Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya

Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya
Masih calon Suami bukan Suami


__ADS_3

Dengan pertanyaan mama nya membuat Ali melotot kearah mama nya,dia bener sangat malu akan tingkah mamanya,, namun mama Winda hanya biasa saja, begitupun meli menjadi salah tingkah, dia merasa sedang dilamar oleh ibu mertua didepan calon pasangan nya., tapi beda nya meli tidak bisa membuka hati nya untuk dokter Ali karna hati nya telah tersemai nama arga.


"ahh ibu bisa aja,, oh iya berhubung waktu sudah malam,meli izin pulang ibu,ibu jaga kesehatan ya bu, dan dokter Ali saya izin pamit dok... ucap meli


"oh iya ..ibu hampir lupa kalau sudah malam, sering kerumah ibu ya nak, salam sama orang tua .ucap ibu Winda


"baik ibu, dan memberi senyum serta menyalami ibu winda


"baik lah meli, hati-hati dijalan, oh ya kalau di luar rumah panggil saya mas Ali saja,,dan sebelum kamu pulang, bolehkan saya meminta no hp mu..ucap dr Ali


"baik lah dokter Ali, eh mas Ali. dan ini kartu nama meli disana sudah tertulis no hp meli. ucap meli


ketika meli sudah keluar rumah dan melaju kearah pulang,tiba-tiba hp meli berdering membuat nya harus menggunakan handset di telinga dan menekan tombol hijau yang sudah tertera di Hp meli


"halo,assalamualaikum mas. ada apa mas. ucap meli


"waalaikumussalam, lagi dimana kok belum pulang, kamu sedang berkendara mobil ya sayang. ucap Arga


"iya mas,,tadi meli ke rumah pasien meli dia mengundang meli makan malam,dan kebetulan pasien meli ibu nya dokter Ali..ucap meli


"hmmhmm..gitu .ya udah lekas pulang .oh iya mama papa sudah pulang kan..mama papa ku mau kerumah mu sayang dan kemungkinan akan datang .ucap arga

__ADS_1


"besok mas, cepet sekali mas, kamu benar-benar sudah gila,aku belum apa-apa pun..ucap meli


"sudah lah,, kamu tetap cantik dimataku..besok kami datang siang, mama papa sudah pulang kan,katakan kepada mereka.. ucap Arga


"iya, mama papa sudah pulang... dasar kau mas,, selalu saja suka-suka mu.. ucap meli


"hahaha,,, siapa suruh menjadi wanita ku,, sudah lah ikuti saja, aku serius begini kamu tidak suka, terus apa yang kamu sukai.ucap Arga tak kalah jahil nya


"iya .iya. meli lelah, lagi dijalan, jangan ajal berdebat sayang, bukankah esok merupakan hari bahagia kita . ucap meli


"haha .ya sudah,hati-hati dijalan jangan sampai lecet, kita akan menikah.. assalamualaikum ucap Arga


"waalaikumussalam..ucap meli


"assalamualaikum selamat pagi bapak Teuku Syah Al Fatih dan ibu Tri Kusuma Sari , apakah Masih kenal dengan saya .ucap wijaya


"waalaikumussalam bapak Wijaya dan ibu sarah..silahkan masuk, bagaimana saya tak mengenal anda pak Wijaya, anda adalah seorang pabrik farmasi dan jamu tersukses di kota meli ucap ayah meli


"jangan seperti itu bapak Teuku,, kita Masih sama dengan jaman SMP ya, dan aku tak pernah menyangka bahwa kita jadi besanan .ucap wijaya


"iya bener,saya pun tidak duga, mana anak mu, apakah empat-empat nya anak mu..ucap Teuk

__ADS_1


"anak ku hanya dua semua jagoan ini Arga itu andre,dan satu lagi anak kesayangan kami, meski bukan anak kami, dia tetap anak kami, nama nya Rio,begitu pun Aldo dia anak dari adik istriku .. ucap wijaya


"ohh seperti itu, kamu sangat mulia,Ayuk kita lanjutkan sudah ada bapak imam dan Datok penghulu.. ucap Teuku


semua sudah berkumpul di ruang tamu,baik Rio, andre,aldo dan Arga, bahkan keluarga nya yang lain, begitu mama meli,bi Inah dan keluarga meli pun sudah berkumpul, makanan sudah terhidang kan,, dan semua yang berkumpul di ruang tamu di persilah kan makan terlebih dahulu. Tinggal meli yang belum keluar,karna menurut adat Aceh meli tidak akan keluar sebelum di panggil keluar oleh pak imam pihak sebelah Arga. setelah berbicara sepatah dua kata tentang mahar dan tanggal pernikahan yang harus disiapkan, barulah meli keluar dengan balutan kebaya warna coklat muda dan dihiasi dengan jilbab dan make up natural ala meli Ayunda Mahira, membuat semua pandangan ke arah meli, karna meli terlihat berbeda dengan yang sekarang, lebih anggun dan cantik sekarang dengan balutan tertutup meski sebelum nya juga tertutup namun ini lebih terkesan dan terpesona yang melihat nya. meli memang sengaja melakukan demikian karna ia sudah tanam kan dalam hati jika ia akan menikah ia akan menggunakan jilbab nya dan ini memang telah mantap, apalagi ia sudah lama tak mengunjungi Aceh tempat kelahiran nya. dimana tempat syariat Islam yang harus menutup kepala nya. meli pun mendatangi arah duduk nya ibu Sarah dan duduk berhadapan dengan ibu Sarah seraya mengangkat jari manis kanan nya agar ibu Sarah lebih leluasa memasangkan cincin untuk meli, kemudian ibu sarah mencium kiri kanan dan memeluk nya.


"terimakasih sudah menerima Arga, dan terimakasih sudah mencintai Arga selama ini, dan cintai lah ibu dan keluarga Arga seperti kamu mencintai keluarga mu . ucap ibu Sarah seraya memeluk erat meli, ini merupakan moment berharga bagi Sarah karna ini merupakan pertama kali nya iya akan menikahi anak-anak nya dan akan menjadi seorang nenek pada masanya


"sama-sama ibu, terimakasih sudah memberi meli restu ..semoga kedepan nya menjadi keluarga yang bahagia seperti ibu dan paman..ucap meli


"mama,, panggil mama dan itu papa.. ucap sarah dengan senyum nya


"baik lah ma.. ucap meli


meli pun menyalami semua yang ada di ruang tamu itu terkecuali Arga.


"hey..kenapa kau tak menyalami aku ..ucap Arga


"masih calon..bukan suami, sudah lah.. ucap meli dengan sinisnya..


"hey, kau yaa... ucap Arga dengan geram nya memukul kepala meli, merasa ia tak di hargai sebagai calon suami nya.

__ADS_1


membuat semua orang tertawa akan tingkah laku mereka berdua, dan acara mareka pun selesai, dan tanggal pernikahan mereka sudah ditetapkan seminggu lagi, membuat semua kedua keluarga sangat sibuk akan acara ini. bahkan undangan hampir sepuluh ribu lebih tercetak dan akan di bagikan.


__ADS_2