Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya

Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya
Traveling Nya Jauh


__ADS_3

keesokan hari nya, Arga bangun terlalu lama, sehingga ia tak menyadari apapun karna terlalu lelah bermain dengan bayi nya, hingga tepat jam 5 anak meli dan Arga menangis sejadi-jadinya, Namun Arga tak bangun juga bahkan papa Teuku dan mama Sri langsung pulang ke rumah setelah makan malam. Meli mendengar anak nya sedang menangis mungkin karna ia sedang haus. Namun Arga tidak ada suara nya sehingga membuat meli sangat khawatir, dia terus berdoa dalam hati nya dan berusaha menggerakkan tubuh nya yang sebenar nya sangat susah untuk di gerak kan hingga pada suatu ketika mukjizat datang pada dirinya. Meli membuka mata nya dan kemudian berusaha memutar kepala nya untuk mencari sumber suara nya dan berusaha menggerakkan tangan nya untuk mencoba berbaring memberi asi dan memeluk anak nya yang selama ini ingin ia peluk.


"Sssss.....aaaa....yyyy...ang,, jangan nangis yaa, ada mama ini nak, cup, cup, sayang " Ucap meli seraya meraih bayi nya yang menangis dan mencium anak nya agar tak menangis


Meli terus mengucap syukur kepada Allah, atas kesembuhan yang ia lewati selama ini, dia terharu atas semua nikmat Yang Allah berikan. Terutama ia bisa mencium buah cinta nya yaitu Tazkia, melihat bayi mungil yang tubuh nya tidak seperti bayi lagi, Begitupun suami nya, yang sangat ia cintai tertidur pulas disamping nya. Meli terus berterima kasih kepada Allah, bahwa suami nya benar menunggu nya sampai ia sembuh.


Semoga Allah selalu beri yang terbaik buat kita mas, terimakasih sudah menjaga ku dan Tazkia, Batin meli


"Saayaang,, Haus yaa, Maaf kan mama ya,, selama ini mama tidak ada disamping Tazkia, Tazkia haus yaa, Minum asi mama dulu ya, jangan nangis ya nak, cup..cup" Ucap meli dengan lembut


Meli berusaha mendudukkan dirinya dan menyender di kepala tempat tidur dan mengangkat Tazkia dengan hati-hati dan memberikan asi yang sedikit keluar sehingga merasa itu tidak akan puas, membuat nya menelpon bibi untuk membuat susu Tazkia. Meli mencari handphone nya, namun tak ada sehingga ia mengambil hp Arga dan menelpon bibi


drrrtttttttttttt


"Iya den,, apa ada yang bisa bibi bantu" Ucap bibi


"Bi. Ini meli, Buatkan susu untuk Tazkia, setelah itu masukkan kekamar ya bi" Ucap meli


"Ya, Allah,,, non meli, ini non meli kan, ya Allah non, bibi rindu sama non..baik lah non, bentar ya bibi buat kan" Ucap bibi


"Iya bi, Alhamdulillah, iya bi" Ucap meli


Setelah satu menit kemudian, bibi masuk ke kamar dan menghidupkan lampu, dan memberi botol susu untuk meli, bibi terus aja melihat meli karna ia sangat bahagia majikan nya sudah siuman dan itu merupakan berita bahagia untuk keluarga, namun mas Arga masih dengan tidur pulas nya. Karna terlalu lelah menjaga meli dan Tazkia.


"Hai bibi, Duduk lah disini, kenapa bibi melihat meli seperti itu" ucap meli


"Ehh,, tidak apa non, bibi disini aja, bibi hanya merasa terharu dan senang aja bahwa non sudah sembuh, dan sekarang non sedang memberi susu untuk Tazkia" Ucap bibi


"Alhamdulillah bi, ini juga berkat doa bibi dan keluarga, Allah beri yang terbaik untuk meli. Bibi duduk lah, kita kan keluarga juga, selama ini bibi selalu memberi yang terbaik untuk kami, makasih ya Bi" Ucap meli"


"Sama-sama non, non juga sangat baik sama saya, Non!! apa perlu saya panggil den Arga atau saya nelpon papa dan mama non dan den Arga" Ucap bibi


"Tidak apa-apa, nanti mereka kesini kan, biar aja ini kejutan kalau mas Arga biar aja bi, nanti dia juga bangun. Dia kelelahan ya Bi" ucap meli


"Iya non, kemarin non pulang dari luar negeri terus sampai ke rumah magrib, den Arga membersihkan diri dan shalat magrib, makan di kamar terus keluar jumpa dengan papa den untuk mengambil Tazkia terus papa dan mama shalat magrib bareng setelah makan papa dan mama non pulang, kata nya biar den Arga lebih leluasa sama non dan Tazkia aja. Karna memang pada dasar nya den suruh" ucap bibi


"Ohh gitu ya bi, jadi selama meli di luar negeri, Tazkia disini dijaga sama papa mama mas Arga dan papa mama meli ya bi" ucap meli


