Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya

Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya
Wanita di Hidup Arga Dan Tazkia


__ADS_3

Rio meng-Share tempat rumah sakit meli dirawat untuk Ali. Karna menurutnya Ali adalah teman baik meli. Setelah itu ia masuk ke rumah sakit dengan pakaian sedikit tertutup dan tak lupa pula dengan kaca mata hitam nya agar tidak di kenali oleh wartawan atau orang yang mengenal dengan nya, tak lupa Rio membeli makanan untuk bos sekaligus kakaknya itu. Dia tahu pasti Arga sangat kurus karna cinta nya yang terus mengujinya.


Sampai di rumah sakit dan membuka sedikit pintu terlihat lah keluar meli dan Arga serta Dila dan Andre tak lupa bayi mungilnya yang menghiasi hidup semua orang namun tidak Arga masih dengan hati bimbang antara bahagia dan bersedih. Berulang kali mereka menstimulasi meli dengan bayinya tapi ada hal baik dari meli sehingga Arga putus asa dengan dirinya yang merasa tak berguna


"Assalamu'alaikum Semua" Ucap Rio


"Waalaikumussalam, masuk nak Rio" ucap semua nya


"Hey Rio darimana kamu,,tidak tempat Aldo" ucap Rio


" Dari rumah, Aldo kan bisa kesini kalau meli kan gak" Ucap Rio dengan songong ya


Mama Sarah dan papa Wijaya dan semua nya menggelengkan kepala


"Mulut mu Rio,Tapi aku setuju, awwww" ucap Andre kesakitan di cubit Dila


"Sayang, Kamu jahat sekali" Ucap Andre


Dila hanya melototkan matanya


Sedangkan Andre sudah terduduk di kursi, ia sudah merasa lelah, bahkan terlihat kurang tidur dan kurus pada arga. Rio mendekati nya


"Ga.. aku kesini ingin memberi tahu mu sesuatu tapi kamu makan dulu" Ucap Rio


"Tidak, katakanlah" Ucap Arga dengan lemah


"Ya sudah, kalau tidak makan, aku tak akan mengatakan nya" Ucap Rio dan ingin pergi


"Kau ya suka kali mengancam ku, dasar" Ucap Arga dengan nada kerasnya


Rio pun berlari ketempat meli


"Meli lihat lah suami mu, dia ingin memukul Ku, Apa kau tau dia sekarang hampir gila karna mu. Bangun lah. Tidak ada kamu. Kami kelelahan. Kamu tahu dia tidak mau makan, dia sangat kurus sekarang. Kamu tua kakek yg kurus dijalanan itu yang kau sering kasih makan dia begitulah dia" Ucap Rio


"Apa yang kau katakan sama meli" Ucap Arga


Tiba-tiba meli mengeluarkan air mata nya, denyut jantung menjadi cepat seakan emosi sedih nya lagi terpancarkan melalui air matanya


"Sayang lihat lah, meli menangis" ucap mama tri untuk Teuku


Semua melihat nya, tertuju arah mata meli dan bener saja meli menangis. Kemudian mereka memangil dokter untuk memeriksakan pengembangannya


"saya ingin sampaikan kepada keluarga pasien, bahwa meli pengembangan diri nya sudah baik. Terimakasih untuk suport nya untuk meli sebelum nya saya ingin tahu sebelum meli menangis, apa yang terjadi" Ucap dokter


Mereka pun menceritakan apa yang terjadi kemudian dokter menyimpulkan bahwa meli akan bangun dengan sendiri jika selalu di berikan respon yang positif dan salah satunya adalah tantangan yang membuat dia marah sedih dan lain nya jika dilihat pemeriksaan beliau. Dokter selalu bilang. bahwa obat memang sebagai penyembuhan tapi tetap Allah, keluarga yang utama.


"Ya sudah, saya balik dulu pak,Bu semuanya. Jangan lupa berdoa dan terus berusaha demi kebaikan meli" ucap dokter dengan senyumnya lalu pergi

__ADS_1


Setelah kepergian dokter, Arga merasa ada semangat untuk melakukan yang terbaik untuk meli sehingga ia merasakan lapar.


