
Waktu terus berputar, bulan terus berjalan hari pun mulai menunjuk kan waktu nya. Dimana usia kehamilan semakin besar dan sudah terlihat membuncit pada area perut meli.
"Hay Sayang, apakah hari ini kamu akan bekerja, apa kamu tidak kelelahan dengan hamil tua mu ini sayang" Ucap Arga mendekati meli sedang berhias di cermin sambil memeluk meli dari belakang dan sesekali mengelus perut meli yang terlihat buncit
"Hmm. iya aku harus bekerja sebelum aku akan libur 3 bulan. Bukan kah anak mu sangat baik selama ini dia tak pernah menyusahkan ku. Percayalah dia mengerti apa pekerja mama nya dan bukan kah sedari kandungan anak itu harus di ajarkan, dan berpergian ketempat yang sering kita lalui agar nanti ketika dia sudah lahir dia akan merasa terbiasa dengan suasana ini dan aku hanya ingin anak ku bangga terhadapku nantinya karna kepintaran anak pada diri mama nya dalam mendidik sedangkan dari segi fisik 99% akan mewarisi dari mu" Ucap meli dengan lembut seraya tersenyum untuk semua nya melalui pantulan kaca sambil memegang kedua tangan suami nya
"Baik lah, kalau itu yang kamu ingin kan, jaga dirimu dan bayi kita untuk ku, Percayalah saat ini kau lah hidup ku" Ucap Arga seraya memeluk erat istri nya sambil menitikkan air mata
"Hey Kenapa kamu menangis" Ucap meli sambil membalikkan badan nya dan memegang wajahnya Arga yang menunduk
"Papa kenapa papa menangis, aku baik-baik saja disini" Ucap meli menirukan suara bayi
Membuat Arga terharu mendengar suara bayi yang sangat di impikan itu meski dari suara meli dan meski tak akan lama lagi penantian nya namun ia tidak tahu kenapa batin nya merasa ingin menangis
"Entah lah,, hati ku ingin menangis, ingin rasa nya di usia mu 9 bulan, kamu di rumah saja tak perlu bekerja. Bukan kah aku bisa memberi mu uang lebih dari kau meminta sayang. Bukankah sekarang bisa dari Hanphone mu juga bisa melihat suasana disana. Itu Apotek kita kenapa harus bekerja seperti kamu adalah karyawan apotek itu dan Aku tidak tahu rasa ini terus ada beberapa hari sebelumnya dan ingin sekali mencegah mu" Ucap Arga sambil memeluk istri yang tak lagi langsing itu
"Sayang, Percayalah aku tidak apa-apa. Dan selau tidak apa-apa. Allah selalu menjaga ku dan anak kita" Ucap meli dengan senyum seraya mencium pipi arga
"Kamu yaa... Selama hamil respon mu antusias sekali. Jangan membuat ku untuk meminta lebih" ucap Arga menggodanya meli yang selalu membuat nya lebih tenang untuk menghadapi di dunia ini sambil tertawa bersama
"Sayang, Apakah aku masih cantik jika tubuh ku seperti ini" Ucap meli merasa berkecil hati
"Hey, Kenapa kamu selalu mengatakan itu apakah kamu tidak percaya dengan ucapan suami mu" Ucap Arga menatap nya dengan lembut
"Bukan seperti itu, Aldo selalu bilang aku gendut, terus pasien aku juga, bahkan ada yang bilang aku lebih cantik seperti ini dan ada juga anak mahasiswa yang beli obat di apotek mereka bilang, ibu Kok makin berisi ya.. selama hamil nanti suami nya lari ke pelukan wanita lain. Apakah aku tidak bisa takut. Takut kamu meninggalkan ku hanya Karna fisik ku dan ini bukan kemauan ku tapi anak mu yang mau aku seperti ini" Ucap meli dengan sedih
Itulah meli terkadang ia bisa tersenyum namun di waktu itu juga dia bisa menangis. Selama hamil ia sangat sensitif. Dan Arga selalu kesal dengan Aldo bahkan ini adalah salah satu alasan untuk meli tetap dirumah dan mengawasi apotik nya dirumah karna selama hamil dia selalu makan terlalu banyak, bahkan tak bisa dikatakan gendut karna itu adalah hal senstitif bagi meli tapi tidak dengan Arga dia lebih menyukai meli yang seperti ini karna banyak hal yang berubah drastis dari pertama ia menjadi gadis yang mungkin sangat rata
