Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya

Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya
My Husband


__ADS_3

Acara pernikahan meli pun telah usai, dan permasalahan papa Wijaya dan ibu Winda juga telah selesai, keluarga mas Arga juga kembali kerumah nya, tinggal keluarga besar meli, Dila dan bi Inah di rumah meli. dan mereka kembali kekamar masing untuk membersihkan diri. begitu pun Arga dan meli masuk ke kamar meli yang sudah di hias secantik mungkin. meli masih menggunakan baju yang ketiga nya. dan duduk di depan cermin hias nya untuk membersih kan wajahnya. sedangkan Arga membuka baju pengantin nya karna sudah terlalu gerah. tinggal baju kaos putih yang melekat ditubuh bak roti kotak kotak Arga. setelah membuka baju, dan celana nya tinggal lah celana pendek kemudian mendekati meli, meli tidak fokus, karna ia terlalu sibuk dengan jilbab mahkota dan jilbab yang di pasangkan begitu pun baju gaun yang di gunakan dan membuat meli sudah terlalu gerah.


"sayang... aku bantu ya.." ucap Arga memegang bahu meli dan menatap meli melalui kaca


"ya Allah mas,, mas mengejutkan saja, baju nya gak kepake,jangan ngajak melakukan itu meli lagi gerah belum mandi.." ucap meli


"hahaha, melakukan apa.. otak kamu mesum, ternyata kamu yang kepingin ya..???" ucap Arga


aduh salah bilang, kan jadi malu sama mas Arga, batin meli


"bukan gitu, mas kan gak pernah pakai baju kaos depan meli,Emang salah meli mengatakan itu" ucap meli dengan bibir manyum nya


"haha, tidak salah cuman salah tempat, mas kan udah jadi suami meli, mau mas telanjang pun itu halal apalagi kamu" ucap Arga dengan intens seraya tangan meraba raba tubuh meli


"iya iya.. sudah mas,kata nya mau bantuin kenapa jadi salah jalan gitu,tapi kesini bantuin nya" ucap meli dengan membalik badan nya dan berdiri menghadap mas Arga sambil memegang tangan Arga dan menuntun nya ke jelbab meli untuk melepas kan jarum yang melekat di hijabnya


"hahaha,iya iya kamu ya,suka kali menghindar" ucap Arga dan kemudian bantu meli untuk melepas kan hijabnya. saat melepas kan kancing belakang, dan membuat meli membelakanginya arga


"mana ada menghindar, tapi waktu gak tepat bentar lagi mau shalat,makan dan shalat lagi kemudian tidur" ucap meli


"hey,,, kenapa ujung nya tidak, kamu benar-benar ya.." ucap Arga sambil menggelitik meli di pinggang membuat meli tak kuasa dan berlari keranjang nya, bahkan Arga juga mengikuti meli ketempat tidur hingga mereka dalam posisi meli dibawah dan Arga diatas. Arga terus menggelitik nya sampai meli menyerah


"ampun mas, meli lelah," ucap meli dengan memelas sambil mengatupkan tangan nya


Arga pun tak kuasa,dan melepas kan nya. kalau meli sudah memelas hilang lah sudah rasa keinginan yang lebih nya,karna Arga sangat takut sampai menyakiti meli wanita yang dicintainya.

__ADS_1


"emmm . ya udah bangun lah, aku bantu lagi melepas kancing nya sedikit lagi" ucap Arga


meli pun mengiyakan nya, kemudian ia berdiri dan membelakangi Arga. saat Arga menurun kan kancing baju gaun nya, meli sangat meli karna ini yang pertama kalinya bagi meli. sedangkan Arga sangat menyenanginya saat menurunkan kancing nya sedikit demi sedikit, ia pun melihat punggung polosnya meli, bahkan ia melihat nya dari leher jenjang meli, membuat nya sangat ingin menerkam meli,leher dan punggung meli yang putih itu sangat menggoda bagi Arga bahkan Arga sangat tertarik dari pada punggung Lisa lebih terekspos dan lebih sangat terawat karna profesinya. tapi tetap meli yang disukai nya. iya tanpa sadar mengusap punggung putih meli yang sama sekali belum ternoda, dan terus mengusap nya sampai kepinggang dan membuka pengait bra dalam nya sampai terlepas.


"mas apa yang mas lakukan"... ucap meli sangat geli dengan perlakuan Arga


"izinkan sebentar saja, janji tidak berbuat lebih" ucap Arga


meli pun mengiyakan,ia tidak menolak karna selain Arga adalah suami sah nya tubuh nya pun tidak menolak dan menerima perlakuan Arga pada dirinya.


