Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya

Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya
Minyak Wangi Mu Bau


__ADS_3

Keesokan pagi nya, Meli dan bi Inah serta Dila bangun lebih awal untuk shalat subuh bersama-sama. Setelah shalat subuh mereka pun mandi. Setelah mandi mereka pun menggunakan baju yang di sediakan oleh meli begitu pun Dila baju nya telah di siapkan oleh perias pengantin kemarin. Sebelum Dila di rias oleh MUA mereka pun makan bersama-sama yang telah disediakan mereka makan di dalam kamar Dila. Berhubung meli kurang suka keramaian dan di jadikan buat kumpul begitu pun bi Inah dan Dila mereka lebih menghabis kan waktu nya di kamar.


"Dila, itu ikan apa seperti nya enak" Ucap meli


Dila sudah merasa pasti meli akan meminta nya seperti yang tadi malam


"Ambil lah sayang ...makan yang banyak sapa tau dalam perut mu ada anak ya kan" Ucap Dila


"Terimakasih!!, oh ya Dila, jangan banyak bicara, aku tidak hamil. Aku kan belum sebulan juga. Mungkin tanda-tanda mau Mentruasi, kan aku belum datang bulan, Kamu suka su'uzon sih!!" ucap meli


"emmm .. Mel,Mel.. sapa tau kan. Mas Arga nyoblos nya itu langsung tepat sasaran,dua Minggu juga sudah jadi kalau Allah izinkan, setidak nya kamu kan sudah nikah bukan sendiri lagi, emang gak mau punya Beby imut" ucap Dila lagi


"Ya..Ya.. seharus aku sudah datang bulan sih dari kemarin tapi sampai sekarang belum mungkin lagi stres kali yaa. Kalau masalah anak sapa sih yang gak mau Dila. Mas Arga lagi !! dia lebih menginginkan karna umur nya sudah hampir tua, tapi aku tidak mau untuk berharap" ucap meli


"Iya sih, kapan-kapan coba di check sapa tau kan" ucap Dila


Meli pun mengiyakan apa yang di katakan Dila, dan melanjutkan makanan begitu pun bi Inah. Bi Inah tak banyak komentar akan permasalahan meli dan Dila .Kalau lagi bertengkar baru Bu Inah memisahkan mereka


"Bi.. Bi makan apa itu" ucap meli


Bi Inah pun menyadari bahwa iya makan kerupuk usus ayam pedas dan langsung menyodori untuk meli karna ia tahu bahwa meli akan meminta nya


"Terimakasih Bi Inah" Ucap meli


Bi jnah mengiyakan ada 10 menit selesai juga makan nya. Rias pengantin sudah datang dan siap untuk di tindaklanjuti untuk merias Dila layak nya ratu Sunda. Ada setengah jam Dila di rias meli pun minta di gunakan agar tampil cantik juga bersama Dila dengan setelan bridesmaid hijau pupus. Begitu pun biinah sangat cantik .


Setelah acara Rias selesai, Dila pun di panggil oleh Datuk penghulu. Membuat Dila keluar didampingi oleh meli dan bi Inah . membuat semua tamu memandangi 3 wanita cantik yang sedang berjalan ke arah ijab kabul. setelah sampai di tempat ijab kabul, meli dan bi Inah pun duduk di tempat kursi yang di sediakan.


"Sayang, kenapa hari ini kami cantik sekali kamu mau nikah lagi!" ucap Arga berada di belakang meli


"astagfirullah mas, buat orang jantungan lah, gak tahu jadi kepingin aja meli, lihat lah cantik tidak disini ada nama kita" ucap meli seraya memperlihat kan telapak tangan meli ke arga


"Cantik, Kamu juga Cantik" ucap Arga sambil mendekat kan dirinya dan mencium dahi meli


" ahh, suka sekali mas menggombal buat meli meleleh, bentar bau apa ni" ucap meli sambil mencium bau apa yang di sekitar


Perasaan semenjak ke Takengon meli berasa aneh sekali seperti bukan dirinya, tapi apapun yang berubah darinya semoga bukan hal buruk, Dan aku juga semakin cinta dan sayang untuk nya, Batin Arga seraya memberi senyum untuk meli


"Mas pake minyak wangi apaan, ini bau mas,, uekkk..ueeek.." ucap meli sambil mendorong mas Arga dan berlari ke toilet

__ADS_1


"Sayang, ini minyak wangi yang kau sukai" ucap Arga


"Bi Inah, kenapa meli seperti itu" ucap Arga


"Bi Inah juga tidak tau nak Arga, semalam juga nak meli sekali, dari makan mangga tidak pakai garam, habis 10 buah padahal itu asam sekali, terus menggunakan riasan wajah sampai riasan tangan seperti orang mau nikah,kalau tidak di turutin dia marah bahkan akan menangis nak Arga, dan sekarang dia muntah mencium minyak wangi mas Arga. Saya dan Dila mengatakan bahwa ia sedang ngidam tapi meli berusaha menyingkirkan itu dia takut harapan nya tidak sesuai terlebih mas Arga. Dia takut mas Arga kecewa" ucap bi Inah


"Begitu bi Inah, ya udah makasih ya Bi, Arga pergi dulu" ucap Arga seraya berlari ke toilet


Meli kenapa, kok berlari gitu seperti menahan muntah, batin Dila


***


"Sayang ada apa,, mama khawatir lihat meli lari-lari, dengan baju seperti ini. Awas jatuh sayang" Ucap mama tri


"minyak wangi mas Arga bau ma,, perut meli berasa mual dan muntah" ucap meli yang lagi membersih kan mulut nya di westafel.