"Sayang,,, jangan menuduh anak ku melakukannya. Dan itu Anak kita, Aku ulangi lagi. Hmm, apa kah kamu lebih percaya orang lain dari pada suami mu yang berdiri didepan mu. Lihat lah aku!!, aku menikahi mu karna Allah, aku mencintai mu karna Takdir Allah dan sampai detik ini kamu seperti ini juga takdir Allah aku tak pernah merasa terbebani dengan fisik mu. Kamu adalah wanita yang aku pilih untuk menjadi pasangan ku sampai akhir hayat dan kau adalah wanita yang pantas untuk melahir kan anak ku tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan kan mu. Karna kau adalah wanita pertama dan terakhir ku. Andai aku memilih diantara ibuku, kamu dan anak ku, Kamu tahu siapa yang aku pilih!!!. Aku akan memilih kamu. Kenapa!!! bukan ibu?? karna ibu akan meninggal kan ku jika pada waktunya tiba dan dia adalah takdir Allah yang tak bisa aku pilih. Kalau anak, jika ia dewasa, dia juga akan meninggal kan ku dan hidup dengan pasangan nya oleh karna itu aku memilih kamu karna kamu adalah orang yang ku pilih dari berjuta-juta wanita didunia ini dan Allah sudah mentakdir kita dalam ikatan cinta dan hidup bersama ku sampai menua. Maka sampai detik ini jangan pernah mendengar orang lain. Dengar lah hati mu dan aku sebagai suami yang terus mencintai mu. Bagiku kamu sangat cantik dan selamanya akan cantik. Apakah kamu Sadar bahwa aku sangat bangga atas perubahan mu seperti ini, berarti kamu bahagia bersama ku dan apakah kamu tahu!! saat masa hamil mu kamu terus menggodaku terutama ini" ucap Arga dengan menunjukkan dua gundukan meli yang perubahan nya semakin drastis dari dia masih gadis
__ADS_1
"Kamu mesum sekali ya mas,,Hahhaha, Tapi jujur aku jadi meleleh berasa Seperti Suppostoria kalau tidak ada pada suhu 2-8 derjat Celcius , aaaaaa jantung ku" Ucap meli dengan bahagia sambil memeluk suami nya yang selalu membuat nya jatuh cinta
****
Meli sudah sampai di apotek yang bertuliskan nama APOTEK MELIARGA. Dan merupakan tempat kerja nya yang baru sekaligus pemilik usaha apotek membuat nya terus bersemangat menjalani aktivitas nya dan selama nya ia menjadi pemilik apotek. Omset yang di miliki terus saja memiliki perubahan yang Baik di sekitar kota tersebut sehingga banyak rumah sakit umum dan swasta serta klinik untuk bekerja sama dengan nya. Bahkan karyawan meli sudah hampir 20 orang dikarenakan pasien nya sangat banyak terlebih meli juga membuka apotek plus klinik untuk bekerja sama dengan Aldo dan Hampir setahun membuat kerja sama yang di jalin semakin naik pesat dan itu merupakan langkah yang awal yang sangat besar bagi meli yang di percayai oleh suami nya sendiri sebagai pengelola keuangan sekaligus apoteker penanggung jawab di APOTEK MELIARGA
"Selamat pagi dek,, ada Ibu apoteker meli" Ucap Pembeli
"Oh sebentar Bu, saya panggilkan" ucap karyawan
Ada satu menit kemudian meli pun mendatangi ibu tersebut dan menanyainya dengan ramah
"Assalamuailaikum ibu, Apakah ada yang saya bantu" Ucap meli
"Waalaikumussalam Bu, Bu bantu saya, tolongin anak saya Bu, anak saya Kejang-kejang karna demam nya sudah 3 hari dan panas nya tidak turun" Ucap ibu tersebut
"Anak Ibu dimana, Apa sebelum nya ada ke puskesmas untuk berobat" Ucap meli
"iya ibu, tapi saya bukan dokter bu, dokter penyakit dalam ada didalam dan sebenar nya kami tidak pernah kerumah pasien ibu" ucap meli dengan nada lembut namun sedikit khawatir
" Iya Bu, saya tahu. Tapi saya tidak bisa membawa nya karna anak saya dalam keadaan kejang" Ucap ibu sambil menangis
Meli pun merasa iba dan kemudian mendatangi Aldo. Aldo sebelum nya merasa ada janggal tapi tetap ia mengikuti meli. Karna meli sangat khawatir dan mereka pun pergi ketempat ibu tersebut.
