Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya

Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya
Kontrak Kerja


__ADS_3

Ke esokan harinya, meli sedang berada di apotik, karena akhir bulan dia selalu menempat waktu untuk mengecek apapun yang berhubungan dengan obat


"selamat pagi Bu, saya ingin membeli obat pencuci perut" ucap lelaki itu


meli pun menoleh, dan melihat kearah sekeliling untuk melihat pelanggan tersebut berbicara dengan siapa "ohh pagi, siapa yang sakit" ucap meli


"istri saya Bu,, apakah ada obat ini bu" ucap lelaki itu


"apa saja keluhan istri Abang..!" tanya meli dengan penuh intimidasi


"ehhhhmm.. tidak tahu Bu, istri saya hanya menyuruh beli obat itu .. ucap lelaki itu


"maaf pak, saya sebagai apoteker, atau tim saya disini bahkan orang lain yang mempunyai wewenang ini tak akan memberi obat yang bapak inginkan, karna obat yang bapak minta itu bukan obat sembarangan dan dia memiliki efek yang besar bagi orang yang ingin menghilangkan/menggagalkan nyawa yang baru tumbuh.. kecuali dokter itu pun jika memang analisa dokter memang harus dihilangkan di karenakan tidak bisa di pertahan kan lagi.." ucap meli dengan memijat keningnya


"baik Bu, terimakasih Bu.."ucap lelaki itu


"hmmm sama-sama bapak, saran saya perjuang kan sesuatu yang mungkin itu sebuah kesalahan, karna kita tidak tahu mungkin dia akan menjadi calon janin yang terbaik nantinya.. " ucap meli.


lelaki tersebut terkejut dengan apa yang didengar langsung dari dari ucapan meli, karna apa yang di kata kan memang benar, dia ingin menghilangkan calon bayi nya, benar-benar calon ayah dan calon pacar yang jahat.. ucap batin lelaki itu dengan wajah yang menunduk dan langsung pergi dari hadapan meli.


"huhhh melelahkan sekali..diluar sana orang menginginkan bayi bertahun-tahun lamanya tiba-tiba dia ingin menghilangkan, dasar...manusia seperti apa dia itu, membuat aku semakin pitam saja, untung bisa sabar, ya Allah kuat kan hamba mu ni.."celetuk meli...


"saya harap, kepada kalian semua,tim-tim saya, jangan pernah memberi obat itu kepada pelanggan jika pelanggan tidak bisa menjelaskan apa keluhan nya, kita menjual obat tapi kita harus pastikan obat itu aman untuk pasien." ucap meli


"siap Kaka" ucap tim-tim apotik meli.


selesai melakukan pekerjaan nya di apotik, meli sangat lelah, namun dia ingin melihat tempat indah salah satunya kenangan masa kecil nya, daripada tempat lain ditempat itu yang paling nyaman


"huhh lega nya.. dari masa kecil ku sampai sekarang, pemandangan nya tak berubah benar-benar asri.. rumah pondok yang berbaris, danau di tumbuhi daun teratai dan sudah di penuhi bunga warna merah jambu, bener-bener mempesona, dan di belakang nya ada gunung barisan..sungguh lengkap pemandangan nya.." ucap meli


"hmmm... bukan itu cowok asing yang kemarin,, dengan deru nafas yang tak beraturan,jantung pun seperti ingin meledak saja, di tempat itu..tempat kami biasa duduk dengan mas Arga.. ohh tidakk,,"celetuk meli


"hey..apa yang kau lihat!!!" tanya lelaki itu


"entah lah.. ini tempat yang indah menurut ku, berapa kali kau kesini Dicky.." tanya


wanita disamping nya


"aku... setiap ada waktu luang aku mampir kesini, banyak hal yang ingin ku ukir kembali, dan ini tempat masa kecil ku" ucap Dicky yang tak lain Arga


"oh yaa.. kenapa baru kali ini membawa ku kesini, ajak lah aku setiap kali kau kesini .." ucap wanita itu

__ADS_1


"aku tak mengajak mu, kau yang mengikuti ku, aku lebih suka pergi sendiri.. tapi karna kau minta ikut, aku bisa apa" ucap Dicky


"kau Dicky... kau selalu ketus dengan ku, apa kau tak bisa melihat kalau aku mencintai mu, kenapa kau selalu membuat aku terluka akan kata-kata tajam mu itu.. kita akan bertunangan, ingat lah itu.."ucap wanita itu..