Arga melihat meli menganggukkan kepala nya dia pun mengeksplorasi kan perasaan birahi nya yang tak lama ia pendam, terus saja mengusap nya dan meraba nya ke punggung meli bahkan Arga tak segan-segan nya membuat baju dan bra nya terlepas dan membuang nya,dan membalik kan meli kehadapan nya yang sudah telanjang dada dan mengendong nya ke kasur, dan disana lah mereka memadu kasih, mengecap dan mengecup membuat kissmark pada tubuh meli, saat memasukkan adik Arga ke area mahkota meli, tiba suara ngaji berkumandang yang menandakan sebentar lagi akan adzan magrib membuat Arga gagal melakukan nya, iya pun memukul bantal yang disamping meli karna merasa sakit karna adik nya sudah mengeras.


meli pun menertawakan Arga dengan hati,karna merasa kasihan melihat Arga kesakitan iya pun mengelus adik nya agar tidak marah lagi.


"jangan tertawa seperti itu, kamu senang sekali kalau aku seperti, kamu harus tanggung jawab sudah kedua kalinya kamu memberikan harapan palsu pada adikku sayang" ucap Arga


" jangan memancing mas, kalau hasil nya seperti ini" ucap Arga dengan kesal nya


meli tidak tahan lagi dia pun tertawa sejadinya, sampai memegang perut nya sakit karna terlalu banyak tertawa.


"mas, mas, mas saja yang waktu kurang tepat, ya udah Ayuk kita mandi sayang" ucap meli menarik tangan Arga untuk mengajak nya mandi


meli terlalu banyak tertawa, sudah lupa dengan malu nya, dia pun sudah menganggap nya terlanjur dan dia melakukan nya bersama suami nya. setelah mandi dan mengambil air wudhu dan menggunakan baju rumahan dan kemudian melanjutkan shalat magrib bersama-sama, setelah shalat magrib tak lupa membaca doa, dan kemudian menyalami Arga sebagai suami nya dan merupakan yang pertama.


"mas,.maafkan meli, belum menjadi istri yang baik" ucap meli

__ADS_1


"meli juga baru hari ini jadi istri mas, kok udah minta maaf, ada-ada saja, iya mas maafkan.. kita belajar sama-sama ya" ucap Arga sambil mencium istri manja nya ini berulang-ulang kali ..


"mas udah, nanti adik mas bangun lagi, meli lagi yang jadi korban nya, yang disalahin nya" ucap meli dengan manjanya


"hahaha,, iya ya,terus gimana my wife nya cantik banget,jadi pingin di elus-elus terus" ucap Arga menggodanya seraya mencium lagi


meli pun terharu akan perlakuan Arga untuknya


"terimakasih, sudah mencintai meli, dan terimakasih sudah menerima meli menjadi istri mas, dan jika nanti ada yang lebih meli tetap cintai meli selamanya meski nanti meli tidak bisa melakukan yang terbaik seperti yang mas ingin kan, dan terus bimbing meli untuk menjadi istri yang baik untuk mas, ya mas" ucap meli sambil menyalami arga dan memeluk Arga


"iya,,my wife, insyaallah selama nya meli jadi istri mas tak ada yang bisa gantikan meli di hati mas, apapun kekurangan meli, mas akan menerimanya karna mas sudah memilih meli. dan berusaha akan menjadi suami yang baik untuk meli.. jadi mulai sekarang ganti nama mas di hanphone dengan kata MY HUSBAND, masak sudah jadi suami juga Singa.." ucap Arga


meli pun terkejut sejak kapan dia memeriksakan handphone nya tapi tidak menggantikan nya bahkan memarahinya saat itu juga.


"emmm..mas darimana tahu kalau di handphone meli nama mas singa, Rio ya mengatakannya...?" ucap meli dengan menundukkan kepalanya


"mas,,, " ucap Arga dengan melototkan matanya


ya Allah, ternyata kalau sudah marah menakutkan juga.


"my husband, maksud meli" ucap meli


"emmm, mas tahu, karna waktu mengantar istri mas ini, kan suka tertidur di mobil jadi mas mengambil handphone meli di tas, kebetulan tidak menggunakan pola,mas masukkan nomor mas dan mas tekan panggil, alangkah terkejut nya mas, kamu menyebut nama ku singa, apa aku semenakut kan itu, tapi mas tidak merasa marah karna pada saat itu mas masih belum status suami" ucap Arga


"masyaallah suami ku, baik sekali, jadi tidak salah menikahi kamu,bahkan mencintaimu, baik lah aku akan menggantikan nya" ucap meli sambil mencium nya tanpa aba-aba kemudian pergi sambil membuka mukenah dan mengganti nama Arga di handphone kemudian ketika melihat Arga sedang tersenyum sambil melipat kan sajadah dan alat sholat nya. meli mengajak nya makan malam karna keluarga sudah menunggunya

__ADS_1


**


Jangan lupa Like dan Komen yaa...


__ADS_2