"Kok bisa, bukan nya minyak wangi nya meli suka" ucap tri


"Iya ma, tapi meli tidak tahu ma kenapa seperti itu" Ucap meli


Tiba Arga datang dan menghampiri meli bahkan sempat memeluk nya karna Arga sangat khawatir dengan keadaan meli


"Mas,, lepasin dulu, mas.. cepetan. ueeekkk..ueeek" meli dengan sigap pelukan Arga dan memuntahkan cairan kuning dalam mulut nya


"Baik lah ma" ucap Arga dengan sedikit jauh dari meli


"Sayang, kamu tidak apa-apa" ucap Arga khawatir karna meli terlihat pucat


"Tidak apa-apa mas, mungkin meli masuk angin, karna cuaca disini terlalu dingin" ucap meli


Arga ingat dengan ucapan bi Inah, dengan Kata ngidam, tapi meli menyangkal nya sehingga membuat Arga berpikir kata lain agar meli mau di periksakan kandungan


"Sayang,, bukan kah kamu apoteker kan, kita tidak bisa memberi obat jika sesuatu belum bisa di pastikan sehingga perlukan dokter untuk memeriksa nya baru kita analisis sayang. Kenapa kita tidak ambil kata-kata itu sayang. Mas bahkan semua khawatir dengan mu karna kamu tidak pernah seperti ini, lihat lah mama sebegitu khawatir nya"


"Baik lah mas, meli ikutin kata mas, tapi mas jangan dekat meli dulu" ucap meli


"Baiklah, mas di belakang. Mas panggil Aldo" ucap Arga


" mama, antar meli ke kamar ya ma, maaf Arga merepotkan mama" ucap Arga

__ADS_1


" Iya sayang tidak apa" ucap mama tri


***


Semua sudah kumpul di luar kamar termasuk Arga dan papa meli dan bi Inah, serta Rio karna papa dan mama Arga tidak bisa ikut dikarena kan mereka harus menyambut tamu bersama orang tua Dila. Sedangkan mama sedang menemani meli dan di periksa oleh Aldo di kamar.


Setelah Aldo memeriksa serius keadaan meli kemudian Aldo tersenyum.


"Kakak ipar, sebelum apa yang Kakak keluhkan" ucap Aldo


Setelah meli menceritakan semua bahkan yang terakhir membual Aldo tertawa dikarenakan meli tak sanggup mencium minyak wangi meli, padahal meli sebelum nya menyukainya.


"Kenapa kamu tertawa Aldo" ucap meli


"Tidak kak, maaf.. maaf mama tri, tapi dari hasil analisa Aldo, Kakak ipar sedang mengandung yang berusia masih 2 Minggu, selamat ya Kaka ipar dan mama tri" ucap Aldo


"Apa yang kamu katakan Aldo, aku hamil" ucap meli


" Iya Kaka ipar,, kalau Kakak ipar tidak percaya Kakak ipar bisa ke dokter kandungan nanti" Ucap Aldo


"Terimakasih nak Aldo, ya Allah sayang.. mama akan jadi nenek di waktu dekat" ucap mama tri begitu bahagia


Meli pun menangis bahagia karna usaha nya membuah kan hasil, dia akan berusaha untuk menjaga nya sebaik mungkin karna ini adalah buah cinta nya bersama mas Arga.


"Baiklah Kakak, Aldo keluar dulu" ucap Aldo seraya keluar setelah di izinkan oleh meli.


Setelah keluar, Arga bertanya pada Aldo tentang istrinya. Membuat Aldo tertawa melihat Arga karna teringat yang di ceritakan mas Arga.


"Selamat ya mas, mas akan jadi ayah, mungkin mas bahagia, tapi sayang. Anak mas tidak mau dekat dengan mas" ucap Aldo


"Apa maksud mu, meli hamil kah, dan kenapa dia tak mau mendekat dengan ku. Ayah nya kan sangat tampan " Ucap Arga


" Entah lah, Kakak kalau tidak percaya bisa ke dokter kandungan lagi dan satu lagi, yang pasti anak mu tak mau dekat dengan mu dan mungkin tak menyukaimu" ucap Aldo dengan tertawa dan langsung berlari


"Kau ya,,,,," ucap Arga seraya melototkan matanya


Alhamdulillah kalau meli hamil, cuman aku belum sanggup memikirkan hari yang akan datang aku tak bisa tidur dengan istri ku selama 9 bulan lamanya, batin Arga


Bi Inah dan Papa Teuku masuk ke kamar karna bahagianya kecuali meli dia takut bau nya bisa menghilangkan mood nya meli

__ADS_1


***


Jangan lupa like dan koment nya


__ADS_2