Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya

Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya
Apa Aku Seagresif itu


__ADS_3

Setelah acara selesai, malam pun tiba, meli sudah di klinik bersama kedua orang tua nya, mertuanya, dan Dila yang sangat khawatir dengan keadaan meli dan di temani oleh Andre. Begitupun dengan Arga juga ikut menemaninya. Namun Arga lagi fase jaga jarak di karenakan tak ingin membuat meli mual akan karenanya sehingga Arga memilih duduk di luar bersama pengantin baru.


Beberapa menit kemudian dokter menyuruh suami nya masuk untuk melihat perkembangan bayi mereka. Namun Arga sedikit khawatir tapi dokter menyangkal nya bahwa semua nya baik-baik saja. Dan benar saja yang di katakan dokter. Meli tak mual karna meli di beri pengharum kopi. sehingga membuat nya lebih tenang. Bahkan Arga merasa sangat senang melihat meli juga tidak merasakan apa-apa ketika di temani Arga dan lebih senang mereka berdua sangat bahagia karna meli memang hamil dan melihat anak mereka sehat dalam kandungan meli. Begitupun mama tri dan papa Teuku,mama Sarah dan papa Wijaya juga ikut senang karna mereka akan menjadi kakek dan nenek pada waktu yang akan datang


Ketika ingin berkonsultasi orang tua dari pihak laki dan perempuan keluar dari ruangan karna tak ingin membuat kedua anak nya merasa tidak enak untuk berkomunikasi hal-hal yang lebih sensitif.


"Ibu meli dan pak arga Selamat ya Bu, atas kehamilan anak pertama nya, semoga selalu sehat. Dan ini saya resep kan obat anti mual dan obat penguat kandungan dan vitamin ibu hamil nya" ucap dokter sindi


"Oh terimakasih dokter sindi. Dok.. kenapa saya mendekati suami saya bawaan saya ingin mual bahkan sampai muntah dok, padahal sebelum nya saya menyukai parfum suami saya" Ucap meli


"Setiap orang hamil itu berbeda-beda Bu meli, dan memang seperti ibu hamil, dan biasa kalau orang awam bilang adalah ngidam, namun pada bidang ilmu tidak ada kata ngidam, karna ngidam itu adalah keinginan atau perasaan yang tak pernah kita lewati sebelum nya dan secara lumrah hal itu ada pada orang yang tidak hamil juga. Dan ibu ini masih dikatakan biasa. Jadi oleh karena itu untuk bapak Arga lebih bersabar lagi untuk menghadapi bu meli karna biasa nya orang hamil sangat sensitif dan jika bisa jangan sampai mengganggu mood nya karna di takut nya akan mempengaruhi janinnya" ucap dokter sindi


"baik dokter" ucap meli


"Apa ada yang ingin dibicarakan lagi" ucap dokter sindi


"ada dok" ucap Arga


"iya pak Arga"ucap dokter sindi


"Dokter, jadi bagaimana dengan saya. Apakah ada solusi agar saya bisa tidur dengan istri dan menemani saat ia butuh kan. Berhubung istri saya, jika didekati langsung merasakan mual dan muntah dok" ucap arga


"baik, maaf sebelum nya. Bu meli apa yang ibu rasakan ketika di temani suami ibu sehingga ibu membuat mual dan muntah ibu karna pada dasar nya ibu sangat kuat sehingga saya ragu untuk memberi obat mual muntah ibu" ucap dokter sindi


"Parfum suami saya dok,aroma parfum nya tidak pernah habis terus saja menguap kedalam isi kepala nya..aroma nya sangat bau dok, sehingga membuat saya pusing dan akhir nya mempengaruhi saraf mual muntah saya dok" Ucap meli


"Baik lah, dari penjelasan ibu, sebaik nya bapak Menganti parfum bapak, selama ibu hamil untuk mengurangi aroma parfum yang bapak pakai, salah satu nya adalah aroma parfum yang netral dari bau. Salah satunya parfum aroma kopi bukan kah ia mampu menenangkan kita tapi dalam dosis yang sesuai. Setau saya ibu meli adalah sahabat apoteker Dila. Dan yang saya tahu Bu meli adalah seorang apoteker dan bapak adalah seorang pengusaha industri obat yang terbesar di indonesia dan semua orang juga tahu atas karir bapak dan pernikahan ibu dan bapak. Jadi saya tahu parfum itu belum ada.Tapi kalian Adalah paduan yang serasi Yang Allah titip kan apa lagi adik anda pak. Pak Andre dan Bu Dila bisa di jadikan tim buat anda.

__ADS_1


Itu jika bapak mau. Bukan kah bapak sangat menginginkan tidur dengan istri bapak. "ucap dokter sindi


Meli dan Arga terkejut dengan penjelasan dokter sindi, karna tahu akan latar belakang mereka. Pantas saja orang tua mereka bisa masuk ke ruangan dan dokter sendiri yang langsung memanggil suami nya dan mendengar penjelasan dokter sindi juga sangat menguntungkan terlebih buat suaminya.


