
Arga dan Rio sampai di Rumah Sakit dan saat itu dokter sudah keluar dari tempat ruang IGD
"Apakah ada keluarga Pasien disini" Ucap dokter
"Iya dok, saya suami sekaligus kakak dari dokter Aldo, Apakah mereka berdua baik-baik saja" Ucap Arga
"Iya dok.. bagaimana dengan mereka berdua" Ucap Rio lagi
"Dokter Aldo, mengalami patah kaki dan tangan sebelah kiri nya sedang kan Ibu meli mengalami benturan keras pada bagian kepala nya sedangkan dalam janin ibu harus di sesar karna kami mendapati di **** ***** ibu ada pendarahan dan bercampur ketuban yang sudah pecah jika di tunggu terlalu lama ditakutkan aktivitas bayi menurun dan menurut USG anak bapak dan ibu sudah cukup umur dan Harus di operasi agar tidak terjadi apa kepada bayinya, Bagaimana pak Arga jadi kami memutuskan mereka bertiga harus menjalani operasi mohon doa nya dari keluarga" Ucap dokter
"Baik lah dokter lakukan yang terbaik untuk mereka..." Ucap Arga
Rio pun mengiyakan ucapan dokter dan sekaligus menyemangati Arga yang lagi khawatir
Dokter pun pergi dikarenakan tugas nya selesai sedangkan Arga sibuk menandatangi berkas mereka berdua dan perawat siap-siap membawa mereka ke ruang operasi dimana mereka sudah di tunggu oleh dokter yang bertugas atas mereka berdua
***
Rio Langsung menelpon keluarga Arga dan meli, Andre dan Dila serta keluarga Aldo yang di luar negeri untuk datang kerumah sakit xx setelah menelpon dia merasa kan Haus dan membeli air mineral didekat rumah sakit dan kemudian pergi menemani Arga di ruang operasi dan ada beberapa menit kemudian Rio tiba di ruang operasi meli dan operasi Aldo bersampingan dengan meli. Disana terlihat Arga sedang duduk dan tak berdaya sehingga terpampang sisi kelemahan nya. Bahkan berita sudah tersebar tentang kecelakaan meli
"Ga,,, hey... are you ok" Ucap Rio
"Hmmmm.." Ucap Arga tak semangat sambil menekuk kepala nya dan menutup matanya dengan kedua tangan nya
"Apa harus aku mencari tau sekarang" Ucap Rio sedikit khawatir dengan ucapan nya
"Carilah, aku ingin memberi pelajaran untuk orang yang sudah membuat istri ku seperti ini, Berani sekali mereka menyentuh istri ku sesadis ini" Ucap Arga
"Baiklah aku akan pergi" Ucap Rio.
***
"Sayang bagaimana keadaan menantu mama dan Aldo" ucap mama Sarah dengan khawatir
"Iya Arga,, kenapa mereka berdua. Ayah Aldo terus menelpon ku apa yang terjadi. Mereka sangat khawatir" Ucap papa Wijaya
"Ma..Pa.. Mereka masih di operasi, bahkan meli harus melahirkan anak kami sebelum waktunya ingin keluar. Dan masalah ini, Arga tidak tahu apa yang terjadi,Rio sedang mencari nya. Dalam hati Arga apakah mereka bertiga selamat. Jujur Arga takut sekali" Ucap Arga
"Jangan seperti itu sayang, kamu harus kuat, lebih baik kamu shalat sayang biar kan kami membaca Yasin" Ucap mama Sarah
Kemudian Arga pun pergi ke mushala untuk shalat untuk menghilang kan rasa takut nya. Karna yang dia tahu hanya Allah saja lah yang bisa memberi mukjizat itu.
***
Orang tua meli pun sampai ke rumah sakit di ruang operasi dan menemui mama Sarah dan papa Wijaya.. Karna Mama meli berusaha menelpon menantu nya Arga namun tak ada balasan sehingga ia menelpon mama Sarah.
__ADS_1
"Sarah apa yang terjadi dengan meli dan Aldo" Ucap nya.
"Aku juga tidak tahu Tri, begitu pun Arga, Arga tak sempat untuk melihat istrinya, Karna langsung di bawa ke ruang operasi begitu pun Aldo. Tapi dokter bilang, Meli mengalami benturan keras di bagian kepalanya sehingga harus di operasi kemudian entah bagaimana ia terjatuh meli juga mengalami ketuban pecah dan adanya pendarahan sehingga harus di operasi untuk menyelamat kan anaknya. Sedangkan Aldo mengalami patah tulang kaki dan tangan nya sebelah kiri " Ucap mama Sarah
"Ya allah,,, meli bahkan Aldo papa... huhuhuhu, Apa yang terjadi sebenar nya bukan nya mereka di apotek, pa" Ucap mama tri seraya menangis tersedu-sedu membuat papa Teuku datang memeluk nya
"Percayalah meli tidak apa-apa, Jangan seperti itu.. daripada kamu menangis kamu shalat dan berdoa pada Allah, Semoga Allah beri yang terbaik" Ucap Papa Teuku
"Iya Kakak, insyaallah meli tidak apa-apa" ucap bi inah
Andre,Dila pun sampai dan melihat mama meli sedang menangis dan mama Sarah juga ikut menangis karna hatinya ternyata sangat rapuh ketika melihat orang terdekat nya menangis meski sekuat apapun ia tahan sehingga membuat papa Wijaya juga memeluknya.