"Iya non, tapi tetap pakai shift gitu non karna biar energi nya tetap terjaga, dan setelah siap tugas Meraka menjaga Tazkia mereka akan pulang kerumahnya biar full istirahatnya" Ucap bibi


"Ya Allah bi, kasihan papa dan mama,, udah masa kecil kami di rawat sekarang mereka merawat Tazkia lagi" Ucap meli dengan sedih


Meli berusaha menguat kan diri untuk sembuh agar ia bisa menjaga Tazkia. Dan orang tua dan mertua tak terbebani lagi

__ADS_1


Ayuk, kamu pasti bisa meli, Batin meli seraya melihat buah cinta nya dengan Arga yang sudah tertidur di pangkuan mama Yang sangat dirindukannya


"Emm, bi.. apa Lisa pernah kesini" Ucap meli dengan hati-hati


"Iya pernah non, dia ingin melihat non Tazkia katanya. Sekarang ia sudah berhijab tambah cantik juga non, Alhamdulillah sudah berubah menjadi lebih baik" Ucap bibi


"Cantik ya Bi, Apa ia pernah jumpa dengan mas Arga bi dan apa yang terjadi selama meli koma" Gumanan meli


"Pernah non, kan pas non di rumah sakit, non Lisa ada kerumah sakit juga, terus ketika non di bawa pulang juga ada non Lisa bermain dengan Tazkia. Terus beberapa hari non meli tidak ada perkembangan membuat mas Arga frustasi, dan membawa non ke rumah sakit luar negeri untuk pengobatan yang terbaik non, selama non disana, keluarga disini dan den Rio berusaha mencari siapa yang mencelakai non, dan ternyata yang melakukan itu adalah papa Lisa non, sekarang dia di penjara atas tuduhan perencanaan pembunuhan atas non meli" Ucap bibi


"Alhamdulillah mas Arga masih ingat istri dan anaknya. Terus bagaimana dengan Lisa bi terhadap keluarga ini, Ya Allah meli tidak habis pikir kenapa meli yang menjadi sasaran nya bi. Padahal meli tidak kenal dengan papa Lisa" Ucap meli


"Alasan papa Lisa, karna non adalah menantu dari papa wijaya. Dan non adalah istri dari Arga. Jadi papa Lisa sangat membenci papa Wijaya dan arga karna menghentikan kerja sama secara tidak terhormat dan karna itu anak nya Lisa tidak bisa menikah dengan Arga membuat nya semakin marah dan kecewa. Terlebih dengan Lisa sudah pergi dari hidup sehingga ia tak bisa memperalat Lisa lagi menjadi salah satu bayaran papanya untuk menjadi pemuas nafsu teman nya non, non tahu!!! papa Lisa itu jahat non, dia sering melakukan tindakan kekerasan untuk Lisa sedari kecil membuat Lisa menderita penyakit Skizofrenia non tapi Alhamdulillah semenjak beberapa bulan ini non Lisa tampak berbeda non seperti sebelum nya" Ucap bibi


"Ya Allah bi, Begitu ceritanya, Semoga Allah beri hidayah untuk papa Lisa dan allah beri yang terbaik untuk Lisa atas jodoh yang baik dan kesembuhannya" Ucap meli


"Aaamiiin ya allah, ya udah non, bibi mau masak dulu yaa, sebelum bibi pergi apa yang bisa bibi bantu" Ucap bibi


"Iya bi, tolong pindahkan Tazkia ketempat tidur nya bi, terus bantu meli untuk berjalan ke kamar mandi Bi, meli mau shalat subuh" Ucap meli


Bibi, langsung mengambil alih Tazkia yang tertidur dari tangan meli untuk di pindahkan kekamar bayi kemudian membantu meli untuk berjalan ke kamar mandi, sebelum itu bibi sudah menyediakan air hangat untuk meli mandi dan berendam di bathtub untuk membuat tubuh meli lebih Rilex, terutama saraf, dan memberi Wangian bunga mawar sebagai aroma terapi pikiran meli. Kemudian bibi pergi untuk memasak.


Setelah Setengah jam meli mandi, Meli berusaha bangun dengan sangat hati, berusaha untuk berjalan seperti belajar berjalan kemudian menggunakan handuk dan keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian setelah itu baru ia shalat subuh. Meli sengaja tak membangun Arga, karna Arga akan bangun pada waktu jam 6.