"Makan lah, aku membeli untuk mu. Jangan membuat meli merasa sedih lagi" Ucap Rio


Arga mengiyakan dan ia makan sangat lahap.


Dan keluarga besar pamit membawa bayi nya yang sudah tertidur sangat puas dalam kursi roda bayi dan sebelum nya mereka juga mengunjungi Aldo.


***


Setelah mereka pergi dan Arga sudah selesai makan. Rio mengeluarkan situasi di apotek dan mendengar percakapan meli dan nenek tua dan melihat lagi ke ruang Aldo, meli sedang melakukan percakapan dengan Aldo disana Aldo sudah menampakkan kebingungan nya tapi meli terus memaksakan Aldo sehingga mereka pergi bersama ibu itu.


Dan Rio pun memberi kan foto nenek itu dan sudah menangkap nya dan memasukkan kedalam penjara permasalahan nya adalah ia tak bisa berbicara siapa yang menyuruh nya kalau ia menceritakan sebenar nya maka anak nya akan mati.


"Siapa yang melakukan ini Serapi ini, Rio aku percayakan kepadamu cari bukti apapun,orang papa Teuku dan papa Wijaya juga sedang menyelidikinya" Ucap Arga


"Assalamu'alaikum mas" Ucap Aldo


"Waalaikumussalam" ucap Rio dan Arga


"Masuklah Al" Ucap Arga mendatangi Aldo dan ingin merangkul aldo


"howw,, jangan pukuli aku, benar aku tidak tahu masalah nya sampai seperti ini" Ucap Aldo sedikit takut


"Arga jangan pukuli Aldo" ucap orang tua Aldo


Arga mengambil alih kursi roda nya dan mendekati meli, agar Aldo dapat berbicara juga dengan meli


"kak, apa meli belum bangun juga kak" ucap Aldo


"Hmm, iya ..tapi dia sudah ada perkembangan sedikit demi sedikit" Ucap Arga


"Kak, apa kau mempunyai musuh, mungkin kalau aku tak mengikuti meli mungkin meli" Ucap Aldo


"hemm, itulah mungkin cara Allah menjaga meli Kau adalah perantara nya, apa yang terjadi" Ucap Arga ingin mendengar cerita nya


"Saat itu aku pergi bersama meli dan ibu itu pergi kerumah nya dengan berjalan kaki. Katanya dekat rumah nya nah pada saat mau kerumah nya, dan pada saat itu ibu itu yang menyeberangi duluan baru meli, dan tiba-tiba ada mobil dari jauh berwarna hitam dengan kecepatan tinggi dan seperti sudah di rencanakan pada saat itu suasana memang sangat sepi sehingga pada saat sedikit lagi ingin menabrak dan pada saat itu aku melihat mobil dan secara tiba-tiba aku lari dan menarik meli namun pada saat aku juga kamu ternyata berserempet dengan mobil itu dan kami terlempar berbeda arah. Tapi aku sangat jelas BK nya XXx yang mengemudizseorang pria. Dan pada saat itu aku masih berteriak dan memita tolong telpon nomor Arga dan Rio sebelum aku pinsan" Ucap Aldo


" Baiklah terimakasih sudah menolong istriku Aldo meski kau seperti ini" Ucap arga dengan sedih


"Sama kakak, kau adalah kakak ku dan meli, bagaimana pun dia akan menolong nya. Selama ini dan hidup ku kau lah selalu bersama ku sedari kecil bersama Andre dan kita ketemu Rio di usia 5 tahun. Om wijaya dan Tante Sarah seperti ibuku juga yang selalu memperlakukan ku seperti anak selama orang tua ku kerja disana terkadang aku selalu mengeluh dengan orang tua ku beda dengan orang tua mu selalu ada tapi Tante Sarah selalu beri kata-kata terbaik buat aku kalian seperti belahan hidup aku sampai aku ingin mempunyai istri meli dan Dila mereka adalah istri yang baik" Ucap Aldo


