
Hari pertunangan Andre dan Dila pun sudah selesai dengan perasaan yang bahagia. Tinggallah hari esok yang sangat di nantikan oleh Andre dan Dila yaitu acara pernikahan nya. Waktu sudah sore menunjukkan waktu kembali ke Penginapan Saat semua sudah memasuki mobil nya masing-masing tinggal lah Arga dengan meli yang sedang berjalan ke arah mobil untuk mengikuti keluarga mereka untuk kembali ke Penginapan. Namun Dila menyergap meli.
"Meli, Sebentar!!" Ucap Dila.
"Ia Dila,, ada yang ingin di bicarakan lagi!!" tanya meli sambil membalikkan tubuh nya ke arah meli begitu pun Arga yang ingin membuka pintu untuk meli menjadi tertunda
"Emm. meli besok aku akan menikah, bisakah kamu tidur bersama Ku malam ini sehari saja dan menjadi bridesmaid aku dengan Bi Inah. Kamu lah teman terbaik untuk ku begitu pun bi Inah.." ucap Dila dan di samping nya sudah di temani bi Inah
"Baik lah, aku tanyakan dulu ke suami ku ya dila, karna aku sudah menjadi istrinya maka apapun itu aku harus meminta persetujuannya " ucap meli setelah melihat Dila mengiyakan kemudian ia membalik badan ke arah Arga untuk meminta persetujuan nya..
"Tidak boleh" Ucap Arga dengan nada ketus
Ya Allah belum juga meminta, dia langsung jawab ketus gitu, dia sebenar nya manusia seperti apa, baik sedikit didepan orang tidak bisa, bahkan itu yang minta adik ipar nya, batin meli
Tiba-tiba langsung datang Dila mendekati mas Arga
"Mas arga,, izinkan meli untuk menemani ku di hari pernikahan. Itu cuma sehari bukan berhari-hari mas.. Apa salah Dila meminta istri mas untuk menemani Dila. Bukan kah sebelum mengenal meli. Meli selalu bersama Dila. Kenapa pada saat meli menikah dengan mas Arga. Mas Arga seperti menjauhkan nya dari Dila. Bukankah dila juga akan jadi adik Ipar mas. Percayalah Meli aman bersama ku, aku tak akan kemana-mana. Kami di rumah saja. Karna disini Pantang calon pengantin jalan-jalan..", ucap Dila mencoba untuk mengertikan mas Arga
Arga melihat meli yang sama sekali tak melihat nya. Ia seperti menunjukkan kemarahannya. Bi Inah pun tak melihat Arga, karna bi Inah kesal dengan Arga dengan sikap ke kanakannya dan melihat Dila terus memohon
Aku yang salah, aku terlalu mencintai meli sehingga membuat nya terkekang bersama ku jika aku terus dengan sikap kekanakan ku, bahkan Dila pun. terlihat memohon seakan bahwa meli memang sangat berarti untuk nya, disini juga aku bersalah yang lebih mengenal meli adalah Dila bukan aku meski aku juga kenal ia selama waktu kecil dia bersama ku bukan berarti aku tahu semua nya tentang meli. Begitupun Dila, dia akan jadi adik ipar, yaitu istri dari Andre. Dan Andre adalah adik ku sendiri. Begitu pun bi Inah sepeti ibu bagi mereka berdua. Kalau bi Inah marah kemungkinan meli akan marah. issss. kenapa jadi seperti ini, batin Arga sambil mengusap wajah nya dengan kasar
"Baik lah, Mas Izinkan .. tapi cuman sehari" Ucap Arga
Dila pun bahagia dan memeluk meli, meli masih senyum kecut dan berbisik ke Dila
"Kamu yakin dia mengizinkan" ucap meli ke Dila
"Yakin, lihat lah dia mendekati mu" ucap Dila sambil melepas pelukan nya ke meli
"Tidak mau, aku lagi kesal" ucap meli
"sayang tidak boleh gitu, itu suami mu", Ucap bi Inah
"Ia suami meli, tapi lihat lah bi Inah. suami ku itu.." ucap meli
"Dia mencintaimu" ucap bi Inah
__ADS_1
"Sayang... lihat lah kesini, apa kamu masih marah dengan ku" ucap Arga
"Tidak" ucap meli tapi sudah menetes kan air mata karna hati nya tidak terima dengan kata yang tadi
" Sayang kalau tidak marah, menghadap ke arah mas,,dan jangan ketus seperti itu" ucap Arga dengan lembut sambil memegang tangan nya
Dila dan Bi Inah pun menghindari karna mereka merasa bahwa ini adalah masalah pribadi bagi mereka berdua. Bahkan meli pun ingin menghindar tapi di tarik oleh Arga kedalam pelukan nya. Namun meli berusaha melepaskan pelukannya
"Jangan seperti itu, maafkan aku" ucap Arga
Meli tidak menjawab, sesekali terdengar sesenggukan nya menandakan bahwa ia sedang menangis.