"sudah lah..aku tak mau membuat suasana indah ku hancur karna mu, yang terlalu obsesi adalah kamu..bukan aku... chek lah kesehatan mu itu.. Ayuk kita pulang.."ucap Dicky


wanita itu adalah lisa yang terus mengikuti lelaki itu yang tak lain adalah dicky .. sekesal-kesal nya Lisa, dia harus sabar untuk mendapati Dicky..karna cuman Dicky lah yang harus dia taklukan,karna dia direktur PT. Pratama grup Pabrik Farmasi terbesar di Indonesia ini dan adik nya Andrean Pratama pemegang PT. Pratama grup Pabrik Jamu merupakan pabrik pertama dan terbesar dari yang lain, dia tak tertarik, tapi dia tetap memilih Dicky dikarenakan Dicky akan membantu perusahaan farmasi papa nya yang hampir bangkrut.


"kenapa mereka marah-marah, gak romantis sekali pasangan itu, apa yang dibicarakan, aku tak mendengar nya karna jarak terlalu jauh .. ehh ngapain juga kepo urusan orang... tapi kenapa juga,ada daya tarik buat kepo dan kek berasa sakit gitu hati ini ketika melihat pasangan itu.." guman meli


keesokan harinya meli di rumah sakit, meli dipanggil olek direktur rumah sakit, dan itu membuat meli khawatir di karenakan meli tidak pernah berurusan dengan direktur.


"meli, ada yang saya ingin bahas sama kamu,saya harap kamu bisa menandatangi nya" ucap direktur


"apa yang terjadi pak, apa saya dipecat. apa salah saya pak".. tanya meli dengan segala keterkejutan nya


"hmm, kamu lucu sekali meli, tidak,,saya tidak memecat kamu tapi kamu akan ku mutasi kan, kamu staf terbaik saya di apotik..cuman ada hal yang ingin saya bicarakan, saya bekerja sama dengan direktur PT. Pratama Grup.. Jadi dalam surat kontrak ini, dia ingin seorang apoteker dari rumah sakit saya, dan bekerja di tempat PT tersebut.. sebenar saya berat memberi izin, tapi gimana lagi saya bekerja dengan direktur dicky dan itu suatu kehormatan bagi saya, karena direktur memilih staf saya, padahal banyak diluar sana yang lebih baik berdasarkan kriteria nya" ucap direktur rumah sakit


setelah membaca surat kontrak yang di beri direktur rumah sakit, dari isi kontrak yang dibaca meli lah yang merasa diuntungkan, dari segi UMR, sedangkan masalah kerja di nomor duakan oleh meli.


"ehmmm.. kenapa harus saya pak, jadi gimana pengganti saya pak kalau saya mutasi dari rumah sakit ini" ucap meli


"ahhh bapak, biasa aja, apalah saya ini pak" ucap meli


direktur Ryan hanya memberi senyum saja dan dia kembali mengingat teman nya tadi untuk meminta pertukaran meli


flashback off


"selamat siang pak Dicky, senang sekali bapak jauh-jauh datang kerumah sakit merupakan suatu kehormatan saya.." ucap direktur RS


"siang pak, ahh biasa aj pak, saya hanya ingin melihat rumah sakit bapak,, bagus pak, siapa tahu saya ingin membuat rumah sakit juga..haha.. "kata direktur Dicky


"kalah dong saya pak, banyak ke tempat bapak nanti pak... " ucap direktur RS


Direktur RS dan direktur Dicky merupakan teman lama, dari SMA sampai sekarang ..hanya jurusan mereka saja yang berbeda namun tetap kampus sama, direktur rumah sakit mengambil S2 kesehatan dan directur Dicky mengambil S2 bisnis


"haha.. sudah lah canda nya Ryan Hartono, jangan panggil aku pak, tambah tua aj aku, kamu gak papa..meski dah tua dapat istri cantik anak dua pula itu.. "ucap Dicky


"hahah..maka nya nikah dong.. jangan kebanyakan bisnis aja..." ucap Ryan


"entah lah, aku masih mencintai kekasih kecil ku ..seraya menatap sembarang arah tanpa sadar mereka sudah berjalan kearah IGD..dimana dia melihat meli sedang membantu pasien keracunan.. tanpa menoleh kearah Ryan, Dicky bertanya. "siapa wanita itu"