"Terimakasih untuk semua, Om Tante bahagia mempunyai mu, tapi di ujung kata-katamu Aku kurang bahagia kau seperti ingin mempersunting istriku dan Dila, kamu menang banyak dong" ucap Arga sambil memeluk Aldo


Aldo dan orang tua Aldo pun tertawa karna candaan Aldo


"Sudah, semoga meli lepas sadar. kami ingin sekali bertemu dan berbicara dengan dia selama kami disini" ucap mama Aldo

__ADS_1


"Iya bener sayang, aku juga ingin ..sampai Aldi mengidolakan istri kakak nya..pasti dia orang baik" Ucap papa Aldo


"Hahaha, papa mama bisa aja ..semoga cepat sembuh ya, ohh ya mas buKan gitu, mana sanggup mempunyai istri dua. aku bukan nabi yang bisa adil tapi aku hanya manusia, cukup satu aj namun anggota banyak" ucap aldo


"Dasar ..." Ucap Arga.


Aldo dan orang tua nya pamit karna sudah boleh pulang dan bisa melakukan rawat jalan setelah pulang Aldo datang lah wanita cantik berkerudung membawa parsel.


"Assalamu'alaikum mas" Ucap Lisa


"Waalaikumussalam, Siapa" ucap Arga


"Lisa mas, Apa mas tak mengenalinya" ucap Lisa mendekat ke arah Arga di tempat meli tidur seraya memberi parsel


"Sudah lama tak berjumpa dan sekarang sudah berubah dan kamu cantik seperti itu" Ucap Arga


"Terimakasih mas, sudah beberapa bulan mas, apa yang terjadi kepada meli" Ucap Lisa


Dan pada Saat itu Ali juga mengucap salam dan mereka berdua menjawab salam


"Kau mengenali Ali juga" Ucap Arga


"Hmm iya mas,, Aku begini juga karna dia dan dia juga yang mengubah menjadi lebih baik dia teman yang baik " Ucap Lisa memberi jawaban dan suara kecil


"Benarkah" ucap Arga


Dan Lisa mengedipkan matanya, Setelah itu Arga menceritakan apa yang terjadi dengan meli dan respon pengembangan yang baik dari meli


"Baiklah mas, kami hanya sebentar ingin melihat Tapi izin kan aku mendekati meli dan berbisik kepadanya" Ucap lisa


"Apa yang kamu katakan" Ucap arga


"Lihat saja, Bukan kah dia sangat cemburu dengan ku" Ucap Lisa


Setelah mendapat izin dari Arga, Lisa mendekati meli dan berbisik dengan meli


"Hay Meli, apa kamu masih ingat dengan ku. yaa aku Lisa. Aku sengaja datang di waktu yang tepat. Apa kamu tahu,aku sekarang seperti mu. Aku sudah berhijab dan apa kamu tahu, mas Arga bilang apa setelah melihat ku. Dia memuji ku dan mengatakan aku cantik. Coba kamu pikir lelaki yang sudah punya istri dan bisa mengatakan wanita lain cantik. Bangun lah .. kalau kamu tidak bangun.. Percayalah aku akan menjadi wanita yang terbaik dan mengganti mu di kehidupan Arga dan anak mu. Terimakasih kamu sudah memberi aku peluang. Hari ini aku pulang..dan Besok aku kerumah untuk melihat anak mu. Selamat tinggal" Ucap Lisa


Beberapa menit kemudian tiba-tiba ada pergerakan dari jari meli yang bergerak. Membuat Lisa memanggil Arga dan Ali untuk melihat nya.


setelah mereka melihat nya pergerakan nya beberapa menit dari jarinya kemudian kembali seperti semula


"Apa yang kamu katakan" ucap Arga


"Aku hanya memberi respon baik untuk nya, aku pulang mas..yuk ali" ucap Lisa


mereka pun berpamitan dan meninggalkan kebahagian untuk Arga tersendiri karna respon tubuh meli mempunya kemungkinan ia akan sembuh.

__ADS_1


__ADS_2