Arga melepas kan pelukan ke meli dan melihat keadaan nya.
"Sayang, kamu menangis, maafkan mas, kenapa kamu sensitif sekali, biasanya kamu marah bahkan terkadang melototkan mata bulat mu itu sayang" ucap Arga.
"Maaf kan mas, mas tidak sengaja menyakiti hati meli,, meli jangan nangis lagi yaa" Ucap Arga sambil mengahapus air mata meli dan mencium wajah meli untuk menghangat kan meli
"emm, aku tidak apa-apa, pulang lah mas.. sudah hampir sore" ucap meli
"Baiklah mas pulang, meli hati-hati. Kalau mau apa-apa bilang sama mas ya.. besok malam meli harus tidur sama mas lagi." ucap Arga
***
"Ihh, cantik sekali.." ucap meli
"Beneran cantik!!" ucap Dila
"Iya, aku mau di gitukan!!" ucap meli
"What... yang benar aja, ini riasan Inai yakin mau make ini, kan ini untuk orang nikah..biasa nya meli tidak suka kecuali pas pesta dan nikahan" ucap Dila
"Iya Mel, yakin mau pakai riasan ini" ucap bi Inah
"Iya bener Bi, meli tertarik aja dan memang kepingin pakai ini persis sama seperti Dila"ucap meli dengan bahagianya
"emang ya, kalau istri sultan banyak kali mau nya" ucap Dila
__ADS_1
"Hahahaa, dasar mulut mu Dila, Sultan apaan,, Nagita kali yang jadi istri sultan" Ucap meli
"Ibu Dila dan ibu meli mau di gambar seperti apa di tangan nya" ucap si Kaka Henna art
"Emmm... saya yang seperti ini ya kak, kamu yang mana meli!" ucap Dila sambil menunjukkan Hp nya
"Wahh, ini cantik banget..aku mau samaan deh sama kamu Dila, gak papa kan Dila" ucap meli dengan wajah harap nya
" hemmm iya,, kamu sekarang ya beda sekali hal yang kamu gak suka bisa suka,, yang biasa nya keras sekarang sensitif sekali, membuat aku bingung, tapi kamu beneran gak kesurupan kan!!" ucap Dila sedikit takut
"Kamu ya Dila,,,,kamu kejam sekali masak menuduh ku kesurupan" ucap meli dengan malas
"ya Allah salah lagi,, bi Inah" panggil Dila
"Sudah-sudah... lihat lah bi Inah dapat mangga muda tadi jadi enak sekali kalau di makan pake garam dan cabe kecil" Ucap bi Inah
Meli yang sedang menikmati tangan nya sedang dirias, mendengar bi Inah membahas buah mangga, dia juga ikut tertarik
"Bi... meli mau, bibi suapin yaa!!" ucap meli
"Iya,, nih buka mulut nya" ucap bi Inah sambil memasukkan belahan mangga yang di colekin dengan garam dan cabe
"Bi inah,, seperti nya kurang pas bibi... coba mangga aja" Ucap meli
Bi Inah memasukkan mangga kemulut meli dan ketika meli mengunyah, terasa nikmat di lidah nya, sehingga meli menghabis kan 10 mangga
"Sayang jangan banyak-banyak makannya nanti sakit lambung" ucap bi Inah
"Masyaallah, sebenar nya kamu lapar atau apa!!! mangga asam habis 10 buah tanpa ada bumbu lagi" ucap Dila tidak habis pikir dengan meli
" Iya juga Dila ya,, seperti orang ngidam saja " ucap bi Inah
***
Alhamdulillah Update lagi..
__ADS_1
semoga kita sehat selalu
jangan lupa like dan tanda love serta komen nya ya temen-temen