Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya

Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya
Budak Cinta


__ADS_3

Seminggu kemudian, bulan madu telah dilalui oleh kedua pasangan pengantin, membuat kedua pasangan tersebut bermalas-malasan di kamar, dan pagi ini mereka akan bersiap untuk kantor dan meli akan ke apotik. Namun keadaan masih menginginkan tidur karna semalam terlalu lelah, akan adegan mereka lakukan setiap malam, setiap pagi, siang ,ada saja adegan yang di main oleh kedua nya. Bahkan bi Inah pun tak berani membangunkan nya pasangan pengantin, dia hanya bertugas masak,dan berberes seluruh rumah, kecuali kamar meli. karna bi Inah tak ingin mengganggu waktu mereka, mereka akan keluar pada saat lapar, sedangkan papa dan mama sudah kembali ke pekerjaan nya setelah acara , begitupun keluarga besar meli.


"Sayang,, bangun, sudah pagi. kan kamu mau ke kantor" Ucap meli sambil menepuk lembut pipi arga, namun tak ada sahutan dari Arga


Arga masih dalam dunia mimpinya, karna terlalu lelah nya dengan adegan malamnya, membuat nya terlalu nyenyak, dalam keadaan tak berpakaian hanya selimut putih yang tertutupi mereka berdua dan tangan masih memeluk meli, seakan tak ingin di miliki oleh orang lain


"Mas Arga,,,, mas .. !!" panggil meli sambil membuka mata nya dengan tangan mungil nya dan sesekali mengelus dada mas Arga yang terdapat bulu bulu kecil didada.


"Hmmmm... apa sayang, mas masih ngantuk,,jangan ganggu mas" ucap Arga masih dengan mata tertutup dan mengeratkan pelukan nya


"Mas,, tidak kerja, meli mau kerja mas, kan meli kerja tempat orang mas" ucap meli sambil melingkarkan dua tangan seraya mendongak kewajah Arga..


"Hmmmm.. pergilah dan hari ini adalah hari terakhir kamu kerja, mas bisa memberi uang lebih dari gajimu,, kamu cukup melayaniku saja" ucap Arga masih menutup mata sambil mencium meli didahi berulang kali


"Hmmmmm..meli tahu mas punya segalanya dan mas bisa memberikan uang untuk meli lebih dari gaji perbulan meli. Mas adalah suami yang terbaik yang meli punya.Tapi mas, meli sudah bersusah payah untuk kuliah apoteker ini masak mas tega kalau meli tidak kerja, mas tidak kasihan sama papa mama" ucap meli masih dengan melingkar tangannya ke leher mas Arga bahkan sesekali iya mencium bibir Arga


Karna hanya cara itu agar mas arga tetap dalam perasaan yang nyaman, karna meli takut kalau sampai iya salah berbicara, suami nya akan marah dan kalau sudah marah maka susah sekali untuk mengajak nya kembali ke perasaan nya yang normal.


"Baiklah, pergilah untuk hari ini dan setelah itu mas aku membuat izin surat pengunduran diri dari kerja, karna mas mau kerja untuk dirimu sendiri nanti mas akan cari ruko untuk di buat apotek sekaligus klinik dan mas masukkan semua obat kita didalam apotek, bagaimana?? apa meli mau kalau tidak mau, ya sudah kerja di sini aja, di ranjang, mas gaji mu sesuai gaji mu bahkan lebih karna mas ingin mempunyai versi mas sendiri di umur seperti ini, teman mas udah ada yang 3, 4 bahkan 2 anaknya sayang" Ucap Arga sambil menatap meli dengan tatap sedih dan terus saja mengelus wajah meli


"Baiklah mas, meli akan memilih untuk bekerja mas, tapi bayaran ranjang nya tetap ya!!, terus mas, harus hari ini meli mengundurkan diri, kan mendapat lokasi apotek tidak gampang mas, bahkan surat izin apotek, dan banyak mengurus berkas yang lain nya mas,,!! " ucap meli sambil menatap mas Arga dengan ragu dan tangan masih melingkar di leher Arga dan sesekali menekuk kepala nya, seakan ada mainan barunya,biasanya yang di peluk bantal guling


"Hahaha,,, kenapa seperti itu wajah nya, apa kamu meragukan mas, bayaran nya tetap tapi dengan syarat kita akan melakukan banyak gaya tapi tetap sesuai dengan ajaran Islam, terus masalah lokasi dan surat izin percayakan kepada mas,,.!!! meli sebagai istri mas,, ikutin saja, kan surga di bawah kaki suami meli" Ucap Arga sambil mencium wanita nya dengan gemas


Arga adalah paling bahagia dari cinta masa kecil nya yang tumbuh dan berkembang layak nya bunga bermekaran,bertemu dalam ikatan cinta yang kuat dan di satukan dalam takdir sebagai jodoh yang diberikan oleh Allah dan merupakan kado yang terindah yang ia punya, bisa bersama nya adalah anugrah, masih merasakan mimpi sehingga ia terus memeluk meli untuk memastikan bahwa iya tidak bermimpi, mau makan masih memegang tangan. Meli mandi, di ikuti dengan alasan ingin ikut mandi bersama sampai untuk bekerja pun harus dalam pengawasannya

