Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya

Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya
Tidak asing


__ADS_3

Hari sudah pagi, seperti biasa hari-hari meli, mandi,makan,dan kerja, dan tidur.


"ma. pa . meli pergi ya.." ucap meli sambil mencium tangan orang tua nya


"baiklah sayang hati-hati... " ucap mama dan papa nya.


"meli, kenapa kau tak membawa mobil? " tanya papa Teuku


"tidak pa, sudah terbiasa dengan motor meli, thats is easy ok!, meli akan bawa mobil itu pada waktu nya. hanya saja, meli tidak mau orang berteman dengan meli karna apa yang meli punya bukan apa yang ada pada diri meli


"baiklah sayang.. lakukan lah hal yang baik, kami berdua selalu mendukung mu. " ucap papa Teuku


sesampai di rumah sakit seperti biasa dia melakukan pekerjaan nya, sampai pada waktu nya dia ingin keluar kekantin dia berasa lapar namun entah kenapa dia ingin berjalan ke arah UGD seperti ada hal yang menariknya, sampai dirinya sudah mendekati jalan UGD, dia mendengar suara tangisan yang hebat, namun dia tidak memperpedulikan karna dia merasa itu bukan tupoksi kerjanya dia berjalan terus kedepan tanpa melihat arah sekeliling.


"Bu meli.. boleh kah anda berhenti sebentar." ucap salah satu perawat UGD


"kenapa saya harus berhenti, ada hal apa kakak memberhentikan saya "seraya menoleh kebelakang". ucap meli, ya itulah meli mau tua atau muda, dia akan memanggil sebutan Kakak, Abang, pak atau Bu karna menurut dia itu sudah sopan untuk sebutan orang yang asing.


Flashback off


"gimana ni, saya tak berani mengambil tindakan sesuatu Yang bukan tupoksi saya, ini benar diluar kendali kita", ucap salah satu perawat


"iya benar, lihat lah keluarga nya sudah menangis, saya tidak bisa melakukan kan, karna dokter Ali, dia harus pergi karna orang tua nya bener-bener darurat. ya Allah, tolong lah kami, dan keluarga ini.."ucap salah satu perawat lain.


perawat UGD bener-bener gelisah, karna itu akan membuat dia bener akan mendapat SP setelah kejadian ini, apalagi dengan dokter Ali, dia juga tak bersalah karna diluar kehendak nya.


"bukankah kah itu Bu meli, dia seorang apoteker bukan, dia juga ikut andil bagian hal dari dokter jika waktu bener-bener code blue.." ucap perawat UGD


"cepat berhentikan dia sekarang juga. "ucap perawat lainnya


flashback on


"Bu meli, bantu saya menolong pasien code blue, dokter Ali sedang tidak ada di tempat, karna orang tua nya juga dalam hal darurat. jika Bu meli tak membantu kami maka kami bertiga akan mendapat kan SP ( surat peringatan)." ucap perawat UGD

__ADS_1


meli pun mengatakan iya setelah banyak berpikir, karna dia juga berharap ini merupakan tupoksi dia dan melakukan yang terbaik..


"Bismillah" ucap meli


Sesampai UGD meli melihat pasien, dengan kesadaran yang menurun, jantung yang berdebar sangat kencang seperti mau meledak dari tempat nya, dan tekanan darah yang drastis, dan mengalami sesak. jika tak ditangani pasien akan mengalami hal yang fatal. meli mengatakan dia mengalami syok anafilaksis. meli pun menyuruh perawat untuk menyiapkan obat nya, namun saat obat di suntik kan kedalam tubuh, tidak ada reaksi, bahkan bapak tersebut semakin lemas. meli pun keluar menemui keluarga nya, seraya meli melemparkan pertanyaan kepada keluarga nya ..


"apa yang dilakukan sebelum nya bapak ini, apakah dia pernah seperti ini sebelum nya.."ucap meli


"kami tidak ada yang tau, karna kami di dalam, sedangkan bapak diteras depan sambil memakan cemilan, meminum kopi dan membaca koran dan dia tidak pernah seperti itu sambil menangis .." ucap Istri pasien


"sebelum nya apakah bapak mempunyai riwayat penyakit" ucap meli


"bapak sering merasakan sakit di dadanya, dan meminum obat yang di kasih temannya,memperlihat kan kepada meli." ucap istri pasien


"coba saya lihat ibu" ucap meli


ternyata obat yang digunakan hal yang diduga oleh meli.. bapak ini mengonsumsi Beta blocker, gumaman batin nya, seraya mengembalikan obat ke istri pasien nya..


"ambil obat glucagon sekarang juga.." ucap meli ..