"Terimakasih atas sarannya dok. Jadi untuk sekarang dan seterus nya sampai parfum itu sudah selesai di prokduksi, Saya harus gunakan apa dok dan apakah tidak bermasalah dengan kandungan istri saya" Ucap arga


"Bapak bisa membeli bubuk kopi atau buat kopi yang sudah di keringkan dan di masukkan dalam piring kecil dan bapak masukan keruang kamar bapak. Dan selama nya efek baik nya lebih besar, maka tidak apa-apa. Kembali lagi ke ibu hamil yang rasa ingin nya yang berbeda-beda. Insyaallah tidak apa-apa. Selama itu memang baik buat penciuman ibu meli. Tapi kalau bisa kopi hanya sekedar nya saja agar tercium bau nya. karna di takut kan ada pengaruh kepada bayi nya. Gimana ibu meli. Ibu kan apoteker" ucap dokter sindi


"haha, iya dok.. selama dalam kadar normal maka semua akan baik saja.. berbeda dengan yang kadar yang di luar ambang batas ya dok" ucap meli


"Iya buk.. ada lagi pak" ucap dokter sindi


"Dok.. Apakah kami bisa berhubungan meski istri saya sedang hamil" ucap Arga dengan semangat nya.


"Ya Allah mas, belum juga sebulan mas, udah nge-gas aja" racau meli ke suami nya


"Boleh pak, tapi Pelan-pelan saja ya pak. Senyaman ibu dan janin nya. Dikarenakan trimester awal sangat rentan untuk keguguran" ucap dokter sindi dengan senyum nya


Meli pun melihat nya dengan malas batin nya sedang berteriak "aduaaahhhh,,gini nih kalau punya suami yang kalau sudah "to the point nya" Bahagianya ke ubun-ubun gak tahu kalau istri lagi malu nya gak ketulungan disini


"Baik silahkan pak Arga dan Bu meli, dan ini resep obat nya silah kan di tebus di apotik kami di depan ya pak Arga dan Bu meli, Terimakasih atas kunjungannya " ucap dokter sindi sambil menyalami pak Arga dan meli dan kemudian mencipika-cipiki meli


"Bu meli, Semoga sehat selalu dan semoga kita juga berdua menjadi teman sejawat di kalangan medis, jangan segan-segan Bu meli, ini nomor saya, ibu bisa menge-chat saya kapan pun ibu mau" Ucap dokter sindi


"terimakasih, panggil saya meli, kan saya masih muda" ucap meli


"Baik lah meli, dan panggil aku sindi, oh yaa.. Selain tampan, pengusaha suami mu juga seagresif itu yaa,, aduh jadi kepingin suami Boleh dong kenalin calon suami satu aja !!" ucap dokter sindi berubah karakter dari seorang dokter menjadi seorang psikolog dan pelawak

__ADS_1


Meli pun terkejut dengan sindi, selain dokter dia juga berjiwa psikolog dan pelawak


"Hahahaha,,, kau ya, awas saja.. emm ada tenang aja, mungkin ia sangat polos. saya rasa bisalah dengan model seperti ini" ucap meli menunjuk dokter sindi


mereka pun tertawa bersama, membuat suara mereka lepas dan terdengar di luar. Arga yang sudah keluar dan menemui mama nya untuk pulang namun mendengar tawa meli dan dokter sindi pecah, sehingga menoleh kebelakang yang merasa meli sudah mengikuti di belakangnya.


"Anak itu,, kalau sudah bertemu teman nya dia lupa dengan suami nya" ucap Arga mengusap kepalanya


Menunggu beberapa menit, meli pun keluar dan di antar dokter sindi di dekat pintu, dan Dila juga ada disana, untuk berkomunikasi dengan dokter sindi dan meli kemudian mereka pulang. Sampai di penginapan Arga tak lupa menaruh bubuk kopi di kamar nya agar bisa tidur dengan meli namun ia teringat dengan tawa pecah meli dan dokter sindi


"Sayang, apa yang kamu katakan dengan dokter sindi, aku penasaran" tanya Arga seraya mengalungkan tangannya di perut meli sambil mengusap nya


"ohh yang tadi, kamu tau apa yang dikatakan dokter sindi" ucap meli sambil membalikkan badan nya kehadapan arga


Bagaimana aku tahu, kamu saja tak mengatakan nya, sabar Arga istri mu sedang hamil batin Arga .. Arga menarik nafas nya dan membuang nya dengan kasar


"Bagaimana aku tahu sayang,, kan suami mu tidak ada disana" jawab Arga dengan lembut


"hmm.. iya juga ya" ucap meli, meli pun mengatakan apa yang dikatakan dokter sindi


"pufft . dia bilang gitu, selain dokter dia juga pandai menilai orang juga ya" ucap Arga..


"Hmmm" ucap meli dan menutup mata nya karna terlalu lelah


Apa aku seagresif itu, kenapa aku tak sadar, batin Arga, entah berapa lama ia berpikir, iya Pun tenggelam dibawah sadar nya mengikuti meli.


***

__ADS_1


Alhamdulillah .. Udah tambah lagi episodenya, selamat membaca. Jangan lupa like dan koment nya..


semoga sehat selalu ..


__ADS_2