"Papa, mama, Om, tante, Sabar ya,, Semoga Allah beri yang terbaik untuk mereka bertiga" Ucap Andre dan Dila
"Terimakasih sayang, Dila ajak kan mama Sarah dan Mama meli ke ruang shalat daripada menangis disini" Ucap papa Wijaya
"Iya Bawak aja, Biar lebih tenang" Ucap papa Teuku
"Baik papa, Oom" ucap dila
Setelah mereka berkumpul, Mama Sarah Mama tri, dan Dila yang lagi hamil 8 bulan pun pergi lebih dulu ke mushala untuk ikut shalat ashar sedangkan papa Wijaya, Andre dan papa teuku menunggu di ruang operasi
***
Dokter yang menangani meli akhir nya keluar dari ruang operasi dan menemui keluarga pasien
"Iya dok, Saya sendiri, Bagaimana anak dan istri saya" Ucap Arga
"Alhamdulillah anak bapak sudah lahir, sehat dan berjenis perempuan, kemudian ada sedikit memar di kepala nya sudah kami cek tidak ada apa-apa. Namun ibu nya juga telah siap operasi nya namun ibu meli belum mengalami perubahan kalau dua jam nanti dia tidak bangun maka pasien, dengan berat hati saya katakan. Pasien koma dengan seperti itu anda sebagai suami dan keluarga lebih banyak mensuport istri anda. Meski pun dia tak sadarkan diri dibawah alam sadar nya ia menginginkan kalian disamping mereka. Anda bisa melihat pasien dan bayi nya di ruang ICU dan bergantian menjenguknya demi kenyamanan pasien, baik lah. Saya pamit dulu, sekali lagi selamat bapak" Ucap dokter seraya pergi
"Baik dok, terimakasih" Ucap Arga kemudian tubuh nya merasa tak bertenaga membuat nya merasa tak pantas jadi suami yang baik. Dia merasa gagal. Dia punya segala nya tapi ia mengizin kan meli untuk bekerja. Dia merasa menjadi suami dan ayah nya tak sempurna dan Arga meluapkan kekesalan nya di tembok dan memukulnya sekuat mungkin dengan tangan membuat tangan nya terluka
Mama sarah, menangis melihat anak nya seperti ini, ia tak bisa melakukan apa-apa. Ia pun tak berdaya bahkan semua keluarga meli juga sudah tak berdaya menerima jawaban dari dokter. Bahagia mereka masih berselimutkan duka. bahkan tri pinsan selesai shalat dan berdoa dikarenakan ia tak sanggup menahan rasa sedih nya yang menyangkut anak semata wayang nya dan ini kedua kali nya sangat tak berdaya, dia berusaha tidak pinsan karena cucunya membutuhkan nya saat ini.
"Sayang,, mama mohon jangan seperti itu, jangan lukai dirimu sendiri. Anak mu membutuhkan mu. Kamu selama ini sudah menjadi suami yang sempurna di mata meli. Bukankah kamu bilang meli sangat menyayangi buah hati mu. Dia rela Berat badan nya bertambah demi anak mu, bahkan banyak hal yang dilakukan ia terhadap anak mu, dari ia kecelakaan dia berusaha menyelamatkan buah hati kalian. Apakah kamu tidak mau membalas nya, setidak nya temui anak mu dan Adzan,Qamat kan dia. Sayang dengar mama. Setiap manusia akan selalu di uji, untuk apa?. Karna Allah menyayangi kalian bertiga untuk tidak jauh darinya. Berdoalah semoga Allah beri mukjizat. Mama yakin meli kuat dan Cinta nya lebih besar terhadap mu dan anak mu" ucap mama Sarah sambil memegang lengan arga
Arga kemudian berbalik dan menghadap mama nya.