__ADS_1


"mana.. kekasih kecil mu mana ku tau dengan tatapan bergidik ke arah nya sambil menggoda nya, tapi Dicky tidak ada respon sehingga dia terpaksa mengikuti tatapan Dicky kearah mana, dan jelas saja dia melihat meli... hmm.. dia Meli Ayunda Mahira dia seorang apoteker disini, apa kau tertarik dengan dia, seperti nya dia jomblo, sampai 3 tahun dia berkerja disini,dia tak pernah membawa pasangan nya, bahkan mau ada acara seresmi apapun dia tak pernah membawa nya .." ucap Ryan


"benar kah.... nama nya sama dengan dia, dia juga pernah bilang besar nanti dia ingin menjadi apoteker dan aku akan menjadi direktur pemegang farmasi terbesar,apakah itu dia, oh tuhan, jika benar,, sungguh takdir mu sangat baik... "gumanan kecil Dicky masih terdengar oleh Ryan


"apa benar kah meli itu yang kau maksud..gila jika iya kau akan menikah di waktu dekat.. " ucap konyol Ryan


"ahh gila kau Ryan..gak mungkin, dia menganggap ku kakak bukan kasih nya.."ucap Dicky dengan deru nafas yang menurun dan wajah yang menunduk..


"hey, kau laki kan..gentle men Dong.. kalau kau suka dengan dia .kejar lah dia, wanita itu lebih menyukai laki-laki yang pemberani, beri sebuah konsep untuk dia agar dia memahami kau menyukai dia, aku yakin caramu sangat baik dalam menaklukkan cinta..aku selalu menjadi pendukung mu, apa yang kamu ingin kan .." ucap Ryan


"aku mau dia berkerja dengan ku, buat lah sebuah surat kontrak dan UMR yang besar.. aku ingin mengenal dia dan menginginkan dia, dan cinta ada karna terbiasa..aku akan membuat dia cinta pada ku.." ucap Dicky dengan penuh yakin..


"wahhh... direktur Arga Dicky Pratama, semangat sekali.. kau mengejar cinta masa kecil mu, hey boleh kau kontrak dia, kau Carikan aku pengganti apoteker untuk rumah sakit ku, apa kau dengar.." ucap Ryan.


"baiklah .itu bukan hal yang sulit, aku bisa melakukan nya" ucap Dicky


Flashback on


"haha..saya tidak menyukai sesuatu yang sebenarnya saya belum mengenal nya, kapan saya harus bekerja kesana pak.. 'ucap meli dengan semangat nya, keluar jiwa gila uang nya


"besok kamu bisa kesana, dan bisa menjumpai direktur PT. Pratama grup". ucap direktur RS


"baiklah, terimakasih pak.. atas izin bapak, saya dapat bergabung di rumah sakit ini selama 3 tahun lama nya.. semoga bapak sehat selalu dan selalu menjadi yang terbaik untuk menjadi seorang direktur. dan maafkan saya, jika selama ini saya ada khilaf menyakiti bapak" ucap meli


"sama-sama meli, terimakasih atas segalanya sudah membantu kami dan maafkan saya juga ya..semoga di tempat yang baru kamu mendapat pengalaman yang lebih baik lagi dan jodoh pasti nya" ucap Ryan


"aduh kalimat bapak yang terakhir buat saya bergidik ngeri..sudah lah..doakan saja pak..


percayalah saya akan menikah pada waktu nya,, dan bapak jangan lupa kado buat saya.." ucap meli dengan nada songong nya


"hahah kamu ya..untung kau meli, kalau orang lain..." ucap direktur..


meli pulang dengan wajah bahagia dan sedih nya..bahagianya dapat UMR yang lebih besar dari sebelum nya dan dia gak pernah duga bisa ke pabrik..dan sedih nya meninggal masa yang sudah terjalin lama dan luar biasa kenyamanan nya.. batin meli .


...****************...


Hay..semua nya, jika autor nya salah dalam mengucap kan obat atau efek ..mohon maaf, dan di betulkan..autor hanya ingin menulis inspirasi apa yang ad di pikiran dan semoga menjadi penghibur bagi pembaca..


kalau di tanya kenapa alur nya ada kesehatan... ya mau gimana autor nya orang kesehatan..yang tau nya itu ya itu yang di buat..tapi apalah masih belum pengalaman baru proses belajar doakan saja autor lulus apoteker nya hihihi..


semoga sehat selalu.. dan diberkahi umur nya, salam author dari Aceh buat pembaca yang tersayang pastinya..

__ADS_1


__ADS_2