahu bahwa anak nya menyukai meli tapi anak nya sangat introvert akan perasaan cinta nya,
Dengan pertanyaan mama nya membuat Ali melotot kearah mama nya,dia bener sangat malu akan tingkah mamanya,, namun mama Winda hanya biasa saja, begitupun meli menjadi salah tingkah, dia merasa sedang dilamar oleh ibu mertua didepan calon pasangan nya., tapi beda nya meli tidak bisa membuka hati nya untuk dokter Ali karna hati nya telah tersemai nama arga.