"Mama, Arga hanya takut meli tidak kembali. Aku tidak bisa mengurus anak ku tanpa dia ma,,Apa yang harus Arga lakukan" Ucap Arga dengan mengusap wajah gusar nya
" Sayang, Dengar kan mama!!, Kalau kamu seperti ini terus, mama yakin, meli akan sedih melihat mu seperti ini. Meli sedang berjuang untuk kalian tapi kamu.. Lihat lah mama, papa dan orang tua meli disini. Meski pun mereka sudah menikahi anak nya tetap orang tua selalu ada untuk anak dan cucunya terlebih mama tri, dia lah yang paling besar dalam masalah ini, kalau kamu seperti ini!! mama yakin mama tri dan papa Teuku sangat menyesal karna ini, karna kamu pengecut!! Percayalah, Allah beri ujian untuk hamba nya tak melewati batas kemampuan mu. Jadi mama mohon jadi ayah yang sempurna juga buat anak dan cucu mama.. " Ucap mama Sarah
"Baik lah ma, Arga akan coba dan terimakasih atas suport mama. Ma.. doain Arga, agar anak mama ini bisa kuat menjalani nya" Ucap Arga dengan menitikkan air matanya
"Iya sayang, mama selalu mendoakan mu yang terbaik. Begitu pun mama juga sangat sedih dengan keadaan meli bahkan mama tri" Ucap sarah menangis seraya memeluk Arga
__ADS_1
"Mama jangan menangis, Kita pasti kuat ma,, bismillah . ayukk ma kita ruang ICU ajak papa, dan papa Teuku, mama tri ma dan bi Inah juga.. Oh ya ma,, mana Andre dan Dila" Ucap Arga
"Mama menyuruh mereka jaga Aldo sayang"
***
"Sayang, terimakasih sudah melahirkan anak kita,, sayang apa kamu tidak ingin melihat nya, Lihat lah aku baru selesai meng-Adzani dan mengqamat nya, aku juga tak lupa mengvidiokan nya agar kamu lihat nanti" Ucap Arga sambil memegang buah hati nya yang sangat cantik meski terlihat memar di kepalanya
"Sayang,,, lihat lah anak kita menangis, aku khawatir, apa yang harus aku lakukan?? seperti nya dia sangat haus sayang" Ucap Arga menahan rasa gejolak di hatinya, berbicara seakan meli menjawab nya.
Meli hanya diam tanpa ada gerakan di tubuh nya. Tubuh meli di Kelilingi alat detak jantung, tangan kiri dah kanan terinfus,, serta menggunakan oksigen untuk pernafasannya
"Maaf pak,, Sebaiknya anak nya di dekat kan dengan payudara ibu nya, agar ia dapat menyusui pada ibu nya meski belum keluar biasakan saja untuk stimulasi anaknya kalau anak bapak masih haus bapak bisa beli susu untuk anak bapak" Ucap perawat
"emm, baik Bu" Ucap Arga,, Arga melakukan yang di perintahkan perawat namun sebelum meletakkan di payudara meli,, Arga tak puas mencium buah hati meski menangis.
Bayi itu, terus mencari sumber yang ingin sekali minum asi terlihat dari cara bayi itu yang terlihat sangat haus
"Sayang,,, Apa kamu tak ingin bangun,Lihat lah anak mu sangat haus, dia sangat lucu sayang, Apa kamu tak ingin membantu ku, aku sungguh tak paham masalah ini tapi aku akan belajar di google " ucap Arga namun tak ada jawaban membuat nya bersedih tapi ia tak menyerah
Kemudian mama meli mendatangi Arga bersama cucu dan anak nya di ruang ICU, terlihat Arga membantu bayi menyusui pada ibu nya dan berulang kali menetes kan air mata meski ia terlihat kuat tapi sebenar ia sangat rapuh
"Ya Allah,, Terimakasih atas jodoh yang terbaik untuk anak saya, Kuat kan suami ya Allah" Guman mama tri seraya mendekatinya
"Arga" Ucap mama tri
"Iya mama,,ma.. maaf kan Arga belum bisa jaga suami yang baik untuk anak mama" Ucap arga
"Tidak, Arga.. Kamu adalah menantu baik dan suami yang baik untuk meli, jangan seperti ini, itu sudah takdir sayang,, kuat kan hati mu nak, lihat lah bayi ini dia membutuhkan mu" Ucap mama
"iya mama" Ucap Arga melihat bayinya seraya meneteskan air mata
"Sini,, mama mau gendong cucu mama" Ucap mama tri
Arga pun memberi buah hatinya ke mama tri, Dan Bayi itu terlihat sangat nyaman dengan mama dan sekali-kali buah hatinya membuka mata melihat siapa yang menggendongnya
"Cantik sekali cucu oma, Siapa namanya Arga" Ucap mama
"Tazkiatul Qalbi Putri Pratama, Ma,,, Panggilannya Tazkia, itu adalah nama yang kami berikan bersama meli untuk anak pertama kami. Artinya adalah seorang wanita yang mempunyai sifat dalam membersihkan hati, Dengan harapan kalau kami mempunyai masalah atau hal yang tak diridhoi setidaknya ada dia yang selalu menjadi pengingat diri kami untuk selalu ber-istighfar" Ucap Arga
****
Alhamdulillah, Update lagi, semoga teman suka,, Semangat untuk semua..
__ADS_1
semoga kita selalu di berkahi pekerjaan dan aktivitas kita