***
Sedangkan Arga sibuk dengan berkas-berkas yang harus di tanda tangani nya, hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan karna pekerjaan yang harus di tandatangani nya begitu banyak belum lagi ia harus ke luar negeri untuk melihat Pabrik kedua ayah nya dan masih banyak lagi begitu pun dengan Andre karna menjadi CEO bukan harus menampil kan modal ketampanan saja tapi pikiran dalam bisnis juga harus di mainkan sehingga ia tak mendengar Aldo menelpon nya berulang kali.
Dan tiba-tiba Rio masuk kedalam dengan wajah Yang sangat khawatir dan ia sedang mengatur nafas nya karna terlalu lelah berlari. Membuat Arga terkejut.
__ADS_1
"Arga apa kamu tahu, kalau aldo menelpon mu" ucap Rio
"Tidak ada yang menelpon ku, Kenapa anak itu menelpon ku bukan kah dia terlalu sibuk dengan pasien nya" ucap Arga dengan santai
Berarti dia tidak tahu,bagaimana cara jelasin kepadanya kalau Meli, gumanan Rio masih di dengar
"Kenapa dengan Meli, bicaralah yang jelas" ucap Arga dengan nada khawatir saat mendengar nama meli
"Melii... emmm..melii" ucap Rio dengan gagap dan tangan sedikit bergetar dan ini merupakan berita yang tidak bagus jika di dengar arga
Membuat Arga terbangun dari kursi yang empuk nya mendatangi Rio
"Kenapa dengan meli, kenapa kau seperti ini" ucap Arga semakin khawatir nya dia pun membuka handphone nya dan melihat 21 panggilan tak terjawab dari Aldo dan di tambah lagi pesan WA dari Aldo membuat Arga penasaran membacanya
"Mas Arga, Meli Kecelakaan, dia sudah di bawa Rumah sakit XX" pesan Aldo
"Apa yang terjadi dengan meli, ya Allah sayang,,, kamu kenapa!!!, arghhhh.. seharus nya aku bersama nya,, seharus nya tadi aku mencegah nya..." Ucap Arga dengan penyesalan nya dan memukul dinding dengan tangan nya
"Arga, kamu yang sabar dan kamu tidak bisa seperti ini. Kami tidak bisa menyesali. Hari ini adalah takdir meli yang tidak di pungkiri tugas kamu harus berdoa semga meli dan anak mu selamat. Kamu harus kuat. Saat ini meli dan anak butuh kamu" Ucap Rio
" Baiklah, Ya Allah selamat kan istri dan anak ku" Ucap Arga dengan tulus nya
"Rio cepat temani aku ke rumah sakit, aku tidak bisa konsentrasi untuk mengemudi" ucap Arga mengusap wajah nya dengan gusar dan kemudian berlari kemobil di ikuti Rio
***
Alhamdulillah akhir nya tambah episode lagi. Terimakasih buat teman pecinta novel Yang sudah doain kesehatan author semoga Allah kabul kan. Dan bisa terus nulis novel meski gak seperti biasa karna dunia nyata author padat banget karna udah 2 Minggu masuk nya pagi PKPA nya di rumah sakit dan pulang jam 3 kecuali hari lain jam 4 dan Minggu libur. Semoga teman bisa maklumi dan buat kalian semoga selalu di perlancarkan rezeki dan pekerjaan di dunia nyatanya. Ingat Selelah apapun kamu, kamu harus semangat dan tak boleh mengeluh agar Allah beri yang terbaik untuk kita pun tidak tersendat.
Apapun Hari mu, apapun kegiatan mu, apapun pekerjaan mu, Jangan lupa syukuri dan katakan Alhamdulillah karna itu adalah salah satu cara terima kasih kita ke Allah.
__ADS_1
Dan semoga sehat selalu... Jangan pernah bosan Mampir kesini yaa...