__ADS_1


"Baiklah,, karna meli sudah menjadikan mas suami meli, dan memang menikah karna dasarnya meli cinta maka meli akan menerima semua konsekuensi mas dari cemburu mas,dari posesif mas ke meli dan senakal mas diranjang ke meli, meli akan terima, dan meli akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mas, dan hari ini adalah hari terakhir meli bekerja hanya untuk bekerja untuk suami meli sendiri dan untuk mencari surga dari suami meli" ucap meli dengan tenang dan memberinya senyum karna ini adalah cara yang baik untuk pernikahan nya


" Nah, ini baru istri mas. Terimakasih sudah memahami mas, mas melakukan nya yang terbaik untuk mu,karna mas mencintaimu dan mas ingin sekali ada pewaris Pratama selanjut nya dari rahim wanita yang hebat ini" ucap Arga dan mencium seluruh wajah meli sambil memegang perut rata meli


"ya allah mas, tidak ada habis-habis nya mencium meli, meli seperti anak kecil saja, mas sama papa sama aja, Hmm baik lah kita akan usahakan, tapi mas jangan terlalu berharap karnan kita hanya bisa berencana mas" ucap meli dengan memasang wajah pasrahnya


"Papa juga seperti itu, wahh mas banyak saingan sekarang yaa!!!, Entah lah sayang,kamu memang seperti anak kecil,mungkin karna itu juga papa seperti itu,kan kamu anak satu-satunya,tapi mas lihat kamu rasa nya memang ingin mencium mu saja bahkan ada rasa mau gigit. Baiklah kita sama-sama berusaha dan berdoa semoga Allah kabulkan" ucap Arga lagi dengan menggodanya sambil tertawa


Meli bangun untuk melanjutkan mandi karna merasa tubuh nya sangat lengket karna keringat dan karna malu iya pun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos nya dan tak menghiraukan perkataan Arga, karna hal di takutkan iya tak bisa berjalan lagi kalau terlalu lama dengan Arga.


"Awwwww, sakit nya" ucap meli, menahan sakit saat berdiri


"Kenapa sayang,masih sakit ya, sini mas bantu kamu" ucap Arga sambil mengendong meli kekamar meli dengan tubuh polos nya


Saat di kamar mandi, Arga memasukkan meli dalam bak mandi dan menekan tombol air hangat untuk meredakan sakit di area yang disukaj nya itu. saat air sudah merendam tubuh nya, Arga memasukkan diri dalam bak yang di tempat meli, dan memandi bersama.


***


Setelah makan, mereka berdua menyalami Bi Inah dan kemudian Arga mengantarkan meli ke apotik setelah 30 menit kemudian sampai di tempat meli namun terlebih dahulu Arga turun dengan setelan jas warna abu-abu dengan kaca mata hitam nya mendekati pemilik apotek dan berbicara permasalahan pengunduran dan memberi surat pengunduran untuk pemilik apotek langsung pergi kekantor dan tak lupa pula Arga mencium didahi di depan karyawan dan pemilik apotek dan tak lupa meli juga menyalami Arga sebagai suami sah.


Setelah dilihat Arga sudah pergi dengan mobil putih, ia pun masuk dan bekerja sesuai dengan tupoksinya


***


Arga pun sampai di kantor nya dengan perasaan yang amat bahagia, bahkan karyawan nya pun memberi selamatan untuk Arga atas pernikahan nya, Arga membalas jawaban mereka dengan senyum yang merekah, sehingga membuat karyawan juga senang atas perubahan Arga yang biasa memasang wajah tampan yang datar.

__ADS_1


Sesampai Arga di kantor, dan duduk di kursi dan membereskan berkas yang sudah menumpuk diatas meja nya. Sampai iya tak sadar bahwa Rio dan Aldo masuk untuk memberikan lokasi dan berkas izin apotek dan klinik nya ke Arga.


"Assalamualaikum mas, kami masuk ya, kami sudah selesai dengan tugas kami nanti tinggal bawa meli ketempat itu, aku jadi tidak sabar bekerja bersama nya" ucap Aldo seraya menduduk kan kursi didepan Arga sedangkan Rio seperti biasa diam dan duduk dikursi panjang dan sibuk dengan handphone nya


Tidak ada sahutan dari Arga membuat Aldo merasa kesal, bahkan kekesalannnya diketahui oleh Rio


"Sudahlah,dia lagi bahagia dengan versi yang di lakukan beberapa Minggu ini" ucap Rio dengan datar


"Iya kamu ada benar nya Rio, hahah dasar,emang kalau sudah merasakan surga dunia begitu, semangat kerja nya luar biasa kalau sudah ada jatah" ucap Aldo


"Hmm" ucap Rio yang masih fokus di handphone nya


Sedangkan Arga masih dengan fokusnya dengan berkas tumpukan ya


" Hay Kaka ipar,,masuk kak ipar, lihat lah mas Arga semangat kerjanya empat lima Kaka" ucap Aldo


"Sayang kamu kesini" ucap Arga seraya melihat kepintu, namun tak ada meli disana sehingga iya melihat Aldo sedang tertawa


"Kau ya,,, selalu seperti itu" ucap Arga dengan menatap kesalnya


Aldo hanya tertawa dan Rio hanya menepiskan senyum nya


kalau sudah cinta ya seperti itu, jadi "budak cinta" batin Rio sambil menggelengkan kepalanya


"mas,,,mas,, Bucin mu itu Lo mas, pantesan kamu mempercepat cari ruko dan meminta surat izin dan harus disiapkan hari ini juga... ternyata... emmm, emang kalau sudah cinta begitu" ucap Aldo

__ADS_1


***


Jangan lupa like dan komen teman!!!


__ADS_2