"tadi saya hampir meragukan Bu meli, karna memberikan obat glucagon tapi sekarang masyaallah.. ternyata inilah apoteker sebenar nya, mereka memang teman sejawat dokter dan selalu saling melengkapi untuk kesembuhan pasien,semoga akan selamanya dokter dan apoteker saling melengkapi,mengingat sebagian dari mereka yang tak melengkapi" ucap perawat UGD.


"amin ya Allah ..semoga saja seperti itu.." ucap perawat UGD lainnya.


"Alhamdulillah bapak.. bapak sudah baikan..semoga selalu sehat bapak,.bapak harus banyak minum air putih, kurangi rokoknya bapak dan kalau bisa di hilang kan ya pak,saran saya bapak harus ke dokter jantung dulu untuk memeriksakan kesehatan bapak minum obat nya, dan jangan minum obat sembarangan ya pak,karna kita bisa menebak penyakit yang kita derita kita butuh beberapa alat untuk mendiagnosa suatu penyakit" ucap meli.


"terimakasih Bu dokter.." ucap pasien..


meli membalikkan badan nya sambil tersenyum dan mendatangi pasien lagi


"bapak saya bukan dokter, saya apoteker pak, kalau bapak salah manggil marah dong saya nya ..hihihi." ucap meli


"terimakasih Bu meli sudah membantu kami" ucap perawat UGD.

__ADS_1


"iya sama-sama.. Kakak" ucap meli, seraya melangkah kan kaki nya


namun tiba salah satu keluarga nya memanggil meli, dan membuat nya menoleh kebelakang.


"iya Bu, ada Yang saya bantu dengan senyum nya .."ucap meli.


"iya Bu, terimaksih sudah membantu suami saya, apa yang terjadi kepada suami saya Bu!" tanya istri nya .


"suami ibu, keracunan obat jantung sehingga membuat dirinya menjadi seperti itu tapi Alhamdulillah sudah baikan, ibu sudah bisa bawa pulang bapak. oh ya Bu, bapak di hindari makan yang berlemak, hindari yang manis dan yang terlalu asin ya bu, dan hindari merokok, perbanyakkan minum air putih, dan olahraga ya Bu.. oh ya Bu saran saya ke dokter jantung untuk dipantau jantung bapak apakah ada masalah setelah terjadi keracunan, dan pantau bapak agar tidak meminum obat sembarangan, karna untuk mendiagnosa penyakit kita perlu beberapa alat sehingga dalam pemberian obat untuk pasien tetap aman dan berefek dengan positif semoga sehat selalu ibu dan bapak.. " ucap meli.


"terimaksih Bu dokter..." ucap istri nya .


meli tersenyum.. seraya meluruskan ucapan nya..


"Bu saya bukan dokter, saya apoteker menampil gigi manis nya saat tersenyum." ucap meli


"oh ya.. apa perbedaan antara mereka Bu,kenapa ibu bisa bertugas layak nya dokter?" ucap istri keluarga nya .


meli tersenyum,, "pertanyaan ibu bagus sekali, karna apoteker dan dokter mempunyai tupoksi berbeda namun mendekati sama kalau sepintas seperti ibu tadi, namun tetap lebih kuat kekuatan seorang dokter dalam hal mendiagnosa, saya hanya penanggung jawab apotek, namun saya bisa berada seperti tupoksi dokter jika kejadian sedang di code blue itu pun saya hanya memberi pendapat dan apoteker yang memutuskan, jadi tetap dokter yang berkuasa dan hakiki nya saya Bu, saya hanya memberi obat saja. dan disini saya hanya membantu juga.. terimakasih Bu." ucap meli..


"iya Bu..terimakasih, ibu ramah sekali..saya tinggal ya Bu.. "ucap istri nya..


hahaha..dasar ibu-ibu.. membuat dia tertawa..dan pipi nya sudah seperti tomat, entah butiran bahagia yang terpancar


" ahh lapar." ucap meli. bergegas ke kantin dan Menikmati makan nya..setelah makan dia melakukan aktivitas kembali. dan sampai waktu nya menunjukkan pulang.


sampai tengah jalan berhenti di lampu merah, meli seperti Melihat seseorang tak asing dalam mobil putih, seperti melihat orang yang di kenalnya..


siapa dia,kok seperti gak asing. dari wajah samping nya,bersama seorang wanita, ahhh sudah lah buat sesuatu mood yang buruk saja.. tapi siapa ya..batin meli terus menggerogotinya


...****************...


terimakasih udah baca novel pertama Author, semoga suka ya., beri komentar terbaik dan like mu .

__ADS_1


semoga sehat selalu


__ADS_2