**


"Me...Li. ini kau kan" Ucap arga terbata karna terlalu bahagia dan memeluk nya dari belakang, Dan mencium nya berkali-kali


"Ehh,, mas Arga sudah bangun, Ia ini meli mas" Ucap meli dengan senyum nya dan membalikkan tubuhnya kehadapan suaminya yang hampir 3 bulan tak melihat wajah tampannya


"Mas,.kenapa mas menangis, maafkan meli ya mas, meli sudah merepotkan mas" Ucap meli dengan sedih


"Ti..dak.. Meli tak pernah merasa direpotkan, karna meli, istri mas, Terimakasih sudah kembali untuk mas dan Tazkia. Mas bahagia sekali" Ucap Arga seraya memeluk nya dan mencium berkali-kali wajah meli


"Hmm, ia mas, mas dah shalat subuh" Ucap meli


"Ehh,, belum, tadi mas mau shalat tapi karna kalian berdua tidak dikamar jadi mas khawatir, ya udah mas mau shalat dulu" Ucap Arga salah tingkah dan mencium meli sebelum ia kekamar


Membuat meli tertawa dan kembali mencuci piring


"Ya ampun non, Romantis sekali, kenapa cepat kali selesai nya karna ada bibi ya,, " Ucap bibi


"Hahahaha, bibi melihat kami yaa, jadi malu... bukan karna bibi, tapi karna mas Arga belum shalat subuh" ucap meli

__ADS_1


"Hahaa, oh begitu, bibi pikir karna bibi jadi nyamuk" ucap bibi sambil memasak yang baru saja dari belakang


***


Kesembuhan meli terdengar oleh keluarga besar meli, membuat mereka bahagia terutama Arga, sehingga mereka membuat acara syukuran atas anak nya dan meli. Semua para undangan berdatangan termasuk Lisa dan Ali.


"Selamat ya meli atas kesembuhan dan bayi nya, semoga Allah beri yang terbaik atas keluarga kecil kalian dan maafkan aku jika aku pernah salah dan maafkan papa ku atas semua yang terjadi" Ucap Lisa sambil mengendong bayi meli yang sangat menggemaskan


"Terimakasih Lisa,Atas doanya. Ia saya sudah memaafkan mu dan papa kamu semoga kita menjadi teman yang baik dan semoga kamu dapat jodoh, Kamu sudah cocok jadi ibu muda, Oh ya,, kamu sangat cantik kalau berhijab" Ucap meli


"Sama-sama, aaamiin, doain ya,semoga allah beri yang terbaik untuk ku ya meli. Benar kah aku cantik,, kamu orang yang ke 1999 sih, hahaha. Tapi makasih loh, udah di bilangin cantik" Ucap Lisa


"Iya deh, Lisa memang yang terbaik, terus mana nih calon mu, jangan mas Arga yaa!!!" Ucap meli


"Hahahah,,bukan ah,, tenang saja, dia bukan type ku, type ku itu pak dokter yang sebelah suami mu itu" Ucap Lisa menunjuk Ali


"Wahh,, benar kah,, aku pasti menyetujui nya, semoga berjodoh" Ucap meli


"Aaamiiin" Ucap Lisa begitu bahagia nya seraya menimang-nimang Tazkia dan bermain dengan nya.


Membuat Ali begitu terpesona melihat drama itu, dan memotret Lisa dengan Tazkia dan melihat foto mereka di handphone nya membuat Arga juga curiga dan melihat apa yang di handphone Ali.


"Ohh jadi ternyata selama ini, ada yang diam-diam menyukainya" Ucap Arga pura-pura tidak tahu


"Hahahah, kamu yaa Arga" ucap Ali malu-malu.


Kemudian Ali mendekati Lisa dan mengajak berfoto bertiga untuk di hari yang manis ini. Begitu pun Arga mendekati meli dan mendekati mereka dan mereka berfoto berlima


"Ali, kapan ajak Lisa nikah, Nikah itu nikmat nya banyak loh, dan ini nikmat yang kedua nya" Ucap Arga menunjuk Tazkia


"wisss,, pikiran Arga traveling nya jauh ya, Tapi. selama 3 bulan ini, nyabun terus pasti" Ucap Ali


"kau ya ali" Ucap Arga kesal karena teringat masa 3 bulan itu"


Membuat Lisa dan meli tertawa akan tingkah dua lelaki itu sehingga mereka meninggal kan mereka berdua dan pergi untuk bertemu dengan yang lainnya


***


Alhamdulillah, akhir nya dapat menambah episode lagi. Terimakasih sudah membaca novel Maulida yang tak seberapa ini, semoga bisa jadi hiburan. Maaf belum bisa update terus karna seperti biasa, author masih dalam pendidikan profesi apoteker dan sedang melakukan praktek selama dua bulan, dan sudah dijalani sebulan Alhamdulillah..


Sebulan ini akan keklinis terus, karna peraturan sekarang apoteker harus visite(berkunjung di rawat inap untuk melihat kondisi pasien langsung) kemudian author harus cari kasus untuk salah satu syarat apoteker, itu masih di rumah sakit, belum lagi di apotek dua bulan juga sama buat laporan juga. Jadi author harus ekstra.


Mohon doanya teman-teman, semoga Allah beri kelancaran untuk author dalam menggapai cita-cita dan hobi dalam membuat novel berjalan sesuai rencana. Aaamiiin.

__ADS_1


Maaf author udah curhat nih, semoga tidak kabur, hihihi. Intinya semangat buat teman-teman juga jangan lupa like dan komennya untuk author yang masih belajar ini dalam menulis novel pastinya.


__ADS_2